Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tantangan pengelolaan cagar budaya pasca Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Muhammad Fadil Ramadhan; Adi Prasetijo; Halimy Fathan; Deny Setya Afriyanto; Jalu Lintang Yogiswara Anuraga
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i1.68570

Abstract

Penerbitan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 yang teIah diubah menjadi Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menandakan masuknya babak baru investasi dan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Penerbitan aturan ini merupakan runtutan dari upaya pemerintah daIam mempercepat dan memperIuas pembangunan ekonomi Indonesia. Adanya babak baru tersebut menjadi permasaIahan bagi nasib peIestarian Cagar Budaya di Indonesia ke depan, waIaupun daIam haI ini pemerintah baru saja menerbitkan aturan terbaru tentang peIestarian Cagar Budaya, yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2022 tentang Register NasionaI dan PeIestarian Cagar Budaya. Berdasarkan haI tersebut maka pada kajian ini akan diungkap fenomena yang menunjukkan adanya tantangan pengeIoIaan dan perIindungan cagar budaya daIam menghadapi era baru. Pengungkapan fenomena tersebut diIakukan meIaIui pendekatan yuridis normatif menggunakan data sekunder berupa studi Iiteratur. AnaIisa diIakukan dengan metode anaIisis kesenjangan untuk mengukur tingkat kerawanan cagar budaya. HasiI pada kajian ini menunjukkan bahwa tingkat kerawanan cagar budaya menurut kIasifikasi jenis cagar budayanya adaIah (1) Situs Cagar Budaya dan Struktur Cagar Budaya memiIiki tingkat kerawanan tinggi, (2) Bangunan Cagar Budaya memiIiki tingkat kerawanan menengah, dan (3) Kawasan Cagar Budaya memiIiki tingkat kerawanan rendah. Berdasarkan teIaah tersebut maka perIu diIakukan percepatan penetapan objek dugaan cagar budaya (ODCB) sebagai cagar budaya sebagai Iangkah awaI perIindungan serta mendorong Iahirnya peraturan teknis yang mengatur kajian dampak terhadap warisan budaya sebagai saIah satu prasyarat perizinan berusaha.
Warisan Budaya dalam Konteks Standar Internasional: Penjagaan Warisan Budaya Untuk Pembangunan Berkelanjutan Ramadhan, Muhammad Fadil; Adi Prasetijo
JANUS Vol 1 No 2 (2023): Edition 2
Publisher : Department of Archaeology, Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/janus.9127

Abstract

In the era of globalization, infrastructure and economic development have become the primary focus of countries worldwide. While these projects have the potential to improve quality of life and economic growth, they can also have negative impacts on the environment and cultural heritage. This article discusses the role of international lending institutions, such as Multilateral Development Banks (MDBs), in supporting the preservation of cultural heritage in the context of sustainable development. Literature review is used as the research method to inspect the approaches and efforts made by these institutions in identifying, protecting, and conserving cultural heritage in development projects. Through improved understanding and collaboration among these institutions, businesses, and local communities, the preservation of cultural heritage can become an integral part of efforts towards inclusive and sustainable development. Awareness of the importance of unexpected discovery handling procedures is also crucial to address challenges that may arise during project implementation. With the right measures in place, cultural heritage can be preserved for future generations in sustainable development. === Dalam era globalisasi, pembangunan infrastruktur dan ekonomi menjadi fokus utama negara-negara di seluruh dunia. Meskipun proyek-proyek ini memiliki potensi untuk meningkatkan kualitas hidup dan pertumbuhan ekonomi, mereka juga dapat berdampak negatif pada lingkungan dan warisan budaya. Artikel ini membahas peran lembaga internasional peminjam dana, seperti Multilateral Development Bank (MDB), dalam mendukung pelestarian warisan budaya dalam konteks pembangunan berkelanjutan. Studi literatur digunakan sebagai metode penelitian untuk menelusuri upaya yang dilakukan oleh lembaga-lembaga ini dalam mengidentifikasi, melindungi, dan melestarikan warisan budaya dalam proyek-proyek pembangunan. Melalui pemahaman dan kolaborasi yang lebih baik antara lembaga-lembaga ini, pelaku usaha, dan komunitas lokal, pelestarian warisan budaya dapat menjadi bagian integral dari upaya menuju pembangunan berkelanjutan yang inklusif dan berkelanjutan. Kesadaran akan pentingnya prosedur penanganan temuan tak terduga juga penting untuk mengatasi tantangan yang mungkin muncul selama pelaksanaan proyek. Dengan langkah-langkah yang tepat, warisan budaya dapat dilestarikan untuk generasi mendatang dalam pembangunan yang berkelanjutan.