Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PRODUKSI BIOBUTANOL SEBAGAI BAHAN BAKAR TERBARUKAN MELALUI PROSES FERMENTASI Yanni Kussuryani; Devitra Devitra Saka Rani
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 49 No. 2 (2015): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Butanol merupakan salah satu energi alternatif sebagai bahan bakar campuran/pengganti bensin.Kandungan energi dari butanol mendekati bensin premium sehingga konsumsi bahan bakar serupadengan bensin murni.Beberapa keuntungan butanol sebagai campuran bensin antara lain: tidakkorosif,kurang menyerap air,dan memiliki tekanan uap yang rendah. Butanol dapat ditambahkandi kilang dan diangkut/dikirimkan melalui infrastruktur yang sudah ada. Butanol yang dihasilkandari proses fermentasi biomassa biasa disebut biobutanol.
STUDI MICROBIAL ENHANCED OIL RECOVERY SKALA LABORATORIUM DAN PENERAPANNYA DI LAPANGAN MINYAK Yanni Kussuryani
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 50 No. 1 (2016): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Microbial Enhanced Oil Recovery (MEOR), merupakan teknologi yang dapat meningkatkan perolehanminyak dengan memanfaatkan aktivitas mikroba. Kegiatan penelitian MEOR dimulai dari isolasi danidentifi kasi mikroba; uji tabung guna menentukan mikroba dan nutrisi yang cocok untuk reservoir tertentu; ujiMicrobial Core Flooding/MCF dan uji coba MEOR di lapangan. Melalui uji tabung dan MCF, telah diperolehmikroba dan nutrisi potensial yaitu kultur campuran dari sumur LDK 230 dengan starter KKL 11 dan mediumM4 plus. Namun untuk uji coba lapangan berbagai faktor seperti kesesuaian antara karakteristik reservoir,kinerja mikroba dalam menghasilkan bioproduk, dan kondisi operasi masih perlu dipertimbangkan untukkeberhasilan teknologi MEOR, sehingga dapat diimplementasikan untuk peningkatkan perolehan minyak.
Reduksi Gas CO2 oleh Mikroalga Scenedesmus sp. pada Fotobioreaktor Tertutup dengan Variasi Konsentrasi Gas CO2 Rino Nirwawan; Yanni Kussuryani; Dhiti Adiya Hanupurti
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 48 No. 1 (2014): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu metode potensial yang dapat digunakan untuk reduksi CO2 adalah memanfaatkan aktivitas mikroalga melalui proses fotosintesis. Mikroalga adalah bioagen yang mampu menangkap CO2 dan mengubahnya menjadi karbohidrat untuk menambah pertumbuhan populasinya. Banyaknya CO2 yang digunakan dapat mencapai hampir dua kali lipat dari berat kering biomassa yang dihasilkan. Tujuan kegiatan ini adalah mengkaji kemampuan mikroalga Scenedesmus sp dalam mereduksi gas CO2 pada suatu fotobioreaktor skala pilot dengan memvariasikan konsentrasi gas CO2 yang diinjeksikan ke dalam sistem. Penelitian dilakukan di Lapangan Gas Subang selama tujuh hari. Komposisi gas CO2 yang digunakan adalah ±98%. Sistem operasi adalah sistem batch dan media pertumbuhan yang digunakan adalah media “Sederhana 2”. Pada penelitian ini digunakan empat rangkaian fotobioreaktor dengan volume operasi masing-masing adalah 60 Liter. Masing-masing fotobioreaktor divariasikan perbandingan jumlah gas CO2 dan udara yang diinjeksikan, yaitu 0:100% (fotobioreaktor 1) yang berfungsi sebagai kontrol, 10:90% (fotobioreaktor 2), 30:70% (fotobioreaktor 3) dan 50:50% (fotobioreaktor 4). Kepadatan sel, optical density (OD), pH, dan berat kering digunakan sebagai parameter pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reduksi gas CO2 tertinggi terdapat pada fotobioreaktor 2 yang terjadi pada hari ke-3 operasi, yaitu sebesar 8,09x10-5 gram dengan nilai kepadatan sel 23,87 x 106 sel/mL. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penambahan 10% gas CO2 ke dalam fotobioreaktor dapat meningkatkan pertumbuhan mikroalga Scenedesmus sp.
EFFECT OF DIETANOLAMIDE (DEA) SURFACTANT ADDITION AND DEEP-SEA BACTERIA ACTIVITIES ON THE BIODEGRADABILITY OF ARTIFICIAL OILY WASTEWATER IN SEAWATER MEDIA Syafrizal Syafrizal; Rendy Budi Prastiko; Tri Partono; Yanni Kussuryani
Scientific Contributions Oil and Gas Vol 41 No 2 (2018)
Publisher : Testing Center for Oil and Gas LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/SCOG.41.2.338

Abstract

Marine oil spills have bad impacts on the marine biota. Oil spill mitigation that is currently safe, effi cient, relatively cheap and easy to implement is bioremediation, that is degradation of oil spills biologically using microorganisms. Petroleum will be more easily dispersed in water when surfactants are added. The surfactants have the ability to increase the bioavailability of petroleum to facilitate bacteria contact with carbon sources as their feed. This study was intended to test the effect of addition of diethanolamide (DEA) surfactants to improve the ability of bacteria to degrade hydrocarbon compound in the seawater media. The biodegradation experiment was conducted in 8-liter seawater media and the ability of DEA surfactants to reduce surface tension, oil content, pH and nutrients on days 0, 1, 3, 6 and 10 were observed. GC-MS analysis was conducted to detect chemical component changes in petroleum. A bacterial consortium of Enterobacter sp., Pseudomonas sp., and Raoultella sp. was utilized. The oil was degraded up to 65.52% with biodegradation rate k = -0.1054 t in the media added with DEA surfactants. The aliphatic fraction detected was C17-C31 n-alkane compound and after biodegradation it became C20- C31. The results showed that DEA surfactants were able to improve the ability of bacterial consortium to degrade petroleum.
Surfactant Utilization In Oil Sludge Biode Gradation Using Slurry Bioreactor Syafrizal Syafrizal; Devitra Saka Rani; Yanni Kussuryani
Scientific Contributions Oil and Gas Vol 32 No 3 (2009)
Publisher : Testing Center for Oil and Gas LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/SCOG.32.3.851

Abstract

Oil sludge from petroleum industry effluent is classified as hazardous waste and requiredspecial treatment before discharge to the environment. Biodegradation using bacterialactivities is a general treatment for oil sludge processing. However, the bacterial abilityin oil sludge biodegradation is blocked by non-aqueous phase liquid of oil sludge. Twopossible ways of enhancing the bioavailability of oil sludge are surfactants application and slurry bioreactors system. The objective of this study is to obtain the surfactant which can increase oil sludge biodegradation using simple slurry bioreactor. The surfactant selection obtained Emulsogen LP (58% effectiveness) which was examined based on HLB value, nonionic character, and surfactant effectiveness. Emulsogen LP is readily biodegradable which reached 93% biodegradability in 15 days. The biodegradation test showed that Emulsogen LP addition on its Critical Micelle Concentration (10 mg/L) enhanced oil sludge biodegradation in 3 bacterial cultures of Pseudomonas aeruginosa, Bacillus subtilis, and Actinobacter baumanni after 48 hours. By surfactant addition, oil sludge biodegradation reached 37-49% whereas without surfactant addition it only reached 28-33%. The highest oil sludge biodegradation was obtained in P. aeruginosa cultures with Emulsogen LP addition (49%). The surfactant addition had no effect on microbial growth. Moreover, P. aeruginosa population was increased by surfactant addition.