Pandu Galeh Permana
Universitas PGRI Madiun

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Media Pembelajaran Tematik Berbasis Google Site Untuk Kelas 5: Tema 3 Subtema 1 Materi Sistem Pencernaan Pada Hewan Deswina Fitria Kurniawati; Pandu Galeh Permana; Prestyan yuli Styawan; Annisa Safa N; Anisa Lailatul Fadlilah; Riska Awalulhikmah; Liya Atika Anggrasari
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 3, No 3 (2024): Tantangan dan Peluang dalam Menghadapi Revolusi Digital Dunia Pendidikan: Perspe
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu keunggulan pengembangan media pembelajaran tematik berbasis Google Site adalah kemudahan dalam mengakses dan menyajikan informasi. Dengan Google Site, guru dapat dengan mudah menyusun dan mengelompokkan berbagai materi pembelajaran berbentuk gambar , teks, video, dan audio sesuai dengan tema pembelajaran yang akan disampaikan.  Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif adalah cara penelitian yang didasarkan pada filosofi positivisme atau interpretif. Metode ini digunakan untuk mempelajari keadaan objek dalam kondisi alaminya, di mana peneliti sebagai instrumen utama. Untuk memastikan keakuratannya dilakukan dengan berbagai teknik pengumpulan data. Dalam peneletian ini menggunakan teknik triangulasi (gabungan observasi, wawancara, dokumentasi), Penggunaan media pembelajaran berbasis Google Site telah membawa inovasi yang signifikan dalam dunia pendidikan, terutama dalam memperjelas konsep-konsep sulit seperti sistem pencernaan pada hewan. Dengan adanya aksesibilitas, interaktivitas, dukungan visual, pembelajaran berbasis proyek, dan kemungkinan monitoring dan evaluasi yang diberikan oleh Google Site, diharapkan siswa dapat memahami materi dengan lebih baik. Meskipun terdapat tantangan seperti ketersediaan sarana dan prasarana, kerjasama antara guru, orang tua, siswa, dan pihak sekolah dapat mengatasi hal tersebut. Dengan terus mengembangkan kemampuan dalam memanfaatkan media pembelajaran inovatif seperti Google Site, diharapkan kualitas pembelajaran dan pemahaman siswa terhadap materi akan meningkat secara signifikan
Pendampingan PENDAMPINGAN LOMBA CIPTA BACA PUISI DALAM RANGKA MEMPERINGATI HARI PAHLAWAN SISWA KELAS TINGGI SDN BANGET 01: LOMBA CIPTA BACA PUISI Luthfia Kurnia Putri; Bakti Kusuma Rahayu; Rara Pramesti Wandansari; Pandu Galeh Permana; Dewi Tryanasari
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan meningkatkan kemampuan literasi baca-tulis serta menanamkan nilai kepahlawanan pada siswa sekolah dasar melalui lomba cipta dan baca puisi dalam rangka memperingati Hari Pahlawan. Permasalahan yang melatarbelakangi kegiatan ini adalah rendahnya kemampuan literasi kreatif siswa, khususnya dalam mengekspresikan ide secara tertulis dan lisan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, yang dilaksanakan di SDN Banget 01 pada tanggal 10 November 2025 dengan melibatkan 19 siswa kelas IV, V, dan VI. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan interaksi langsung selama proses pembinaan hingga pelaksanaan lomba. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan siswa dalam memilih diksi, menyusun bait puisi, serta menyampaikan makna melalui pembacaan puisi dengan lebih percaya diri. Pendekatan deep learning yang diterapkan mendorong siswa memahami makna puisi secara lebih mendalam melalui refleksi nilai kepahlawanan dan pengaitan dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, interaksi sosial antara siswa, mahasiswa KKN, dan guru berkontribusi terhadap keberhasilan program melalui proses diskusi, bimbingan, dan kolaborasi. Secara keseluruhan, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan literasi siswa, tetapi juga menumbuhkan kreativitas, kepercayaan diri, serta apresiasi terhadap nilai sejarah dan budaya, sehingga layak dikembangkan sebagai program literasi berkelanjutan di sekolah.