Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Gambaran Kualitas Hidup Pada Pasien GGK (Gagal Ginjal Kronis) Yang Menjalani Hemodialisis Kheniva Diah Anggita; Vanika Oktia
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus gagal ginjal dengan terapi hemodialisa meningkat setiap tahunnya. Hal ini berdampak terhadap fisik dan psikologis pasien seperti gejala fisik akibat dari peningkatan ureum dan kreatinin serta kualitas hidup pasien. Kualitas hidup merupakan keadaan dimana seseorang mendapatkan kepuasan atau kenikmatan dalam kehidupan sehari-hari. Indikator dari kualitas hidup diantaranya yaitu, dimensi kesehatan fisik,dimensi kesejahteran pisikologis, dimensi hubungan sosial, dan dimensi kesehatan lingkungan. Penelitian ini dilakukan di RSUP Dr. M.Djamil Padang pada April – Juni 2023. Penelitian ini merupakan Quasi experiment dengan pre-post with control group yang dilakukan pada 36 subjek penelitian kelompok kontrol dan intervensi. Intervensi diberikan selama 5 minggu. Kualitas Hidup diukur menggunakan Kidney Disease Quality of Life Short Form 1.3 (KDQOL-SF 1.3). Hasil uji statistik menunjukkan terdapatnya pengaruh yang significan antara pemberian edukasi gaya hidup multikomponen dibandingkan kelompok kontrol dengan nilai p adalah 0,000. Diharapkan pelayanan kesehatan khususnnya perawat dapat menjadikan edukasi gaya hidup multikomponen sebagai intervensi mandiri dalam peningkatan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. Peningkatan kualitas hidup pada penderita Gagal Ginjal Kronis peran keluarga lebih mengetahui pentingnya dukungan dan motivasi selama terapi hemodialisa sehingga dapat meningkatkan harapan dan kualitas hidup pasien yang lebih tinggi
Psychological First Aid Untuk Korban Bencana Dari Kelompok Rentan: Kajian Literatur Dan Implikasi Praktis Vanika Oktia; Kheniva Diah Anggita
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 13 (2024)
Publisher : Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Psychological First Aid (PFA) adalah intervensi awal yang dirancang untuk membantu individu yang mengalami stres dan trauma setelah bencana. Artikel ini mengeksplorasi efektivitas PFA dalam mendukung korban dari kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan orang dengan gangguan kesehatan mental. Melalui tinjauan literatur dari berbagai studi terkini, artikel ini bertujuan untuk menilai bagaimana PFA dapat diterapkan secara efektif pada kelompok rentan dan memberikan rekomendasi untuk praktik intervensi yang lebih baik
Dukungan Keluarga Dan Kekambuhan Pasien Skizofrenia: Kajian Literatur Vanika Oktia
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 12 (2024)
Publisher : Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan mental kronis yang seringkali disertai dengan kekambuhan, yang berdampak negatif pada kualitas hidup pasien. Dukungan keluarga telah diidentifikasi sebagai faktor penting dalam manajemen skizofrenia, yang dapat mempengaruhi kepatuhan terhadap pengobatan dan mengurangi frekuensi kekambuhan. Artikel ini merupakan kajian literatur yang mengevaluasi peran dukungan keluarga dalam mengelola kekambuhan pasien skizofrenia. Hasil kajian menunjukkan bahwa dukungan emosional dan praktis dari keluarga berkontribusi pada stabilitas psikologis pasien dan pengurangan gejala. Namun, beban yang dirasakan oleh anggota keluarga dapat mempengaruhi efektivitas dukungan yang diberikan, meningkatkan risiko kekambuhan. Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan strategi yang memperkuat dukungan keluarga dan mengatasi tantangan yang dihadapi oleh anggota keluarga dalam perawatan pasien. Dengan demikian, intervensi yang dirancang untuk mendukung peran keluarga dapat meningkatkan hasil perawatan dan mengurangi frekuensi kekambuhan pada pasien skizofrenia