Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INTERVENSI GIZI PASIEN STROKE ISKEMIK TROMBOTIK DENGAN DIABETES MELLITUS II : LAPORAN KASUS Rahma, Rania Salsabila
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33642

Abstract

Stroke iskemik trombotik terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah oleh plak aterosklerosis. Diabetes mellitus merupakan salah satu pemicu terjadinya stroke akibat kadar gula darah tinggi yang memicu terjadinya oksidasi di dinding pembuluh darah sehingga menghasilkan Advanced Glycosylated Endoproducts (AGEs). Penelitian ini merupakan sebuah laporan kasus intervensi gizi pada salah satu pasien rumah sakit dengan diagnosa medis cerebrovascular accident (CVA) infark trombotik + anemia + DM tipe 2 yang dilaksanakan pada Oktober 2024. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pasien mendapatkan terapi diet dengan prinsip diet DM, rendah lemak, dan rendah garam. Pemberian makan melalui oral dengan bentuk makanan lunak dan frekuensi 3x makanan utama dan 3x makanan selingan. Hasil intervensi gizi selama tiga hari menunjukkan bahwa pasien memiliki status gizi pasien kurang, terdapat kondisi dislipidemia dan anemia sesuai hasil biokimia, penurunan tekanan darah menjadi hipertensi I, dan penurunan asupan makan karena kondisi stroke dan lansia. Asupan makan pasien selama tiga hari cenderung fluktuatif dan masih tergolong inadekuat. Penurunan asupan makan pasien tidak hanya terjadi karena makanan rumah sakit yang cenderung monoton, tetapi juga penurunan nafsu makan akibat kondisi lansia. Meski begitu, kondisi hipertensi pasien mengalami penurunan dibandingkan sebelum dilakukan intervensi gizi karena pemberian diet rendah lemak dan rendah garam serta beberapa terapi medis dari tenaga kesehatan lain untuk mengurangi komplikasi dari penyakit stroke, termasuk hipertensi.
Tinggal Lebih Lama, Coping Lebih Baik? Analisis Coping Strategies Mahasiswa Asing di Universitas Airlangga: Staying Longer, Coping Better? An Analysis of Foreign Students’ Coping Strategies at Universitas Airlangga Maharani, Ajeng Diva Putri; Rahma, Rania Salsabila; Muniroh, Lailatul
Amerta Nutrition Vol. 9 No. 1SP (2025): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 5th Amerta Nutrition Conferenc
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v9i1SP.2025.132-140

Abstract

Background: Different food cultures in host countries require foreign students to adjust to the availability of food in their new environment. The duration of stay in host country may serve as a benchmark of acculturation process, particularly in relation to food access. This can be related to the coping strategies they adopt to maintain adequate levels of food security in host countries. Objectives: This study aimed to analyze the relationship between length of stay in the host country and coping strategies among foreign students at Universitas Airlangga. Methods: A cross-sectional design was used, involving 60 foreign undergraduate and postgraduate students at Universitas Airlangga, selected through accidental sampling. Data were collected using a structured questionnaire to assess students' length of stay and the Coping Strategy Index (CSI) to evaluates coping levels. The data were analyzed using the chi-square test with the SPSS software. Results: The majority of foreign students had lived in Surabaya, Indonesia, for 6-10 months (50%) and had a coping strategy scores classified as insufficient (18) (51.7%). Statistical analysis showed no significant relationship between length of stay in the host country and coping strategies among foreign students at Universitas Airlangga (p-value = 0,763). Conclusions: A longer duration of stay in Surabaya, Indonesia, does not necessarily equip foreign students with adequate coping strategies to maintain food security. These outcomes are likely influenced by individual characteristics, social networks, and environmental factors. Keywords: Length of Stay, Coping Strategy, Foreign Student