Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Melacak Bahan Bakar Minyak Palsu dengan Sistem Marker Subardjo Pangarso; Desrina; Yuflinawati Away
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 23 No. 1 (1989): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Empat jenis produk bahan bakar minyak yang dipergunakan masyarakat luas di Indonesia adalah kaerosine, solar, bensin premium, danbensin super. Perbedaan harga yang menonjol memberi dorongan untuk memetik keuntungan dengan membaurkan bahan bakar yang murah ke dalam bahan bakar yang mahal. Kerosin, bahan bakar yang harganya sangat murah, dapat dipalsukan atau dibaurkan ke dalam minyak solar atau bensin premium maupun super sekitar 20% colume.
PENGARUH PENCAMPURAN KEROSIN TERHADAP SOLAR Subardjo Pangarso
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 20 No. 1 (1986): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh percampuran kerosin terhadap minyak solar. Sarana yang akan dicapai adalah seberapa jauh pengaruh kerosin terhadap spesifikasi yang telah ditetapkanbagi minyak solar yang beredar di pasaran Indonesia.
EFEKTIVITAS ADITIF PENURUN TITIK TUANG TERHADAP MINYAK BUMI DAN MINYAK BAKAR Subardjo Pangarso
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 19 No. 3 (1985): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jenis minyak bumi (crude oil) Indonesia sebagian besar bertendensi parafinik, di mana dari jenis minyak bumi akan berpengaruh terhadap kualitas produknya. Peranan efektivitas dari aditif penurun titik tuang (Pour Point Depressant) ini di Indonesia sangat besar artinya terhadap minyak bumi ataupun beberapa produknya, karena sifat produknya juga bertendensi parafinik untuk produk tengahan dan berat (middle and heavy products). Misalnya, minyak bakar akan mempunyai kualitas pembakaran yang tinggi tetapi selalu terbentur pada masalah titik tuang (pour point) yang terlalu tinggi.