Budy Ariyanto
Sekolah Tinggi Manajemen Pariwisata dan Logistik Lentera Mondial

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisa Faktor Pemasok, Perencanaan dan Eksekusi Proyek Terhadap Waktu Penyelesaian Proyek dengan Metode PERT Fransiscus Amonio Halawa; Rahmat Darmawan; Budy Ariyanto
Journal Management SMC Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Manajemen Lemondial Business School
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Pariwisata dan Logistik Lentera Mondial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tantangan pada pelaksanaan proyek adalah bagaimana merencankan jadwal waktu penyelesaian secara efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor Supplier Control, Project Plan dan Project Execution terhadap keterlambatan proyek. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Sampel penelitian adalah seluruh karyawan yang mengerjakan proyekdi PT. ‘XYZ’ yang telah dilaksanakan pada tahun 2015 – 2016. Data diperoleh melalui teknik pengumpulan dokumentasi dan teknik analisa data menggunakan teknik analisis regresi linier berganda. Penelitian ini dilakukan pada karyawan PT. ‘XYZ’ yang berjumlah 125, dengan menggunakan teknik pengambilan sampel metoda slovin di dapat sampel populasi sebanyak 95 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pengendalian pemasok berpengaruh positif dan signifikan terhadap keterlambatan proyek, 2) Perencanaan proyek berpengaruh positif dan signifikan terhadap keterlambatan proyek, 3) Eksekusi proyek berpengaruh positif dan signifikan terhadap keterlambatan proyek, 4) Perencanaan Proyek mempunyai pengaruh yang paling besar terhadap keterlambatan proyek diantara variabel penelitian yang lain. Penelitian ini juga mengkaji bagaimana penjadwalan proyek pemasangan tanki yang dilaksanakan oleh PT. ‘XYZ’ dengan menggunakan metode PERT untuk mengidentifikasi jalur kritis pada setiap elemen kerja. Kegiatan dalam proyek yang diteliti berjumlah 10 unit kegiatan. Analisa jalur kritis menggunakan program QM for Windows. Upaya perbaikan yang dilakukan dalam penelitian ini adalahdengan melakukan perbaikan pada departemen warehouse dan pengadaan dan meningkatkan sistem monitoring supervisor dengan laporan progress proyek secara rutin.
Evaluation Of Indonesia Culture And Europe (Italian, Dutch & Polish) Culture Using Hofstede Globe, Trompenaars & Hampden Budy Ariyanto; Rachmat Darmawan; Budi Nurhamdani; Daniel Christian; Fahmi Setiyawan; Retno Pratiwi
Journal Management SMC Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Manajemen, Pariwisata dan Logistik
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Pariwisata dan Logistik Lentera Mondial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3333/lbs.v11i2.84

Abstract

Penelitian ini mengungkapkan bahwa secara garis besar dimensi budaya dapat didefinisikan oleh Hofstede, Globe dan Trompenaars & Hampden Turner. Dimensi individualisme membahas tingkat saling ketergantungan antar anggota masyarakat. Hal ini berkaitan dengan apakah citra diri seseorang didefinisikan sebagai “Aku” atau “Kita”. Perspektif dari sisi lain, mereka yang umumnya memiliki budaya skor tinggi mengambil pendekatan yang lebih pragmatis: mereka mendorong dalam upaya pendidikan modern sebagai cara untuk mempersiapkan masa depan. Peneliti mengkaitkan hubungan seperti apa hubungan yang dapat dideteksi antara jarak budaya dan migrasi lintas budaya. Bahwa penelitian ini membantu memahami sifat dan dampak migrasi tenaga kerja dalam cakupan organisasi bagi negara asal maupun tujuan di tingkatan industri ataupun korporasi. Peneliti telah mengkaji penggunaan model Hofstede pada industri yang sangat relevan. Asumsi ini dapat dilihat terdapat hubungan yang signifikan antara jarak budaya dan gaya kepemimpinan. Berdasarkan model Hofstede ini mengkaji perbedaan relatif antarbudaya berbasis nasional dalam enam dimensi, komparasinya mencakup power distance, individualism, masculinity, uncertainty avoidance, long term orientation, dan indulgence. Fokus dari kondisi ini ialah mendapatkan hasil yang beragam dalam praktik dan nilai. Berdasarkan penjelasan dan contoh perbandingan, bahwa orang India dan Indonesia memiliki kesamaan. Orang Indonesia dan India dibentuk dalam kelompok organisasi dengan tujuan mencapai kesuksesan, akan tetapi bagi Jerman terdapat banyak perbedaan budaya, yang menjadi dasar tentang jarak kekuasaan.