Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Role of Educators in Facing the Digital Era Through Innovative Learning in PPKN Subjects Wiratama, Muhammad Rafsan; Rusydi, Ibnu; Japar, Muhammad
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 3, No 2 (2024): July 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v3i2.2578

Abstract

This article discusses the transformation of the educational landscape due to innovation and technology in the digital era. Presents an analysis of the use of new learning models to improve teacher competency in the digital era, as well as challenges and solutions in adopting innovative learning, especially in Pancasila and Citizenship Education (PPKn) subjects. Through a literature review method, this article identifies innovative strategies, required teacher competencies, and challenges faced, such as lack of resources and technology skills. The results emphasize the importance of increasing teacher competency, technology integration, and collaborative support to create innovative learning environments in the digital era.
Realitas Partisipasi Warga Pengguna Taman Dalam Pengelolaan Taman Ruang Terbuka Hijau Kota Bandung Dalam Perspektif Pendidikan Kewarganegaraan Fadhillah, Julian Mauludi; Anggraeni, Leni; Wiratama, Muhammad Rafsan
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.6897

Abstract

Penelitian ini menganalisis realitas partisipasi warga pengguna taman Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Bandung dari perspektif Pendidikan Kewarganegaraan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasilnya menunjukkan partisipasi warga masih sangat terbatas, pasif, dan reaktif, didorong oleh minimnya rasa kepemilikan dan anggapan bahwa pengelolaan adalah tanggung jawab pemerintah. Kondisi ini mencerminkan rendahnya civic knowledge, civic skill, dan civic participation proaktif, dengan partisipasi yang cenderung transaksional dan terhambat oleh komunikasi yang kurang efektif. Meskipun demikian, terdapat potensi partisipasi individual dan kesediaan kolaborasi dari petugas. Studi ini menyimpulkan bahwa peran Pendidikan Kewarganegaraan esensial untuk mentransformasi partisipasi menjadi civic engagement yang aktif dan membentuk environmental citizenship melalui pendidikan berbasis pengalaman, fasilitasi komunikasi inklusif, penanaman rasa kepemilikan, dan pendorong partisipasi proaktif.