Kanita Khoirun Nisa
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Community Resistance Citizens Refuse Hotel Development in The Special Region of Yogyakarta Sulistyaningsih, Sulistyaningsih; Muryanti, Muryanti; Agus Saputro; Kanita Khoirun Nisa
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpm.2022.062-04

Abstract

The construction of hotels in the Special Region of Yogyakarta for the last 10 years has met with resistance among the public. This of course comes with reasons that are felt important by the community. The purpose of this paper is to find out the actors involved in the Resistance, the forms of resistance, and the reasons why people carried out resistance. This research method uses qualitative research methods. As for data collection through secondary data obtained through online mass media. The research findings show that: 1) The actors involved in this resistance are the community consisting of various layers, namely the people who are directly affected, and the people who are not directly affected. Apart from that, there are also NGO affiliations (such as One Name NGO). (2). Forms of resistance were carried out through real protest actions, either through demonstrations, installing banners, or drawing murals. (3) The reason for the community's resistance is due to more environmental aspects (social and environmental in general). There seems to be a social impact, and an environmental impact (environmental pollution, decreased water debit because water is sucked up for the benefit of the hotel).
Kampungku Sehat: A Social Economic Impact Analysis on Community Based Empowerment: Kampungku Sehat: Analisis Dampak Sosial Ekonomi Pemberdayaan Berbasis Komunitas Nauli Harahap, Reiki; A Ismail Lukman; Annisa Rizqa Alamri; Akhmad Rifky Setya Anugrah; As'ad Albatroy Jalius; Kanita Khoirun Nisa
Progress In Social Development Vol. 4 No. 1 (2023): January 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psd.v4i1.51

Abstract

The discourse and practices of corporate social responsibility continues to increase. Business entities are no longer only required to carry out corporate social responsibility activities but are urged to measure the impact of various CSR programs that have been carried out. Therefore, researchers are interested in conducting a study of the socio-economic impact on the company's CSR programs. This research was conducted in Yogyakarta, precisely the Kampungku Sehat: Kompak Maju’s program. The program is one of the CSR programs of PT Pertamina (Persero) DPPU Adisutjipto. This study used quantitative methods (surveys) and interviewed thirteen respondents. The results of the study concluded that the Kampungku Sehat: Kompak Maju’s program has “good” level and feasibility with an index value of 2.97 and a value conversion of 74.21%. This indicates that the program is successful with minor improvements or adjustment and allows it to be continued and disseminated as a best practice for other business entities. Diskursus dan praktik corporate social responsibility (CSR) terus mengalami peningkatan. Perusahaan tidak lagi hanya dituntut untuk melakukan aktivitas tanggung jawab sosial perusahaan saja, melainkan didesak untuk melakukan pengukuran dampak terhadap berbagai program CSR yang telah dilakukan. Oleh karena demikian peneliti tertarik untuk melakukan kajian dampak sosial ekonomi terhadap program-program CSR perusahaan. Penelitian ini dilakukan di Yogyakarta, tepatnya program Kampungku Sehat: Kompak Maju. Program tersebut merupakan salah satu program CSR PT Pertamina (Persero) DPPU Adisutjipto. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif (suvei), dan mewawancarai tiga belas responden yang merupakan seluruh penerima manfaat program. Hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa program pemberdayaan Kampungku Sehat: Kompak Maju memiliki feasibilitas yang baik dengan nilai indeks 2.97 dan konversi nilai 74.21%. Hal tersebut menandakan bahwa program berhasil dengan sedikit perbaikan dan memungkinkan untuk dilanjutkan serta disebarluaskan sebagai sebuah best practices permberdayaan berbasis komunitas.
URGENSI MENGEMBANGKAN LABORATORIUM SEBAGAI SALAH SATU UPAYA PENINGKATAN PRAKTIK RISET MAHASISWA PRODI SOSIOLOGI Kanita Khoirun Nisa; Muryanti; Tri Isnaeni Ades Ria; Muhammad Ardiansyah
Jurnal Humanitaria Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/hum.v2i3.3618

Abstract

Laboratorium sosiologi memiliki peranan sebagai wadah untuk mewujudkan perubahan sosial. Terutama untuk mewujudkan semua kegiatan dan aktivitas Tridharma Perguruan Tinggi, mencakup pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya laboratorium dalam mewadahi kegiatan penelitian bersama antara dosen dan mahasiswa. Teori yang digunakan untuk menganalisis yaitu pemberdayaan. Metode penelitian kualitatif untuk mencari data di lapangan dan untuk menganalisis temuan di lapangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa laboratorium memiliki peranan yang penting dalam mewadahi praktik riset mahasiswa sosiologi. Proses kegiatan di laboratorium merupakan bagian dari pemberdayaan dengan aktornya dosen dan mahasiswa. Beberapa proses kegiatan pemberdayaan yang dilakukan dalam proses penelitian yaitu : mendiskusikan dan menyusun proposal penelitian, penyusunan instrumen penelitian, pengambilan data penelitian, penyusunan tulisan, publikasi jurnal. Pemberdayaan bisa berkelanjutan dengan adanya partisipasi aktif dari aktor yang terlibat, dosen dan mahasiswa. Dengan adanya keaktifan dosen dan mahasiswa dalam penelitian dan publikasi, pemberdayaan bisa berkelanjutan.
PENGELOLAAN PERAN GANDA PADA PEREMPUAN SINGLE PARENT DI KECAMATAN BEKASI TIMUR, KOTA BEKASI, JAWA BARAT Yesi Cahyani; Kanita Khoirun Nisa
Jurnal Humanitaria Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2026): Vol. 5 No. 02 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mfe21m30

Abstract

Single parent adalah sebutan untuk laki-laki atau perempuan yang memang sudah tidak memiliki pasangan karena perceraian maupun ditinggal meninggal. Pengadilan Agama Kota Bekasi mencatat awal tahun 2023 terjadi kenaikan angka perceraian yang secara tidak langsung menyebabkan bertambahnya single parent terutama perempuan. Perempuan yang menjadi single parent mengalami peran ganda dimana harus berperan sebagai ayah dan ibu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengelolaan peran ganda pada perempuan single parent di Kecamatan Bekasi Timur terkait aktivitas yang biasa dilakukan sehari-hari dan bentuk-bentuk peran ganda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan tahapan observasi, wawancara, dan dokumentasi serta dianalisis dengan Teori Pilihan Rasional dari James S. dan Teori Tindakan Sosial dari Max Weber sebagai tambahan teori. Hasil penelitian ini adalah perempuan single parent yang ada di Kecamatan Bekasi Timur mengelola peran gandanya dilakukan dua cara, yaitu secara mandiri dan mendapatkan bantuan dari orang terdekat (keluarga) dengan cakupan alokasi waktu serta penempatan peran.