Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

From Local Wisdom to the Classroom: Integrating Belangiran Values for Holistic Elementary Education Annisa Meristin; Mamat Supriatna
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 7, No 3 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v7i3.78688

Abstract

Kearifan lokal memiliki rentetan nilai, norma, dan kebijaksanaan lokal yang dapat diintegrasikan dalam lingkup pendidikan. Integrasi tersebut dapat memberikan kontribusi pada pengembangan Pendidikan yang lebih baik. Hipotesis penelitian didasarkan pada asumsi bahwa dalam budaya Belangiran, terdapat nilai utama dan nilai pendukung yang memiliki potensi untuk diintegrasikan dalam ranah pendidikan dasar. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan gambaran analitis mendalam mengenai nilai-nilai tersebut dalam konteks kearifan Belangiran di Kecamatan Teluk Betung, Lampung. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa video observasi kegiatan dan wawancara dengan penyeimbang adat. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar pedoman wawancara dan lembar observasi. Data yang dikumpulkan dari penelitian ini adalah data primer berupa rekaman wawancara langsung dengan alat penyeimbang adat dan data sekunder berupa video observasi hasil kegiatan. Analisis data menggunakan statistik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah nilai lingkungan sebagai nilai utama dan nilai pendukungnya adalah nilai religius, tanggung jawab, dan nilai sosial. Nilai-nilai dalam Belangiran tersebut berpotensi untuk diintegrasikan dan diterapkan dalam pendidikan dasar melalui integrasi kurikulum, pembelajaran aktif, penanaman kebiasaan, dan keteladanan. Penelitian selanjutnya dapat menggali lebih jauh mengenai metode pengajaran yang paling efektif dalam mengintegrasikan nilai-nilai Belangiran ke dalam kurikulum pendidikan dasar. 
Development of a Social Studies Learning Model Based on Local Wisdom to Improve Cultural Literacy of Elementary School Students Mursalim Unimuda; Bunyamin Maftuh; Mamat Supriatna; Raisa Anakotta
IJORER : International Journal of Recent Educational Research Vol. 6 No. 3 (2025): May
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education Muhammadiyah University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46245/ijorer.v6i3.867

Abstract

The objective of this research is to develop a learning model based on local wisdom to enhance cultural literacy among elementary school students. This study employs a Research and Development (R&D) method, adapted from Borg & Gall into five stages, namely: (1) initial information gathering (literature review and field needs analysis); (2) planning (drafting the model); (3) initial product validation (expert validation); (4) preliminary testing (small group); and (5) field testing (large group). The research subjects consisted of 6 experts and practitioners for validation, 13 teachers, and fifth-grade students comprising 90 for the instrument trial and 125 students for the limited and broader tests to assess the effectiveness of the developed learning model. Data were collected through validation sheets, interview guidelines, and student assessment sheets. The model’s validity was analyzed qualitatively, while its effectiveness was analyzed quantitatively using a paired sample t-test and N-Gain. The results showed that the social studies learning model based on local wisdom, rooted in the maataa tradition, was deemed feasible for use, with an average validator score of 3,52, falling within the range of 3,2–4,0, categorized as highly feasible. The t-test result showed a significance value of 0.000, which is less than 0,05, indicating that the maataa tradition-based local wisdom model is effective in enhancing students’ cultural literacy skills. This is evidenced by a significant improvement in students’ cultural literacy, with an average pretest score of 73,44 rising to 94.5 in the posttest. The N-Gain calculation of 0,78 places this improvement in the "high" category, with learning effectiveness reaching 78%, meaning it is considered “effective.” In conclusion, the social studies learning model based on the maataa tradition of local wisdom is effective in improving students’ cultural literacy skills. This model provides a more contextual and meaningful learning experience while strengthening students’ connection to local cultural values.