Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat

Pelatihan Meningkatkan Kecerdasan Emosional dan Spiritual Penyintas Covid-19 di Desa Begajah, Sukoharjo Lilis Suryani; Tri Pitara Mahanggoro
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.53.1095

Abstract

Desa Begajah memiliki penyintas Covid-19 cukup banyak, bahkan ada beberapa warga yang meninggal karena Covid-19. Dalam rangka membantu pemerintah Desa Begajah untuk menanggulangi pandemi Covid-19 dilaksanakan pengabdian masyarakat yang bertujuan meningkatkan kecerdasan emosional dan spiritual para penyintas Covid-19 dan mengaktifkan kembali kader posyandu lansia Desa Begajah. Kegiatan pengabdian dalam bentuk penyuluhan dan pelatihan dilakukan di Balai Pertemuan Desa Begajah, pada tanggal 8 Maret 2022. Peserta yang hadir sejumlah 80 orang, terdiri dari Kepala Desa Begajah, staf Puskesmas, kader posyandu, dan warga masyarakat. Penyuluhan dan pelatihan berisi tentang peranan posyandu selama pandemi Covid-19 dan pelatihan cara menghadapi Covid-19 agar tidak panik, meningkatkan imunitas, dan kapasitas spiritual dalam bentuk tawakal kepada Allah. Penyuluhan diawali dengan pretest, pemaparan materi, diskusi, posttest dan penyerahan hibah peralatan untuk menunjang kegiatan posyandu. Hasil pretest menunjukkan bahwa mayoritas kader memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang penyakit degeratif, cara melakukan pemeriksaan tekanan darah menggunakan tensimeter, dan mampu menyebutkan kegiatan posyandu. Warga juga memiliki tingkat kecerdasan emosional dan spiritual yang cukup tinggi dalam menghadapi pandemi Covid-19. Kepala desa dan kader posyandu menyambut positif kegiatan penyuluhan yang berkesinambungan agar para kader posyandu memiliki pengetahuan yang respresentatif. Kesimpulan penyuluhan dan pelatihan tentang meningkatkan kecerdasan emosional dan spiritual selama pandemi Covid-19 penting dilakukan sebagai upaya tindakan preventif dan promotif penyakit degeneratif dan psikosomatik
Optimalisasi Peran Kader Posyandu dalam Meningkatkan Kesehatan Lanjut Usia Lilis Suryani; Tri Pitara Mahanggoro
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.53.1096

Abstract

Noyokerten merupakan salah satu dusun di Kelurahan Sendangtirto, Berbah, Sleman. Dusun ini memiliki wisata religi berupa Masjid Sulthoni dan Makam Purbaya. Banyak istri pengurus makam dan takmir yang menjadi kader kesehatan. Selama pandemi Covid-19, kegiatan posyandu lansia berhenti. Tujuan pengabdian ini adalah mengaktifkan kembali kader posyandu lansia dan melatih ibu-ibu PKK Dusun Wotgaleh cara membuat jahe instan melalui sosialisasi peran kader posyandu dalam meningkatkan kesehatan lansia. Kegiatan pengabdian dalam bentuk penyuluhan dan pelatihan dilakukan di rumah Kadus Noyokerten, tanggal 7 Februari 2022. Jumlah peserta yang hadir 30 orang, terdiri dari kader posyandu dan ibu-ibu PKK. Penyuluhan berisi tentang penyakit degeneratif pada lansia dan peranan posyandu selama pandemi Covid-19. Penyuluhan diawali dengan pretest, pemaparan materi, diskusi, posttest, dan penyerahan hibah pengabdian yang berupa peralatan untuk menunjang kegiatan posyandu. Pelatihan pembuatan jahe instan disampaikan oleh mahasiswa KKN yang sebelumnya sudah dilatih. Hasil pretest menunjukkan bahwa mayoritas kader memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang penyakit degeratif, cara melakukan pemeriksaan tekanan darah menggunakan tensimeter, dan mampu menyebutkan kegiatan posyandu. Peserta menginginkan ada penyuluhan yang berkesinambungan agar mereka memiliki pengetahuan yang respresentatif sebagai kader kesehatan tingkat dusun. Kesimpulan penyuluhan tentang kesehatan lansia penting dilakukan sebagai upaya tindakan preventif dan promotif berkaitan dengan penyakit degeneratif