World Health Organization (WHO) tahun 2018 prevalensi pemakaian alat kontrasepsi mencapai 57,8 persen. Sedangkan tahun 2019 pemakaian alat kontrasepsi mencapai 63,4 persen dan tahun 2020 pemakaian alat kontrasepsi mencapai 68,6 persen. Untuk di Negara Asia dan Amerika Latin, dan terendah di Sub-Sahara Afrika. Di Afrika dari 23,6 persen menjadi 28,5 persen, di Asia telah meningkat sedikit dari 60,9 persen menjadi 61,8 persen, sedangkan di Amerika Latin dan Karibia tetap stabil pada 66,7 persendan 72,5 persen. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui hubungan pendidikan, pengetahuan, dan dukungan suami dengan minat akseptor KB dalam memilih alat kontrasepsi implan di PMB Kasmiza Kecamatan Payung Kabupaten Bangka Selatan Tahun 2023. Penelitian survey analitikdengancross sectional. Populasi penelitian ini adalah semua akseptor KB aktif di PMB Kasmiza Kecamatan Payung Kabupaten Bangka Selatan tahun 2023 berjumlah 245 orang dan besar sampel yang digunakandalampenelitianiniadalah71respondendenganmenggunakanteknikpengambilansampelpurposive sampling.Analisis data menggunakan uji statistic Chi Square dengan hasil penelitian p value ≤ nilaiα (0,05). Hasil penelitian ini dari 71 responden pendidikan tinggi 57,6%% dan hubungan pendidikan dengan pemilihan kontrasepsi implan (p-value = 0,000), pengetahuan baik 50% dan hubungan pengetahuan dengan pemilihan kontrasepsi implan (p-value = 0,002) sedangkan, dukungan sumi56,8% dan hubungan dukungan suami dengan pemilihan kontrasepsi implan (p-value = 0,000). Bidan diharapkan dapat dijadikan masukan dalam meningkatkan cara konseling pada akseptor KB terutama dalam minat akseptor KB dalam memilih alat kontrasepsi implan