Abstrak: Indonesia merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Berdasarkan data The Royal Islamic Strategic Studies Centre (RISSC), Muslim mencapai 86,7% (240,62 juta jiwa) dari total populasi. Salat lima waktu adalah salah satu ibadah utama dalam agama Islam yang diperintahkan oleh Allah SWT. Selain dianggap sebagai kewajiban agama Islam, salat juga memiliki dampak positif pada banyak aspek kehidupan, termasuk kesejahteraan emosional individu. Namun, anak-anak SD sering mengalami tekanan emosional yang membuat mereka kurang tertib dalam beribadah. Skrining kesehatan mental-emosional anak bertujuan untuk mendeteksi dini gangguan emosi dan perilaku agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat. Alat utama yang digunakan adalah Strength and Difficulties Questionnaire (SDQ). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara praktek salat 5 waktu pada anak SDS Muhammadiyah 20 dengan penurunan tingkat emosi. Rancangan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 80 siswa sebagai sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Orang tua diberikan penyuluhan penerapan salat pada anak dan diminta mengisi kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi yang signifikan secara statistik (p0.05) antara hubungan praktik salat 5 waktu pada anak SDS Muhammadiyah 20 dengan penurunan tingkat emosi. Salat terbukti efektif dalam membantu menurunkan tingkat emosi negatif pada anak-anak.