Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Video Animasi untuk Pembelajaran Pantun di Kelas V Sekolah Dasar Nur Amalia Putri; Prana Dwija Iswara; Ani Nur Aeni
Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 8 No. 2 (2024): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jipp.v8i2.72732

Abstract

Kurangnya minat peserta didik dalam mempelajari mata pelajaran Bahasa Indonesia khususnya materi pantun. Tak hanya itu, peserta didik seringkali merasa bosan jika pembelajaran tidak menggunakan media pembelajaran yang nyata. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah untuk mengembangkan produk media pembelajaran yang disebut animasi video KATUN (Kania Berpantun). Model Hannafin dan Peck digunakan dalam proses pengembangan animasi video, yang meliputi tiga langkah: analisis, desain, dan implementasi. Metode pengumpulan data ini menggunakan metode angket dan tes. Penelitian ini melibatkan beberapa subjek yaitu 1 ahli materi, 1 ahli media pembelajaran, 5 uji coba individu, 20 peserta didikuji coba kelompok kecil, 44 peserta didiksebagai pengguna produk pada tahap diseminasi, dan 3 wali kelas kelas V sebagai asesor pengguna produk. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan program SPSS versi 26. Validitas materi kurang lebih 82,5%, dan validitas media pembelajaran kurang lebih 90%. Uji coba perorangan dengan rata-rata 85%, 95%, 95%, 90%, 85%, dan uji coba kelompok kecil dengan rata-rata 85%. Hasil evaluasi produk saat diimplementasikan di sekolah yang berbeda adalah 92,9% untuk VA dan 88,75% untuk VB. Hasil pengujian produk oleh guru kelas V sebagai pengguna produk adalah 76,6%, 80%, dan 87%. Hasil uji hipotesis menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta didik dalam mempelajari dan membuat pantun.  Disimpulkan bahwa video animasi KATUN (Kania Berpantun) mudah digunakan dan membantu dalam proses pembelajaran.   
Retail Transformation in the Digital Era: A Systematic Literature Review Nur Amalia Putri; Shyva Nadhilah
IJESM Indonesian Journal of Economics and Strategic Management Vol. 3 No. 2 (2025): July (2025)
Publisher : Draf Solusi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69718/ijesm.v3i2.449

Abstract

Transformasi digital telah menjadi pendorong utama perubahan struktural dan strategis dalam industri ritel global. Penelitian ini bertujuan untuk menyintesis literatur akademik terkini mengenai digitalisasi dalam sektor ritel melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Sebanyak 10 artikel dari jurnal internasional bereputasi yang terbit antara tahun 2016-2022 dianalisis secara tematik guna mengidentifikasi tren, kontribusi teoretis, pendekatan metodologis, serta celah penelitian (research gap) yang masih terbuka. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar studi berfokus pada aspek konseptual, seperti inovasi model bisnis, ekosistem digital, dan pengalaman pelanggan, namun belum banyak didukung oleh data empiris yang solid. Selain itu, terdapat bias geografis yang signifikan karena mayoritas penelitian dilakukan di negara maju, sementara konteks negara berkembang dan pelaku usaha kecil masih jarang dibahas. Beberapa celah utama yang teridentifikasi meliputi kurangnya model implementasi strategis digitalisasi, minimnya integrasi dimensi value creation–delivery–capture, serta lemahnya analisis kinerja digital (performance metrics). Studi ini merekomendasikan perlunya pendekatan lintas disiplin dan lintas konteks geografis untuk memahami kompleksitas transformasi digital secara lebih holistik. Hasil SLR ini diharapkan dapat menjadi dasar konseptual untuk pengembangan kerangka kerja digitalisasi ritel serta arahan penelitian masa depan yang relevan.
Narrating Unity and Power: Economic Discourse as Ideological Text in President Prabowo’s D-8 Summit Speech Nur Amalia Putri; Istanti Hermagustiana; Aridah Aridah
International Journal of Education, Vocational and Social Science Vol. 5 No. 01 (2026): International Journal of Education, Vocational and Social Science( IJVESS)
Publisher : Cita konsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijevss.v5i01.2775

Abstract

Political speeches delivered in international forums may be read not only as policy statements but also as ideological texts that construct collective identity and narrate power relations. This article examines President Prabowo Subianto’s speech at the D-8 Summit as a literary-discursive artifact that articulates economic unity as a central ideological narrative of the Global South. Drawing on Norman Fairclough’s Critical Discourse Analysis, the study adopts a qualitative textual approach to analyze lexical patterns, repetition, modality, and evaluative language. The findings indicate that the speech employs economic statistics, historical allusions, and moral appeals to produce a narrative in which unity signifies strength, fragmentation signifies vulnerability, and cooperation becomes a moral and political obligation. References to justice, inclusivity, and solidarity with Palestine further position the D-8 within a shared postcolonial consciousness. The study argues that the speech functions as a narrative of resistance that reimagines economic cooperation as cultural and ideological power. By treating political discourse as a literary text, this article contributes to literary studies by demonstrating how language, ideology, and power intersect in contemporary global narratives.