Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Combined Effect of Birthing Ball Therapy and Birthing Yoga on Maternal Outcomes in Normal Delivery Dwi Nur Octaviani Katili; Nour Arriza Dwi Melani; Alya Agustina Utiarahman
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 15, No 1 (2026)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2026.151.421-431

Abstract

Childbirth is a physiological process that can be accompanied by pain, anxiety, and varying duration of labor. When pain is not managed well, with high anxiety and too long labor duration, it can increase the risk of complications for the mother and baby, resulting in an increased risk of labor with medical procedures and labor trauma for the mother. One of the complementary therapies that can overcome these problems is the use of birthing balls and labor yoga. The purpose of this study was to analyze the effect of the combination of birthing balls and labor yoga on labor outcomes (labor pain, anxiety levels and labor duration). The research method used was Quashi Experiment with a Non-Equivalent Pretest-Posttest Control Group Design. The research subjects were mothers giving birth in the delivery room of RSIA Siti Khadijah, Gorontalo City with a purposive sampling technique based on inclusion and exclusion criteria, so that the total sample obtained was 50 mothers giving birth consisting of 25 respondents in the intervention group and 25 respondents in the control group. Data analysis used the T Test on the variables of Labor Pain and Anxiety Level and the Man-Whitney Test on the variable of labor duration. The results of this study indicate that the combination of birthing ball and birthing yoga has a distinct impact on labor outcomes. The greatest impact was seen on the psychological aspect, with a significant reduction in anxiety (p < 0.01), while the effects on labor pain and duration were more clinical-descriptive in nature without statistical significance (p > 0.05). Therefore, it can be concluded that the combination of birthing ball and birthing yoga predominantly affects the psychological aspect, while still contributing to expediting labor progress descriptively.
Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) pada Anak Usia Prasekolah di TK Iloheluma Nour Arriza Dwi Melani; Levana Sondakh; Fatmah Zakaria; Revika Nurlela Kasim
Mohuyula : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/mohuyula.5.1.36-42.2026

Abstract

Anak usia prasekolah merupakan kelompok yang berada pada periode emas pertumbuhan dan perkembangan sehingga memerlukan pemantauan secara berkala untuk memastikan tumbuh kembang berlangsung secara optimal. Namun, masih terdapat keterbatasan pengetahuan dan keterampilan orang tua maupun guru dalam melakukan stimulasi dan deteksi dini terhadap penyimpangan pertumbuhan dan perkembangan anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman orang tua dan guru mengenai Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) pada anak usia prasekolah di TK Iloheluma. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 30 Januari 2026 dan diikuti oleh 44 peserta yang terdiri atas 4 guru, 10 orang tua, dan 30 anak usia prasekolah. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, demonstrasi, pengukuran pertumbuhan, dan praktik pelaksanaan SDIDTK. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi, diskusi, dan tanya jawab untuk mengetahui partisipasi dan pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti kegiatan secara aktif dan menunjukkan pemahaman yang baik mengenai pertumbuhan dan perkembangan anak serta pentingnya pelaksanaan SDIDTK. Guru dan orang tua juga menunjukkan komitmen untuk menerapkan stimulasi perkembangan secara mandiri di rumah maupun di lingkungan sekolah. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran orang tua dan guru dalam pemantauan tumbuh kembang anak sehingga mendukung terciptanya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Perbedaan Tehnik Posisi Miring Kiri dan Penggunaan Birthing Ball Terhadap Kemajuan Persalinan: Studi Quasi Eksperimental: The Differences In The Left Lateral Position Technique And The Use Of A Birthing Ball On The Progress Of Labor: A Quasi-Experimental Study Vivin Riski Polapa; Dwi Nur Octaviani Katili; Nour Arriza Dwi Melani; Jusri Adam
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 9 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v9i1.4444

Abstract

The labor process can be long and difficult, resulting in complications for the mother and baby. Management of prolonged labor through medical interventions, both invasive and non-invasive, is carried out to accelerate the progress of labor. One of the non-invasive therapies is the left lateral position and the use of a birthing ball. The purpose of this study was to determine the difference between the lateral position and the use of a birthing ball on the progress of labor at the Tolinggula Community Health Center (UPTD). The research method used was a quasi-experimental design with posttest only and a control group. The number of samples in this study was 30 respondents divided into two groups with 15 samples in research subjects each. The results obtained showed that the average score for the left lateral position was 1.47 (SD = 0.516), while the average score for the birthing ball was 1.13 (SD = 0.352). This indicates that most respondents were in the progress category with a significance (Asymp. Sig. 2 tailed) of 0.059. Because the P value>0.05, it can be concluded that there is no significant difference between the use of a birthing ball and the left lateral position in mothers giving birth. In future research, it is hoped that furture research can be carried out with a larger and sample size and a longer observation time.   Abstrak Proses persalinan bisa  berlangsung menjadi lama dan sulit yang mengakibatkan komplikasi pada ibu dan bayinya. Penanganan persalinan lama melalui Intervensi medis baik invasive maupun non invasive dilakukan untuk mempercepat kemajuan persalinan. Salah satu terapi non invasive adalah posisi miring kiri dan  penggunaan birthing ball. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan antara posisi miring kiri dan penggunaan birthing ball terhadap kemajuan persalinan di UPTD Puskesmas Tolinggula. Metode penelitian yang digunakan yaitu quasi experiment dengan desain posttest only with control group. Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 30 responden yang terbagi menjadi 2 kelompok dengan masing-masing 15 subyek penelitian. Hasil yang diperoleh yaitu menunjukkan bahwa rata-rata skor posisi miring kiri adalah 1.47 (SD = 0.516), sedangkan rata-rata skor birthing ball adalah 1.13 (SD= 0.352). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada dalam kategori terjadi kemajuan dengan signifikansi (Asymp. Sig. 2-tailed) sebesar 0.059. Karena nilai p > 0.05, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara penggunaan birthing ball dengan posisi miring kiri pada ibu bersalin. Pada peneliti selanjutnya, diharapkan dapat melakukan penelitian lanjutan dengan jumlah sampel yang lebih besar dan waktu pengamatan yang lebih lama.