Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN KETRAMPILAN PERTOLONGAN PERTAMA MELALUI FIRST AID CAMP DI PONDOK PESANTREN PUTRA ASHABUL QUR’AN Andrye Fernandes; Yessi Andriani; Aldo Yuliano; Muhammad Arif; Defprimal, Defprimal
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 8: Januari 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v4i8.9334

Abstract

Murid sekolah merupakan kelompok yang berisiko tinggi terhadap kejadian gawat darurat, karena banyak kemungkinan yang dapat terjadi pada kelompok tersebut. Apalagi sekolah dengan asrama seperti pondok pesantren membuat anak-anak menghabiskan waktu mereka di pesantren, sehingga memiliki risiko yang lebih besar terjadinya cedera. Salah satunya Pondok Pesantren Putra AShHabul Quran yang berada di Nagari Situjuah Gadang merupakan salah satu nagari dari Kecamatan Situjuah Limo Nagari di Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera. Pesantren ini masih memiliki keterbatasan pada masalah kesehatan dengan kondisi gawat darurat. Saat terjadi kondisi gawat darurat di pondok pesantren, tidak ada satu pun warga pondok yang mampu untuk memberikan pertolongan pada kondisi tersebut. Adapun beberapa kondisi kegawat daruratan yang pernah terjadi di pondok pesantren adalah alergi, gigitan ular, sengatan lebah, patah tulang, tertusuk paku, keracunan makanan, demam tinggi, keracunan makanan, tersedak dan pingsan. Dari kondisi tersebut yang bisa dilakukan oleh warga pondok adalah langsung membawa ke fasilitas kesehatan terdekat tanpa dilakukan pertolongan pertama yang tepat. Kemudian jarak yang jauh dan waktu tempuh yang lama untuk menuju ke fasilitas. Pengabdian dengan fokus pemberdayaan Pondok Pesantren untuk peningkatan keteranpilan pertolongan pertama pada kondisi kegawat daruratan melalui first Aid Camp sangat bermanfaat meningkatkan ketrampilan para murid dalam pertolongan pertama pada kecelakaan.
PENGARUH SPIRITUAL CARE TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN STROKE Vera Sesrianty; Endra Amalia; Yessi Andriani; Daswiti Daswiti
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 2 (2024): November 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i2.3006

Abstract

Penyakit stroke menjadi penyebab kematian nomor dua dengan angka kematian 5,54 juta dan penyebab kecacatan nomor tiga di dunia. Penderita stroke umumnya mengalami perubahan perilaku dan emosional seperti syok, cemas, marah penolakan, marah, stres sampai depresi. Salah satu tindakan yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan spiritual care. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh spiritual care terhadap tingkat kecemasan pasien stroke. Jenis penelitian quasi experiment, dengan rancangan one group pretest posttest. Penelitian dilaksanakan di ruangan rawat inap Neurologi RSUD Prof. dr. M Ali Hanafiah SM Batusangkar dengan sampel berjumlah 24 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian lembar kuesioner HARS untuk kecemasan pasien dan lembar observasi SOP spiritual care, kemudian diolah dan dianalisa menggunakan uji t-test dependent. Analisa univariat didapatkan pasien mengalami kecemasan berat sebelum dilakukan spiritual care dengan rerata 37,43 sedangkan sesudah dilakukan spiritual care mengalami kecemasan sedang dengan  rerata 26,07. Hasil analisa bivariat ada pengaruh spiritual care terhadap tingkat kecemasan pasien stroke (p = 0,022) dan ada perbedaan kecemasan sebelum dan setelah dilakukan spiritual care 4,500, sehingga disimpulkan spiritual care berpengaruh menurunkan kecemasan pasien stroke. Diharapkan kepada perawat agar melakukan spiritual care terhadap pasien secara berkala sehingga tercipta kenyamanan, ketenangan, mengurangi tekanan emosianal dan rasa damaiKata kunci : Kecemasan, Spiritual care, Stroke