Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KARAKTERISTIK DAN KEUNIKAN AL-QUR’AN SENTRAL KAJIAN STUDI ISLAM A, Sobri
Jurnal An-Nahdhah Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ALLAH SWT menurunkan al-Qur’an kepada Nabi Muhammad saw misinya adalah untuk menghantarkan ummat manusia dari wajah kegelapan dan kebodohan menuju cahaya atau pencerahan ummat Islam, sehingga Muslim benar-benar menjadi ummat yang terbaik dan Insan paripurna di muka bumi. Ummat yang didambakan Allah swt adalah ummat yang memiliki keistimewaan dengan karakteristik tertentu yang tidak dimiliki oleh ummat lain. Nabi dan rasulnya juga memilki keistimewaan dengan karakteristik tersendiri yang tidak dimiliki oleh nabi dan rasul lain. Agama yang dianut ummat ini juga istimewa, dengan ciri khas yang tidak ada pada agama yang lain, demikian pula kitab sucinya memilki multi konsep dan petunjuk mengatur lalulinta kehidupan manusia.  Ada beberapa ulama yang menulis kitab yang membahas ciri khas agama Islam menurut  kitab Al-Khasha’ish al-‘Ammah li al-Islam karangan yusuf Qardhawi. Al-Jauzi menyebutkan ada 30 (tiga puluh) ciri khas yang harus dimiliki ummat Islam. Hal ini bisa dilihat karyanya Fanun al-Afnan fi Uyun ‘Ulumul al-Qur’an, dan keistimewaan yang dimiliki Rasulullah saw yang terdapat dalam Khasha’ish al-Kubra karya as-Suyuti.  Maka dengan demikian, bukan hal aneh, jika para ulama memberikan perhatian khusus kepada karakteristik al-Qur’an. Sebagian karakteristik alQur’an terdapat dalam karya Khasa’ish al-Qur’an al-Karim (Rummi : 1411). Sebagian ulama lain membahas karakteristik al-Qur’an yang menjadi inti pembahasan mereka berkisar pada masalah Ulumul Qur’an. Sementara sebagian yang lain lagi membahas dalam buku tersendiri. Untuk itu penulis mencoba mengkolaborasikan dari  beberapa referensi atau pendapat tentang karakateristik dan keunikan yang dimiliki al-Qur’anul-Kabir.   Kata Kunci: Karakteriktik, Keunikan Al Qur’an
CORAK ETIKA PENDIDIKAN POLITIK PERSFEKTIF ISLAM A, Sobri
Jurnal An-Nahdhah Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENDIDIKAN POLITIK pada lembaga pendidikan kita, telah diperkenalkan dalam materi mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, tetapi konsentrasinya adalah masih terbatas pada sebuah kajian tentang sistem dan bentuk pemerintah dan lembaga serta proses politik yamg di sebut Ilmu Politik atau politikologi. Isue ini sebenarnya telah dikenal oleh ummat manusia sejak zaman Plato dengan gagasan REPUBLIK nya, dan dilanjutkan oleh Aristoteles dengan sebutan POLITIK, kemudian berkembang terus sampai pada teori-teori politik terkenal seperti teori Machiavell, Bodin, Hobbes, Locke, Montesquieu, Bantham dan Karl Marx. Pada umumnya, kajian yang mereka lakukan oleh tokoh atau pakar tersebut berkenaan dengan sifat negara, kedaulatan dan pemerintahan. Namun, dewasa ini studi ini lebih ditekankan pada perhimpunan masyarakat, watak kelompok-kelompok kepentingan dan proses pengambilan keputusan.Pada tulisan ini, kami tidak akan membahas Ilmu Politik tersebut, karena secara umum teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli tentang masalahmasalah pemerintahan suatu negara boleh dikatakan tidak ada problem. Tapi pada dataran aplikasi dari teori itu banyak menimbulkan persoalan yang pada gilirannya dapat memicu kerawanan sosial, kekacauan, kegaduhan dan tak mustahil mengakibatkan rusaknya tatanan sosial, disintegrasi bangsa, suku,agama, infrastruktur negara dan sebagainya.Bahkan bisa menimbulkan api perpecahan antar kelompok, suku bahkan antar bangsa dan negara. Kondisi seperti ini yang digambarkan itulah yang menyebabkan timbulnya berbagai kekerasan ditengah masyarakat sebagaimana fotret dalam berbagai aktivitas anarkis yang marak akhir-akhir ini di tanah air kita, bahkan sampai sekarang belum terlihat tanda-tanda akan berakhir. Pada tingkat Internasional, kondisi tersebut juga terjadi, seperti tampak kekerasan yang dilakukan oleh Rusia, Serbia,Israel dan Amerika dan lain-lain.Fakta yang dikemukan itu membuktikan bahwa dunia sekarang sudah tidak bersahabat lagi, kedamaian yang didambakan oleh setiap insan tampak makin jauh dari harapan. Apakah dengan makin maraknya pembentukan partaipartai baru di dunia perpolitikan di Indonesia akan makin aman ???. Atau malah sebaliknya, situasi akan makin kacau, visi misi reformasi belum mmenuhi harapan publik, harga sembako selalu naik, sering terjadi sengketa hasil pilkada, listrik sering eror,tingkat pemerkosaan hukum makin banyak, bahkan yang memilukan hati kita Partai itu sendiri yang menabuhkan dilema sehingga iklim bangsa dan negara tidak kondusif, dan lain sebagainya. Dan muaranya rakyat juga yang menjadi korban ???. Jika ini yang terjadi dihadapan kita, apa artinya mendirikan Partai Politik ???. problematika realitas inilah yang akan penulis bedah dengan berpijak pada landasan al-Quran dan Hadits.