Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Model Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) dengan Pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Kelas IV SDN Sidorejo 02 Ihwan Rosadi; Octarina Hidayatus S; Sri Endah Wahyuningtyas
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 3, No 3 (2024): Tantangan dan Peluang dalam Menghadapi Revolusi Digital Dunia Pendidikan: Perspe
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berpikir kritis siswa adalah keterampilan siswa dalam mengamati, menanya, melakukan percobaan, melngintelrpreltasi data hasil pelrcobaan, melnganalisis, dan melngambil kelputusan yang telpat. Kelmampuan belrpikir kritis melrupakan keltelrampilan abad 21 yang sangat dibutuhkan. Guru pelrlu untuk melmbantu siswa melningkatkan daya kelmampuan belrpikir kritis melrelka mellalui prosels pelmbellajaran. Pelnellitian ini belrtujuan untuk melningkatkan kelmampuan belrpikir kritis siswa pada pellajaran matelmatika matelri data dan tabell mellalui modell Procelss Orielnteld Guideld Inquiry Lelarning (POGIL) delngan pelndelkatan Telaching at thel Right Lelvell (TaRL). Jelnis pelnellitian ini adalah Pelnellitian Tindakan Kellas. Pelnellitian ini telrdiri dari dua siklus. Masing-masing siklus melliputi pelrelncanaan (planning), pellaksanaan (acting), pelngamatan (obselrvasing), dan relflelksi (relflelcting). Subjelk dalam pelnellitian ini adalah 12 siswa kellas IV SDN Sidoreljo 02 Kabupateln Madiun. Data dipelrolelh dari hasil nilai tels dan obselrvasi hasil bellajar siswa. Analisis data dibuat selcara delskriptif kualitatif dipelrselntaselkan. Indikator dalam pelnellitian ini apabila telrjadi pelningkatan nilai rata-rata kelmampuan belrpikir kritis siswa selrta keltuntasan selcara klasikal 75%. Hasil pelnellitian melnunjukan modell Procelss Orielnteld Guideld Inquiry Lelarning (POGIL) delngan pelndelkatan Telaching at thel Right Lelvell (TaRL) dapat melningkatkan kelmampuan belrpikir kritis siswa pada matelri Data dan Tabell. Hal telrselbut dapat dibuktikan delngan pada PraSiklus melnghasilkan prelselntasi dari kellima komponeln kelmampuan belrpikir kritis delngan kisaran 22,8%; 25,3%; 22,8%, 20% dan 22% yang melngkatelgorikan hasil kelmampuan belrpikir kritis siswa pada tahap pra siklus. Melnghasilkan komponeln hasil bellajar yang melningkat melnjadi 47,1%; 52,5%; 58,5%; 49,2% dan 52,5% yang melmiliki katelgori seldang. Dalam siklus II melnghasilkan komponeln hasil bellajar yang melningkat dibanding siklus I yaitu 80,7%; 79,7%; 85%; 77,1% dan 92,1% delngan katelgori tinggi. Hasil pelmbellajaran pelningkatan keltelrampilan belrpikir kritis siklus I adalah  51,86% belrada dikritelria cukup tuntas, seldangkan siklus II adalah 82,92% belrada dikritelria tuntas karelna sudah mellelbihi nilai keltuntasan klasikal yakni ≥ 80%.
Peningkatan Aktivitas dan Prestasi Belajar IPAS Materi Kekayaan Budaya Indonesia Melalui Circ Kelas 4 Sekolah Dasar Moch. Lutkhi Azhari; Octarina Hidayatus S; Endang Suprihatin
Lencana: Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2025): Januari : Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/lencana.v3i1.4457

Abstract

This research aims to improve learning activities and achievement in science and technology on Indonesian Cultural Wealth material through the Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) learning model in grade 4 of elementary school. This research uses a Classroom Action Research (PTK) approach with a two-cycle system. This research was conducted on grade 4 students at SDN Bantengan 01, Wungu District, Madiun Regency. Research data was collected through observation and tests. Data analysis was carried out using a descriptive approach that focused on students' learning activities and achievements, as well as the learning implementation process. The research results showed that students' science and science learning achievement increased in the percentage of classical learning completion from 30.76% (4 out of 13 students) in the initial test to 84.61% (11 out of 13 students) in Cycle II. The percentage of learning completeness (classical) in Cycle II has met the predetermined target, namely 80% of all students achieved a score ≥ 70 (complete learning). Student activity in learning has also increased. This is evidenced by the increase in the percentage of classically active students from 30.76% (4 out of 13 students) in Cycle I to 76.92% (10 out of 13 students) in Cycle II. The percentage of classical student activity in Cycle II has met the specified target, namely ≥ 70%.