Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Implementasi Icare Dengan Tingkat Kecemasan Pasien Kemoterapi Di Ruang One Day Care Rumah Sakit Swasta Bandung Nunung Warnasih, Yulita; Sinaga, Friska; Shinta Parulian, Tina
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 4 No 2 (2023): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v4i2.229

Abstract

Kemoterapi merupakan terapi kanker yang melibatkan penggunaan zat kimia ataupun obat-obatan. Sebagian pasien mengalami kecemasan pada saat dilakukan tindakan kemoterapi yang berdampak buruk terhadap proses pengobatan. Caring adalah suatu kemampuan untuk menunjukkan perhatian, perasaan empati pada orang lain dan perasaan cinta atau menyayangi kepada pasien. ICARE sebagai bentuk Caring dan diharapkan mampu menurunkan tingkat kecemasan pasien yang menjalankan kemoterapi. Tujuan penelitian mengetahui hubungan implementasi ICARE dengan tingkat kecemasan pasien kemoterapi di ruang One Day Care Rumah Sakit Swasta Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, desain deskriptif korelasi, pendekatan cross sectional dengan teknik insidental sampling didapat 110 responden. Pengambilan data menggunakan kuesioner, hasil analisa univariat didapatkan 43,6% implementasi ICARE sangat tinggi, 51,8% mengalami tingkat kecemasan ringan. Analisa Bivariat menggunakan spearman rank didapatkan hasil ada hubungan yang sangat kuat antara implementasi ICARE dengan tingkat kecemasan, dengan arah hubungan negatif. Rumah Sakit perlu melakukan pelatihan secara rutin untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi sehingga perawat memiliki kemampuan dan keinginan untuk bekerja secara kreatif dan berani membuat ide baru untuk perubahan yang lebih baik.
MASTURBASI DAN GUILTY FEELING PADA REMAJA Niman, Susanti; Budi Arianto, Albertus; Shinta Parulian, Tina; Saputra, Aloysius Hendra
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v10i1.1338

Abstract

The development of reproductive organs and hormones triggers changes in sexual behavior in adolescents. Masturbation is a sexual behavior that often occurs in adolescents. Masturbation has a negative stigma because it is taboo to do. Feelings of guilt can be experienced by teenagers who masturbate. This study aims to determine the correlation of masturbation with feelings of guilt in adolescents. The research method is a cross-sectional correlation. The research sample used convenience sampling and collected as many as 385 respondents. The instruments used are masturbation behavior and feelings of guilt. Data analysis was performed using the Kendall-Tau correlation test. The study's results showed that 72.2% of respondents were male and 27.8% female. The average age of the respondents was 17.06 years, the moderate guilty feeling was 9.50, and the average masturbation behavior was 54.99. There is a negative correlation between masturbation behavior and guilty feelings (p-value 0.001; r = -0.124). In conclusion, there is a correlation between masturbation behavior and guilty feeling. The more masturbation behavior that is done, the less sense of guilt will be increasingly not felt. Sexual behavior involves not only biological aspects but psychological, social and moral aspects. Teenagers need to get health education about healthy sexual behavior.