Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Harmoni Budaya Dalam Tradisi Bedabung Pada Kebudayaan Masyarakat di Kota Bengkulu Bela Puspita Sari; Devia Okta Syahputri; Diana Aprilia; Yuli Amaliyah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.91567

Abstract

Tradisi Bedabung merupakan tradisi yang melekat erat dalam kehidupan masyarakat di kota Bengkulu. Tradisi Bedabung diperkirakan sudah ada sejak terbentuknya tatanan adat suku Melayu di kota Bengkulu sekitar abad ke-16. Artikel ini bertujuan memberikan wawasan mengenai makna budaya tradisi Bedabung dalam masyarakat kota Bengkulu. Melalui observasi yang dilakukan menggunakan  metode penelitian deskriptif kualitatif, diperoleh bahwasannya tradisi Bedabung adalah tradisi yang dilakukan oleh mempelai perempuan dengan tujuan utama untuk meminta izin dan do’a restu kepada keluarga untuk melepaskan masa lajangnya. Selain itu, tradisi Bedabung juga memiliki tujuan lain untuk mempercantik diri. Selama tradisi Bedabung dilakukan, maka saat itulah dibunyikannya Gendang Serunai Tabu Larangan, disebut demikian dikarenakan seperangkat alat musik Gendang tersebut tidak boleh sembarangan dibunyikan serta memiliki beberapa tahapan-tahapan yang harus dilakukan sebelum membunyikannya. Dari hasil observasi dapat disimpulkan jika tardisi Bedabung merupakan ritual pra-pernikahan yang sakral yang bertujuan utama untuk memohon do’a restu serta tujuan lain yakni untuk mempercantik diri.
Nilai Sosial dan Sikap Gotong Royong dalam Tradisi Umbung Kutei pada Masyarakat Suku Rejang di Kabupaten Kepahiang Adea Putri Rahmadani; Yuli Amaliyah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.91491

Abstract

Fokus penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menjelaskan nilai sosial dan gotong royong yang terkandung di dalam tradisi umbung kutei masyarakat suku rejang di kabupaten kepahiang. Penelitian ini dilaksanakan di desa kelobak kecamatan kepahiang kabupaten kepahiang. Berdasarkan penelitian yang dilakukan banyak nilai-nilai sosial yang muncul pada saat tradisi tersebut berlangsung seperti, adanya nilai-nilai sosial seperti kepedulian, kebersamaan, saling tolong menolong yang dapat memper erat hubungan sosial antar masyarakat. Selain itu sikap gotong royong juga tercermin dalam pelaksanaan tradisi tersebut seperti pada saat mendirikan bangunan tempat tradisi tersebut dilaksanakan bersama-sama, gotong royong pun terlihat pada saat menyajikan makanan kepada para tetamu yang hadir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Umbung Kutei masih dilaksanakan dan mendorong antusias Masyarakat untuk turut ambil peran dalam pelaksanaan tradisi ini. Dengan diadakannya tradisi Umbung Kutei diperoleh beberapa manfaat, yaitu terjalinnya hubungan sosial yang baik antar Masyarakat, meringankan beban tuan yang memiliki hajat atau acara, terciptanya kegembiraan, dan yang utama yaitu munculnya nilai-nilai sosial dan sikap gotong royong.
Eksplorasi Makna Simbolis dan Nilai-Nilai Pendidikan Multikultural Dalam Tari Sambut Silampari Musi Rawas Widya Apriyanti; Intan Purnama Sari; Leony Wilhelmina; Yuli Amaliyah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.92351

Abstract

Tari sambut Silampari Musi Rawas adalah tarian tradisional dari daerah Musi Rawas di Sumatera Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari makna simbolis dan nilai-nilai pendidikan multikultural dalam tari sambut Silampari Musi Rawas. Metode penelitian ini dilakukan secara kualitatif menggunakan pendekatan deskriptif analitik. Metode Pengambilan Sampel. Menggunakan Purposive Sampling dimana dalam metode ini dipilih individu-individu yang dianggap mempunyai keahlian atau pengalaman yang berkaitan dengan subjek penelitian.Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan dengan cara: teknik pengumpulan data, pemindaian dokumen, dan anotasi data. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriftif yang bertujuan untuk mendeskripsikan secara rinci karakteristik Tari Silampari, meliputi gerakan, kostum, musik, dan makna yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tari sambut Silampari Musi Rawas memiliki makna simbolis yang mendalam yang terkait dengan kehidupan masyarakat Musi Rawas. Tari sambut Silampari Musi Rawas juga mengajarkan nilai-nilai multikultural seperti toleransi, saling menghormati, dan penghargaan terhadap keragaman budaya.Sebagai hasil dari penelitian ini, tari sambut Silampari Musi Rawas adalah warisan budaya yang penting yang harus dilestarikan. Nilai-nilai pendidikan multikultural yang penting untuk dipelajari dan dilestarikan, serta nilai estetika, terkandung dalam tarian ini.
Analisis Nilai Moral dalam Pantun Tradisi Bedindang dan Relevansinya Terhadap Bahan Ajar Siswa SD Ferdian Saputra; Yuli Amaliyah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.91636

Abstract

Pergeseran dalam budaya local yang akan menyebabkan pantun Bedindang di kota Manna akan hilang. Kalau kita melihat kasus yang terjadi di indolnesia, banyak anak muda kita yang selalu menirukan budaya asing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai moral pantun dalam tradisi Bedindang dan relevansinya dengan pembelajaran pantun di sekolah dasar. Lokasi penelitian ini adalah Desa Tebat Kubu, Kecamatan Kota manna, Bengkulu Selatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. penelitian melibatkan tokoh masyarakat dan ketua panitia penasehat adat dari Desa Tebat Kubu, Bengkulu Selatan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara informan dan dokumentasi. Panduan wawancara digunakan sebagai instrumen penelitian. Penelitian mengumpulkan 15 pantun tradisi Bedindan yang diperoleh dari informan. Dari 15 pantun, 10 diantaranya mengandung nilai moral. Berdasarkan hasil belajar Kelas V Semester I, terdapat relevansi kurikulum Merdeka Tahap C dengan pembelajaran pantun di sekolah dasar.
MENINGKATKAN SIKAP PEDULI LINGKUNGAN MELALUI MEDIA ULAR TANGGA ECOLITERACY PADA SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH DI KOTA BENGKULU Yuli Amaliyah; Nani Yuliantini; Nady Febri Ariffiando; Anugerah Agung; Panut Setiono
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 9 No 2 (2025): AGUSTUS - DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v9i2.6404

Abstract

Kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia semakin meningkat, termasuk pengelolaan sampah yang buruk, penggunaan energi yang tidak efisien, dan rendahnya kesadaran lingkungan di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan sikap peduli lingkungan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) melalui media pembelajaran inovatif berupa permainan ular tangga berbasis ecoliteracy. Metode yang digunakan meliputi pengembangan media pembelajaran, implementasi permainan, serta evaluasi efektivitasnya menggunakan angket skala sikap peduli lingkungan. Subjek penelitian adalah siswa kelas 4 hingga 6 di MIS Hidayatul Hasanniyah, Kota Bengkulu. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa media ular tangga ecoliteracy berhasil meningkatkan kesadaran lingkungan siswa. Sebagian besar siswa mempraktikkan kebiasaan hemat energi dan air, seperti menutup keran setelah digunakan (76,9%) dan menggunakan air secukupnya (84,6%), serta merasa senang saat lingkungan bersih dan hijau (88,5%). Media yang digunakan efektif dalam meningkatkan sikap peduli lingkungan siswa sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap teknologi digital. Rekomendasi mencakup pengembangan media serupa dengan isu lingkungan lainnya.