Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR PENYEBAB PENDING KLAIM BERKAS BPJS KESEHATAN PELAYANAN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT X Farhansyah, Fani; Cahyani, Hanifah; Amanda, Juwittra
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33079

Abstract

Permasalah pada Rumah Sakit X telah ditemukan berkas persyaratan tidak lengkap pada pelayanan rawat jalan dan terjadi pengembalian berkas klaim sehingga dapat merugikan rumah sakit karena memperlambat proses pembayaran klaim. Data yang diperoleh diunit Casemix Rumah Sakit X, ditemukan berkas klaim tertunda pasien rawat jalan BPJS Kesehatan periode bulan Januari, Februari, dan Maret tahun 2024 sebanyak 94 berkas klaim tertunda yakni bulan Januari sebanyak 34 berkas, Februari sebanyak 17 berkas dan Maret sebanyak 43 berkas. Penyebab berkas klaim tertunda dikarenakan masih adanya berkas yang diajukan belum memenuhi persyaratan klaim BPJS Kesehatan. Dengan adanya berkas klaim tertunda, maka aliran dana kas rumah sakit menjadi terganggu, karena jumlah biaya yang dikeluarkan oleh rumah sakit tidak sesuai dengan jumlah biaya yang didapatkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor penyebab terjadinya pending klaim berkas BPJS Kesehatan dengan fokus pada kasus rawat jalan periode bulan Januari-Maret tahun 2024 di Rumah Sakit X. Metode  yang digunakan dalam  penelitian  ini  menggunakan  metode  deskriptif  kuantitatif. Berkas pending klaim pasien rawat jalan BPJS Kesehatan akibat ketidaklengkapan berkas, pada bulan Januari dan Februari memiliki persentase yang sama dan termasuk persentase tertinggi yaitu sebesar 17,65%. Klaim pending akibat ketidaktepatan koding persentase tertinggi terdapat pada bulan Februari sebesar 23,53% dan klaim pending akibat gabungan episode perawatan persentase tertinggi terdapat pada bulan Januari sebesar 29,41%. Faktor pending klaim BPJS Kesehatan pasien rawat jalan pada Triwulan I tahun 2024 di Rumah Sakit X yaitu ketidaklengkapan dokumen seperti SBPK dan dokumen hasil penunjang, ketidaktepatan koding diagnosa dan tindakan medis akibat dari ketidaksepahaman koder dengan verifikator BPJS kesehatan dan Ppnggabungan episode perawatan. Keterlambatan pembayaran klaim BPJS kesehatan akan berdampak pada tertundanya pembayaran klaim BPJS kesehatan kasus rawat jalan dan klaim yang pending akan menambah beban kerja petugas JKN karena petugas JKN juga mengerjakan klaim baru dan klaim yang pending.
PERBANDINGAN ANGKA PENDING KLAIM RAWAT JALAN BPJS KESEHATAN BERDASARKAN LIMA KATEGORI PENYEBAB UTAMA: TINJAUAN DATA TIGA BULAN TERAKHIR Mulyana; Situmorang, Masriani; Bayazid, Nimas Esya; Cahyani, Hanifah; Farizha, Dinda
Journal of Hospital Administration and Management (JHAM) Vol 7 No 1 (2026): Journal of Hospital Administration and Management (JHAM)
Publisher : LPPM Universitas Awal Bros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54973/jham.v7i1.843

Abstract

Healthcare services through the National Health Insurance Program (JKN) require hospitals to manage the BPJS Kesehatan claims process accurately and timely, as delays or refunds can impact the continuity of hospital operations. One unit that plays a crucial role in this process is the Casemix Unit, which is responsible for grouping diagnoses and medical procedures and submitting claims based on BPJS Kesehatan regulations. This study aims to analyze the causes of the return of BPJS Kesehatan patient claim files for outpatient services at Awal Bros Gajah Mada Hospital. This study used a qualitative method with a descriptive approach, with Casemix Unit officers as the subjects and pending BPJS Kesehatan outpatient claim files as the objects. The results showed that of the 47,317 outpatient claim files from October–December 2024, 5,911 files (11.11%) were pending. The main causes of pending claims included incomplete required documents, inaccurate coding of diagnoses and medical procedures, problems with service episodes, and discrepancies between medical records and supporting examination results. The conclusion of this study indicates that completeness of files and accurate coding play a crucial role in the smooth processing of BPJS Kesehatan claims, necessitating increased coordination and accuracy in the outpatient claims management process.