Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS OPERASIONAL PRODUKSI SUSU DAN STRATEGI PENGEMBANGAN UNIT USAHA SAPI PERAH PADA KOPERASI PETERNAK SAPI BANDUNG UTARA (KPSBU) UNTUK EFISIENSI PEMAKSIMALAN PRODUKSI SUSU Irajani, Yehezkhiel Shallom; Kurniawan , Adam Aditya; Priharssari , Setifani
Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol. 2 No. 2 (2024): Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi
Publisher : Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu komponen subsektor peternakan yang mempunyai potensi dan manfaat besar untuk di kembangkan di Indonesia adalah Agribisnis Susu. Dari sisi permintaan, produksi susu dalam negeri masih belum cukup untuk menutupi kebutuhan konsumsi dalam negeri. Tingginya impor susu mengakibatkan kerugian langsung pada peternak sapi Indonesia dan potensi pengembangan agribisnis susu. Untuk itu diperlukan sistem yang menganalisis variabel terkait agar dapat dilakukan pengembangan pada produksi susu di Indonesia baik dalam segi kualitas maupun hasil produksi susu tersebut. Untuk dapat menganalisis sistem industri peternakan susu lokal, pada penelitian ini akan dilakukan pemodelan terhadap sistem terhadap KPBSU Lembang dan dengan menggunakan pendekatan sistem dinamik dam model yang dikembangkan akan disimulasikan untuk mengetahui efektivitas sistem eksisting. Pengolahan data menggunakan pendekatan sistem dinamik dengan cara pemodelan konseptual dan pembuatan simulasi menggunakan Anylogic. Selanjutnya, analisa dilakukan berdasarkan hasil pengolahan data untuk mengetahui sistem pendistribusian dan produksi KPSBU Lembang dengan menggunakan pendekatan sistem dinamik untuk mengetahui variabel-variabel sistem yang berpengaruh untuk efisiensi produksi susu secara maksimal. Pada Stock Flow Diagram terdapat empat stok yang saling mempengaruhi, yaitu UKM, KPSBU, Perusahaan Bendera dan Perusahaan Diamond. Didalam keempatnya terdapat beberapa variabel yang saling berkaitan antara lain Jumlah Produksi UKM dan Jumlah Produksi Koperasi. Pada skenario 1, skenario 2, dan skenario 3 input yang di ubah adalah di input Parameter Banyaknya Sapi Laktasi UKM, Parameter Jumlah Produksi Susu 1 Sapi UKM, Parameter Banyaknya Sapi Laktasi Koperasi, dan Parameter Jumlah Produksi Susu 1 Sapi Koperasi. Dari hasil simulasi skenario 1, skenario 2, dan skenario 3, yang memiliki input dan output paling besar adalah skenario 3 karena presentase kenaikan nilai parameternya paling besar yaitu 20%.
ANALISIS RISIKO DAN MITIGASI PADA PENGIRIMAN ALAT BERAT DENGAN METODE ERM Sihombing, Tulus Martua; Adiprasetyo, Wahyudi; Irajani, Yehezkhiel Shallom
Jurnal Lebesgue : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Matematika dan Statistika Vol. 5 No. 3 (2024): Jurnal Lebesgue : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Matematika dan Statistik
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/lb.v5i3.760

Abstract

Heavy lift delivery activities are complex and complicated, the handling process is also different when compared to loads in general due to excess dimension factors, both length, width, and height. There are constraints and risks in the delivery of heavy equipment. This study aims to analyze operational risks arising from heavy equipment delivery activities at PT Daily Express Cargo. By analyzing the risks that may occur, it is expected that the company can take the right decisions and actions to overcome the risks. The research method used is the Enterprise Risk Management (ERM) method with descriptive analysis and qualitative approach. Data collection techniques through in-person interviews and questionnaires. In this study, twenty operational risks were found. After identification and risk assessment, there are four risk levels, namely high, medium, low, and very low levels. At a high level there are 2 risks, at a medium level there are 5 risks, at a low level there are 5 risks, and at a very low level there are 8 risks. Each risk that arises requires appropriate risk control tailored to its type