Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Evaluation off Lubricant Performance in Light-and Heavy-Duty Diesel Engines in the Application of Biodiesel (B20) M. Hanifuddin; M. Fibria; C.Y. Respatiningsih; S. Widodo; Maymuchar
Scientific Contributions Oil and Gas Vol. 43 No. 2 (2020): SCOG
Publisher : Testing Center for Oil and Gas LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The use of biodiesel as fuel in light- and heavy-diesel engine vehicles in general will negatively affects thelubricant performance. the changes in lubricants properties during the use of B20 were investigated. Two type ofvehicles engines were used, namely heavy duty and light duty diesel engines. The road test was carried out until40,000 km, while the lubricant was drained and analysed only for 10,000 km of distances. The laboratory testwas conducted to observe both fresh and used lubricants. The results show that the biodiesel dilutions were lessthan 2% both in light- and heavy-duty diesel engines. The kinematic viscosities of 4 samples of used lubricantsin light-duty diesel engine were decreased in the ranges of 0.58 - 7.5%, while in heavy-duty diesel engines were4.66-16.04% from the initial values. The decreasing of TBNs were less than 14% in light-duty diesel engine andfewer than 16% in heavy-duty diesel engine fuelled by biodiesel (B20). Meanwhile, the acidity of used engine oilwas increased until 173% for light-duty diesel engine and 63% heavy-duty diesel engine compare to the initialvalues. The results show that the metal additives decreased while wear metal increased. According to this study, theincreasing of wear metal (copper) in the used lubricants were less than 23% in light-duty diesel engine and lowerthan 26% in heavy-duty diesel engine fuelled by biodiesel (B20). Meanwhile, the lead contents of used engine oilwere increased to 3.2 ppm in heavy-duty diesel engine and was not detected in light-duty diesel engine. After all,this work found that the lubricants exhibit good performances in the light- and heavy-duty diesel engines fuelledby B20. The changes of some critical properties were still in the acceptable values regarding to the specificationas required in the SNI-7069-5 (2021).
PENELITIAN DURABILITAS MINYAK LUMAS MESIN SEPEDA MOTOR SAE 10W-40, API SL/JASO MB MELALUI UJI JALAN Rona Malam K; M. Hanifuddin; Tri Purnami
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 49 No. 3 (2015): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan minyak lumas yang tepat akan berpengaruh pada kinerja mesin yang baik, sehingga masa pakai mesinkendaraan lebih lama dan meningkatkan efi siensi secara keseluruhan. Penelitian ini dilakukan dengan cara membuatminyak lumas untuk kendaraan sepeda motor SAE 10W 40, API SL/JASO MB yang memerlukan spesifi kasi khususdengan kinerja yang optimum, kemudian melakukan uji jalan sampai mencapai jarak tempuh 5000 km. Analisisminyak lumas bekas (used oil) dilakukan untuk mengetahui unjuk kerja minyak lumas dan pengaruh pemakaiannyaterhadap komponen mesin. Hasil analisis menunjukkan bahwa minyak lumas bekas mesin sepeda motor hasilformulasi, hasilnya masih di bawah nilai batas toleransinya, sehingga dapat disimpulkan bahwa durabilitas minyaklumas hasil formulasi ML-F mampu digunakan sampai jarak tempuh 5000 km.
PENELITIAN DURABILITAS MINYAK LUMAS MESIN SEPEDA MOTOR SAE 10W-40, API SL/JASO MB MELALUI UJI JALAN Rona Malam K; M. Hanifuddin; Setyo Widodo
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 50 No. 1 (2016): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan minyak lumas yang tepat akan berpengaruh pada kinerja mesin yang baik, sehingga masa pakai mesinkendaraan lebih lama dan meningkatkan efi siensi secara keseluruhan. Penelitian ini dilakukan dengan cara membuatminyak lumas untuk kendaraan sepeda motor SAE 10W 40, API SL/JASO MB yang memerlukan spesifi kasi khususdengan kinerja yang optimum, kemudian melakukan uji jalan sampai mencapai jarak tempuh 5000 km. Analisisminyak lumas bekas (used oil) dilakukan untuk mengetahui unjuk kerja minyak lumas dan pengaruh pemakaiannyaterhadap komponen mesin.
APLIKASI ADITIF-NANO PEMODIFIKASI GESEKAN (FRICTION MODIFIER) DALAM MENURUNKAN KONSUMSI BAHAN BAKAR SEPEDA MOTOR M. Hanifuddin; Setyo Widodo; Catur Y. Respatiningsih; Milda Fibria; Rona Malam K
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 51 No. 3 (2017): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak lumas berfungsi antara lain untuk mengurangi gesekan dan keausan yang terjadi pada sistem mekanikal suatu peralatan. Aditif yang sering digunakan untuk mengurangi gesekan adalah aditif pemodifi kasi gesekan. Level gesekan yang rendah akan menaikkan efi siensi mesin yang ditunjukkan dengan menurunnya konsumsi bahan bakar, kenaikan output daya, dan penurunan emisi gas buangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja aditif-nano pemodifi kasi gesekan jenis MoS2 pada minyak lumas mesin sepeda motor otomatis terkait kinerja mesin yang disebabkan menurunnya gesekan. Metodologi penelitian ini adalah menggabungkan aditif nano jenis pemodifi kasi gesekan MoS2 ke dalam minyak lumas dasar jenis mineral dan sintetik dengan ditambah dengan aditif lainnya sehingga dihasilkan minyak lumas mesin yang siap diuji jalankan. Uji jalan ditempuh sejauh 3000 km dengan pegambilan data kinerja sepeda motor yang meliputi output power, konsumsi bahan bakar serta uji emisi yang dilakukan pada jarak tempuh 0 km; 1000 km; 2000 km; dan 3000 km; menggunakan dua jenis sepeda motor uji, yaitu jenis Y dan jenis H. Sepeda motor jenis Y menggunakan minyak lumas SAE 10W-40/API SL, sedangkan sepeda motor jenis H menggunakan SAE 10W30/API SL. Sebanyak empat buah sepeda motor digunakan dalam uji jalan, yaitu sepeda motor YR dan HR yang dilumasi dengan minyak lumas tanpa aditif nano sebagai referensi, sedangkan sepeda motor YN dan HN yang dilumasi dengan minyak lumas yang telah diformulasikan dengan aditif-nano pemodifi kasi gesekan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aditif nano berfungsi dengan baik setelah jarak tempuh 1000 km. Semakin jauh jarak tempuh, semakin terlihat pengaruh penambahan aditif nano terhadap power output dan tingkat konsumsi bahan bakar. Peningkatan output daya dan torsi mesin uji maksimal dicapai pada jarak tempuh 3000 km yaitu sebesar 17,53 % dan 17,49 % untuk Motor Y, sedangkan untuk Motor H sebesar 15,04 % dan torsi 9,69%. Penghematan konsumsi bahan bakar maksimal dicapai pada jarak tempuh 1000 km, untuk Motor Y sebesar 68,9% dan Motor H sebesar 60,5 %. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa aditif nano MoS2 menujukkan kinerja yang baik pada pelumas mesin sepeda motor.