Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Profil Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Menyelesaikan Permasalahan IPAS pada Siswa Kelas IV SDN Sogaten Wahyu Dwiani Suwinta
Prosiding Konferensi Ilmiah Dasar Vol 5 (2024): Transformasi Pembelajaran Pada Pendidikkan Dasar Integrasi Computational Thinking
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana profil kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan permasalahan IPAS pokok bahasan wujud zat dan perubahannya pada siswa kelas IV SDN Sogaten. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian adalah sembilan siswa kelas IV SDN Sogaten. Pengambilan subyek berdasarkan nilai raport IPAS siswa yang dikategorikan tiga siswa berkemampuan tinggi, tiga siswa berkemampuan sedang, dan tiga siswa berkemampuan rendah. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode tes, wawancara, dan dokumentasi. Teknik validitas data dilakukan dengan triangulasi yaitu membandingkan data hasil tes dan wawancara. Data hasil penelitian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Siswa kategori kemampuan tinggi memiliki kemampuan berpikir kritis pada indikator merumuskan pokok-pokok permasalahan sebesar 33%. Pada indikator mengungkap fakta yang ada kemampuan berpikir kritis siswa sebesar 33%. Pada indikator memilih argumen yang logis kemampuan berpikir kritis siswa sebesar 33%. Pada indikator mendeteksi bias dengan sudut pandang yang berbeda kemampuan berpikir kritis siswa sebesar 33%. Pada indikator menarik kesimpulan kemampuan berpikir kritis siswa sebesar 33%; 2) Siswa kategori kemampuan sedang mengalami kemampuan berpikir kritis pada indikator merumuskan pokok-pokok permasalahan sebesar 33%. Pada indikator mengungkap fakta yang ada kemampuan berpikir kritis siswa sebesar 33%. Pada indikator memilih argumen yang logis kemampuan berpikir kritis siswa sebesar 33%. Pada indikator mendeteksi bias dengan sudut pandang yang berbeda kemampuan berpikir kritis siswa sebesar 33%. Pada indikator menarik kesimpulan kemampuan berpikir kritis siswa sebesar 33%; 3) Siswa kategori kemampuan rendah memiliki kemampuan berpikir kritis pada indikator merumuskan pokok-pokok permasalahan sebesar 33%. Pada indikator mengungkap fakta yang ada kemampuan berpikir kritis siswa sebesar 33%. Pada indikator memilih argumen yang logis kemampuan berpikir kritis siswa sebesar 33%. Pada indikator mendeteksi bias dengan sudut pandang yang berbeda kemampuan berpikir kritis siswa sebesar 33%. Pada indikator menarik kesimpulan kemampuan berpikir kritis siswa sebesar 33%.