Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pesantren dan Konsep Fiqh Keluarga: (Studi Penerapan Kitab ‘Uqūd al- Lijjain Di Pesantren Al-Anshoriyah Chana, Songkhla, Thailand) Ainiyah, Qurrotul; Sohwang, Anuwat
Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah Vol. 5 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/minhaj.v5i2.3088

Abstract

Kitab ‘Uqūd al- Lijjain salah satu karya ulama’ nusantara yang mengatur keharmonisan rumahtangga. Kitab ini menjadi kajian bagi sataban ponok (santri) di Pesantren al- Ashoria di Channa, Songkhla, Thailand untuk mempelajari fiqh keluarga. Dengan pendekatan fenomenologi, tulisan ini menghasilkan Pertama, kitab‘Uqūd al- Lijjain digunakan di pesantren al- Anshoriyah Chana sebagai kajian dalam etika relasi suami-istri ala Imam Syafi’i, dengan metode pengajaran ceramah dan diskusi. Walaupun isi kitab ‘Uqūd al- Lijjain cenderung superioritas laki-laki atas perempuan, kitab ini masih menjadi rujukan untuk membangun keluarga sakīnah mawaddah wa rahmah bagi babo (kiai), nakrian (gus) dan sataban ponok di Pesantren al-Anshoriyah Chana, Songkhla, Thailand. Kedua, civitas pesantren al- Anshoriyah dalam memenej konflik keluarga merujuk kitab ‘Uqūd al- Lijjain dengan teori mu’āsyarah bi al-ma’rūf sebagai pedoman dalam membina rumah tangga, yakni diantara suami istri harus saling memahami hak dan kewajiban masing- masing sehingga akan terjadi rasa saling menghargai dan menghormati diantara keduanya.
Pesantren dan Konsep Fiqh Keluarga: (Studi Penerapan Kitab ‘Uqūd al- Lijjain Di Pesantren Al-Anshoriyah Chana, Songkhla, Thailand) Ainiyah, Qurrotul; Sohwang, Anuwat
Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah Vol. 5 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/minhaj.v5i2.3088

Abstract

Kitab ‘Uqūd al- Lijjain salah satu karya ulama’ nusantara yang mengatur keharmonisan rumahtangga. Kitab ini menjadi kajian bagi sataban ponok (santri) di Pesantren al- Ashoria di Channa, Songkhla, Thailand untuk mempelajari fiqh keluarga. Dengan pendekatan fenomenologi, tulisan ini menghasilkan Pertama, kitab‘Uqūd al- Lijjain digunakan di pesantren al- Anshoriyah Chana sebagai kajian dalam etika relasi suami-istri ala Imam Syafi’i, dengan metode pengajaran ceramah dan diskusi. Walaupun isi kitab ‘Uqūd al- Lijjain cenderung superioritas laki-laki atas perempuan, kitab ini masih menjadi rujukan untuk membangun keluarga sakīnah mawaddah wa rahmah bagi babo (kiai), nakrian (gus) dan sataban ponok di Pesantren al-Anshoriyah Chana, Songkhla, Thailand. Kedua, civitas pesantren al- Anshoriyah dalam memenej konflik keluarga merujuk kitab ‘Uqūd al- Lijjain dengan teori mu’āsyarah bi al-ma’rūf sebagai pedoman dalam membina rumah tangga, yakni diantara suami istri harus saling memahami hak dan kewajiban masing- masing sehingga akan terjadi rasa saling menghargai dan menghormati diantara keduanya.
Deconstructing gender norms in pesantren: a critical etnographic study of the pesantren curriculum in Indonesia Zaimina, Ach Barocky; Asnawan, Asnawan; Sohwang, Anuwat
An-Nisa' Journal of Gender Studies  Vol. 18 No. 2 (2025): An-Nisa' Journal of Gender Studies
Publisher : Institute for Research and Community Service, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, East Java, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/annisa.v18i2.367

Abstract

Pesantren in Indonesia maintain traditional gender structures through formal and non-formal curricula, reproducing male dominance, limiting female participation, and reinforcing patriarchal hierarchies amid rapid social change. This study aims to analyze the dynamics of gender power reproduction and contestation in three pesantren in East Java through a critical ethnographic approach, tracing layered patriarchy and symbolic agency within pedagogical practices and the pesantren curriculum. This study employed a critical ethnographic approach with a case study design. Data were collected through semi-structured interviews with 10 informants and analyses of curriculum documents. Data analysis applied Carspecken’s critical ethnographic framework, supported by source triangulation, theoretical triangulation, and ideological critique. The findings revealed four main issues: (1) pesantren curricula reproduce gender inequality through patriarchal roles and vertical power relations; (2) resistance emerges through progressive female teachers, critical students, and informal learning groups; (3) gender-responsive curricula are hindered by monolithic religious content, patriarchal structures, and limited teacher competence; and (4) minimal representation of female Islamic scholars limits students’ recognition of women as religious role models. The study demonstrates that pesantren reproduce patriarchy through curricula, institutional structures, and symbolic representations, while resistance from female teachers and students remains largely symbolic due to the absence of sustainable structural reform. This study contributes to expanding the concept of patriarchal habitus and proposes a pesantren patriarchy contestation model through curriculum reform, critical pedagogy, inclusive policies, and strengthening women’s participation toward sustainable structural transformation.