Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PENGARUH KEPATUHAN PROTOKOL KESEHATAN PANDEMI COVID - 19 TERHADAP STRES DAN RELIGIUSITAS MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA MUHAMMAD IQBAL; DES SURYANI; NANDA SARI NURALITA; PINTA PUDIYANTI SIREGAR
JURNAL ILMIAH MAKSITEK Vol 6 No 2 (2021): JURNAL ILMIAH MAKSITEK
Publisher : LP2MTBM MAKARIOZ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

COVID-19 is an infectious disease outbreak that has emerged since January 30, 2019 and has been called a public healthemergency by WHO. In order to avoid community transmission, it is recommended to comply with the health protocolestablished by the government. Many of the impacts of the health protocol are felt by the community, especially students,namely academic stress. The level of adherence to the health protocol itself can be related to the level of one's religiosity.To determine the effect of compliance with the COVID-19 health protocol on stress and religiosity of students at the Facultyof Medicine, University Muhammadiyah of Sumatra Utara. This study is a cross-sectional study. The number of sampleswas calculated using the Slovin formula totaling 164 people. Hypothesis test used is Chi Square test. Data were collectedbased on a questionnaire, namely DASS-42, adherence to health protocols and the Religiosity Scale. The results showedthat during the pandemic the level of good student compliance was 52.4% and those who did not comply were 47.6% with anormal stress level of 68.3% , mild stress 15.2%, moderate stress 9.8%, heavy stress 4.9% and very severe stress 1.8%.The level of religiosity of students during the pandemic with good religiosity was 51.2% and those that were lacking were48.8%. Based on the Chi Square test, it was found that the relationship between health protocol compliance with stress (p =0.001) and religiosity (p value = 0.001) but after the Kendall's tau correlation test, the value of p = 0.001 and p = 0.001 wasfound (it seems that there is a positive relationship with very strong correlation. weak. Adherence to implementing healthprotocols has a positive correlation with religiosity and student stress, but the correlation is weak. There is a positiveinfluence between compliance with the COVID-19 protocol on stress and religiosity.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STRES DAN INDEKS MASSA TUBUH PADA PERAWAT Ika Nopa; Yulia Afrina Nasution; Nanda Sari Nuralita; Mila Trisna Sari; Pinta Pudiyanti Siregar
Jurnal Ilmu Keperawatan Komunitas Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jikk.v5i2.1670

Abstract

Abstract One of professions that exposed to high psychosocial stressors in the workplace is nurse. Long-term stress is thought to be a risk factor for obesity through activation of the HPA axis and cortisol secretion. Stress is a public health problem that can be considered in preventing obesity. The purpose of this study was to determine the effect of stress on body mass index in nurses. This study uses a quantitative method with a cross-sectional study design. The samples were taken using the total sampling method, namely all nurses at the X General Hospital in North Sumatra. The stress variable was measured by the Perceived Stress Scale and the Body Mass Index (BMI)  was determined by the Asia-Pacific classification BMI criteria. The collected data were analyzed by linear regression test. The results showed that there was an effect of stress on nurses' BMI. Work stress management on nurses needs to be done and will have an impact on their mental and physical health.   Keywords: Stress, Nurse, Body Mass Index
Pengaruh Dukungan Sosial Terhadap Risiko Terjadinya Baby Blues Di Puskesmas Medan Area Siregar, Pinta Pudiyanti; Valdivia Ritonga, Zimly Khatif; Sembiring, Ranggi Heryagung; Adinda, Adinda; Aghla Pane, Syafiqah Tsamara; Siregar, Suci Auliyah
JURNAL PANDU HUSADA Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v5i1.18519

Abstract

Abstrak: Ibu pasca melahirkan bisa saja mengalami perasaan sedih mengenai bayinya (baby blues) yang disebabkan oleh perubahan perasaan yang dialami saat hamil sehingga sulit untuk menerima kehadiran bayinya. Dukungan   sosial   merupakan   salah   satu   karakteristik Ibu pasca melahirkan yang   dapat mempengaruhi baby  blues. Faktor  dukungan  dari  suami menjadi  salah  satu penyebab utama baby blues, dukungan dari suami berupa dukungan sosial kepada  istri  sangat  utama  sebelum  dukungan  dari  pihak  lain. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui tingkat risiko terjadinya dan dukungan sosial terhadap pengaruh terjadinya baby blues di puskesmas Medan Area di puskesmas Medan Area. Penelitian ini menggunakan pendekatan baby blues kuantitatif non eksperimen menggunakan deskripsi korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Pada penelitian ini subjek penelitian akan diberikan kuesioner tentang dukungan sosial terhadap risiko terjadinya baby blues. Penelitian ini dilakukan hanya satu kali pada suatu waktu, tanpa follow up. Terdapat hubungan antara dukungan sosial terhadap kecenderungan terjadinya baby blues.
Kemudahan Akses Pelayanan Kesehatan Dapat Meningkatkan Kepatuhan Minum Obat Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Medan Area Selatan Hutasuhut, Rizka Fadillah; Siregar, Pinta Pudiyanti
JURNAL PANDU HUSADA Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v5i2.18840

Abstract

Abstrak: Diabetes melitus tipe 2 disebabkan oleh peningkatan kadar gula darah akibat ketidakmampuan sel tubuh bereaksi terhadap insulin sehingga berisiko terjadinya komplikasi yang akan menurunkan kualitas hidup dan menyebabkan kematian mendadak. Penderita diabetes melitus tipe 2 yang kesulitan mengontrol gula darahnya dengan mengonsumsi obat lebih cepat mengalami komplikasi. Dalam hal ini, kepatuhan mengonsumsi obat dapat dicapai dengan adanya akses terhadap layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara akses layanan kesehatan terhadap tingkat kepatuhan minum obat pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Medan Area Selatan. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik  dengan desain cross-sectional. Subjek penelitian yang digunakan sebanyak 46 pasien Puskesmas Medan Area Selatan yang memenuhi kriteria inklusi. Pengambilan sampel ini didasarkan pada probability sampling dan dilakukan pengujian dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akses pelayanan kesehatan berhubungan signifikan dengan tingkat kepatuhan minum obat (p = 0,01) yang mana mayoritas responden (75%) dengan akses pelayanan yang mudah patuh dalam mengonsumsi obat sedangkan mayoritas responden (83,3%) dengan akses pelayanan yang sulit tidak patuh dalam mengonsumsi obat. Dengan demikian, terdapat hubungan yang signifikan antara akses pelayanan kesehatan dengan tingkat kepatuhan minum obat pasien yang mana semakin mudah mengakses layanan kesehatan, pasien akan semakin patuh untuk mengonsumsi obat.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Perilaku Ibu Tentang Kecacingan Pada Balita Di Puskesmas Simpang Limun Tahun 2023 Siregar, Pinta Pudiyanti; Pasaribu, Alza Hamonangan; Lubis, Rifqy Imsya Al Ayyubi; Rahmi, Aulia; Mashithah, Mashithah; Hidayati, Siul
JURNAL PANDU HUSADA Vol 4, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v4i4.18424

Abstract

Abstrak: Penyakit cacingan atau kecacingan masih menjadi masalah yang cukup serius. Penyakit cacingan sering dianggap sebagai penyakit yang sepele oleh sebagian besar kalangan masyarakat. Infeksi ini mempengaruhi masyarakat yang paling miskin dan paling kekurangan dengan akses yang buruk terhadap air bersih, sanitasi dan kebersihan di daerah tropis dan subtropis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku ibu tentang kecacingan pada balita. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional. Pada penelitian ini subjek penelitian akan diberikan kuesioner pengetahuan dan perilaku tentang kecacingan. Penelitian ini dilakukan hanya satu kali pada suatu waktu, tanpa follow up. Hasil uji Chi-Square menunjukkan hasil yang signifikan P 0,005. Terdapat hubungan antara pengetahuan ibu terhadap perilaku ibu tentang kecacingan pada balita.
Access to Health Services Affects the Level of Adherence to Taking Medication for Hypertensive Patients At Puskesmas Medan Area Selatan Year 2024 dinillah, Izzah; Siregar, Pinta Pudiyanti
Buletin Farmatera Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/bf.v9i2.21011

Abstract

Abstract: Hypertension is known as a silent disease. Compliance of patients with hypertension is essential because hypertension must always be controlled. Access to healthcare is one of the reasons for this non-compliance. This study aims to determine the influence of access to health services on the level of medication adherence of hypertensive patients in Puskesmas Medan Area Selatan. This type of research is descriptive analytics with a cross-sectional design. The research subjects used were 98 hypertension patients in Puskesmas Medan Area Selatan who met the inclusion and exclusion criteria. Sampling is based on purposive sampling and is carried out by Chi-Square Test. The results of the Chi-Square Test obtained a value of P value = 0.001 (P0.05) which means that access to health services has a significant influence on the level of medication adherence of hypertension patients in Puskesmas Medan Area Selatan. Access to health services has a significant influence on the level of medication adherence in hypertensive patients, where the easier it is to access health services, the more compliant patients will be to take medication.
RELIGIOSITY AND OBEDIENCE HEALTH PROTOCOLS COVID-19: A POSITIVE CORRELATION IN MEDAN-NORTH SUMATERA Suryani, Des; Siregar, Pinta Pudiyanti
Buletin Farmatera Vol 6, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/bf.v6i3.8928

Abstract

The COVID-19 pandemic, which is running slowly but surely, demands that people obey health protocols. In other views, Islam has taught how a Muslim should deal with the epidemic. Various factors that might affect public compliance with COVID-19 health protocols include demographic factors, knowledge of COVID-19, health status, and religiosity. Various studies showed that there was still controversy related to it. This study aimed to determine the correlation between compliance with the COVID-19 Health protocol with knowledge of COVID-19, self-health perception, and religiosity for the Muslim community in North Sumatera, Indonesia. This study was conducted between mid of October to mid-November 2020 on the Muslim population living in Medan City and Deli Serdang District, the most prevalent places for the spread of COVID-19 in North Sumatra. The questionnaires were distributed randomly to the online recitation group in the red zone in North Sumatra. Data collected by google form is distributed via the WhatsApp (WA) application. The results of the study were among 225 participants in the study, those who adhered to the health protocol were 125 people (55.6%), and the level of good religiosity was 120 people (53.33%). This study found that people who adhere to health protocols are related to older age, female gender, higher education, private workers, better knowledge of COVID19, and high religiosity. Religiosity is positively correlated with compliance with health protocols during the COVID-19 pandemic. In Logistic Regression analysis, religiosity turns out to be a good predictor for increasing compliance. Thus there needs to be a parallel effort between increasing knowledge about COVID-19 and community religiosity so that prevention efforts will be even better in the future
Prevalensi Dismenorea Dan Faktor – Faktor Yang Mempengaruhinya Pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Angkatan 2021 Azzahra, Andina; Siregar, Pinta Pudiyanti
JURNAL PANDU HUSADA Vol 5, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v5i4.21073

Abstract

Abstrak: Dismenorea adalah nyeri saat menstruasi yang sering dialami oleh wanita di perut bagian bawah. Ada beberapa faktor yang menyebabkan dismenorea, antara lain usia, usia saat menarche, dan indeks massa tubuh (BMI). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa kejadian dismenorea di dunia sangat besar, rata-rata lebih dari 50% wanita di setiap negara mengalami dismenorea. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan hubungan dismenorea dan faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian dismenorea pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Angkatan 2021. Penelitian ini menggunakan metode analitik deskriptif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian ini adalah mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara angkatan 2021 yang mengalami dismenorea. Berdasarkan penelitian, menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 17-20 tahun, dan didominasi oleh 23,7% responden dengan BMI Obesitas I. Sebanyak 38,6% responden mengalami menarche selama 13 tahun. Mayoritas responden sebanyak 55,3% sering mengalami dismenorea. Uji chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara usia menarche dan dismenorea. Sementara itu, usia dan BMI tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian dismenorea pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah, Sumatera Utara, angkatan 2021. Ada hubungan yang signifikan antara usia menarche dengan kejadian dismenorea pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Angkatan 2021. 
Proporsi Gangguan Menstruasi Dan Hubungannya Dengan Karakteristik Demografi Pada Mahasiswi Kedokteran Aprinanda, Annisa Mulia; Siregar, Pinta Pudiyanti
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v8i1.15209

Abstract

Gangguan menstruasi adalah gangguan durasi dan jumlah darah menstruasi, gangguan siklus menstruasi, gangguan perdarahan diluar siklus menstruasi dan gangguan lain yang berhubungan dengan menstruasi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik deskriptif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian ini adalah mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Angkatan 2021 yang telah menstruasi. Hasil: Mayoritas responden berusia 20 tahun sebanyak 94 orang (63.9%) dengan kategori Indeks Massa Tubuh (IMT) mayoritas normal dengan jumlah 79 orang (53.7%) responden yang usia menarche 12 tahun sebanyak 84 orang (57.1%), yang mengalami gangguan menstruasi sebanyak 115 orang (78.1%). Uji chi-square menunjukkan p0,05 untuk semua karakteristik demografi (umur, usia menarche, IMT dan tempat tinggal) dengan gangguan menstruasi pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Angkatan 2021. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan karakteristik demografi (usia, usia menarche, indeks massa tubuh, dan tempat tinggal) dengan gangguan menstruasi pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Angkatan 2021.Kata kunci: gangguan menstruasi, karakteristik demografi
Faktor Yang Mempengaruhi Masyarakat Terhadap Akses Menuju Puskesmas Lubuk Pakam Siregar, Pinta Pudiyanti; Bhuwana, Satya Candra; Toniara, Safriwan
JURNAL PANDU HUSADA Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v6i3.22996

Abstract

ABSTRAK Keberadaan puskesmas sangat penting untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, terutama di daerah-daerah yang belum terjangkau oleh fasilitas kesehatan lainnya, seperti rumah sakit. Pemerataan pembangunan puskesmas dan distribusi tenaga kesehatan yang merata menjadi isu penting yang perlu diperhatikan. Oleh karena itu, kebijakan yang lebih baik terkait dengan pembangunan infrastruktur kesehatan, alokasi tenaga medis, serta peningkatan kualitas layanan puskesmas sangat diperlukan untuk meningkatkan akses masyarakat secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai faktor yang menghambat masyarakat dalam mengakses puskesmas, serta dampak dari keterbatasan akses tersebut terhadap kualitas kesehatan masyarakat. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan wawancara terbuka.    Penelitian ini memberikan pertanyaan kenpada sampel yang telah bersedia untuk dilakukan wawancaraa yang berssifat terbuka. Pengaruh perlakuan dilihat pada jawaban yang disampaikan oleh sampel terkait Faktor faktor yang mempengaruhi keterbatasan masyarakat terhadap akses menuju puskesmas Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Lubuk PakamWaktu penelitian akan dilaksanakan pada bulan Desember 2024. Analisa data dilakukan dengan menggunakan data yang diperoleh dari wawancara dan observasi dianalisis menggunakan analisis tematik . Hasil penelitian  disimpulkan bahwa keterbatasan masyarakat dalam mengakses transportasi menuju puskesmas dipengaruhi oleh berbagai factor yang saling terkait,antara lain factor geografis,ekonomi dan kebijakan pemerintah. Faktor geografis,seperti jarak yang jauh dan kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi hambatan utama. Meskipun puskesmas menyediakan layanan kesehatan dengan biaya yang terjangkau, keterbatasan ekonomi, seperti biaya transportasi dan pengeluaran lainnya, turut memperburuk akses masyarakat. Di sisi lain, kebijakan pemerintah dalam hal pemerataan pembangunan puskesmas dan distribusi tenaga medis berperan penting dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan. Ketersediaan puskesmas yang merata di seluruh wilayah,serta tenaga medis yang cukup dan berkualitas,sangat menentukan efektivitas pelayanan kesehatan ditingkat masyarakat.