Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI PENGEMBANGAN BENDUNG TEGAL SEBAGAI OBJEK DAN DAYA TARIK WISATA ALAM DI DESA WISATA KEBONAGUNG KAPANEWON IMOGIRI KABUPATEN BANTUL Eko Martanto; Ariel Ardi Tipau
Jurnal Riset Akuntansi dan Bisnis Indonesia STIE Widya Wiwaha Vol 2 No 3 (2022): Jurnal Riset Akuntansi dan Bisnis Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Wiwaha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32477/jrabi.v2i3.579

Abstract

Bendung Tegalin Kapanewon Imogiri, Bantul Regency, Yogyakarta is one of the dams built to stem the flow of the Opak River to irrigate the surrounding rice fields. Besides functioning as irrigation, this dam was also developed as a tourist area by the local government. The development of Bendung Tegal Tourism is absolutely necessary because this can encourage the improvement of the economic conditions of the residents around it. Community participation is carried out in the development of the Tegal Weir tourism object by making monthly contributions for the people in the Kebonagung Tourism Village itself in the form of providing voluntary funds. Where the funds were obtained from the local community and youth youth organizations who participated in the management and development of the Tegal Dam tourist attraction. In addition, it is also necessary to improve both facilities and infrastructure to increase the level of tourist visits to the Bendung Tegal and in addition to the need for effective promotional media so that the Bendung Tegal Tourism Object is increasingly known by thepublic.
ANALISA DAMPAK ELECTRONIC WORD OF MOUTH DI MEDIA SOSIAL TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PENGUNJUNG MALIOBORO YOGYAKARTA Annida Khoiriani; Eko Martanto; Adelia Rambu Gene
Jurnal Riset Akuntansi dan Bisnis Indonesia STIE Widya Wiwaha Vol 5 No 4 (2025): Jurnal Riset Akuntansi dan Bisnis Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Wiwaha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32477/jrabi.v5i4.1258

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara persepsi wisatawan terhadap electronic word of mouth (e-WOM) di media sosial dengan tingkat kepuasan pengunjung Malioboro Yogyakarta. Menguji pengaruh electronic word of mouth (e-WOM) di media sosial terhadap tingkat kepuasan pengunjung Malioboro Yogyakarta serta mengidentifikasi faktor-faktor dalam electronic word of mouth (e-WOM) yang memengaruhi kepuasan pengunjung Malioboro Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif, yaitu metode yang menggunakan data berbentuk angka dan statistik untuk menganalisis suatu fenomena (Suparno, 2014). Penelitian ini dilakukan melalui beberapa langkah, dimulai dari teori dan hipotesis, penskoran hasil tes, penyusunan data dalam tabel, penghitungan uji statistik, hingga penarikan kesimpulan. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian survei dengan tujuan untuk menguji hipotesis, menemukan hubungan antar variabel, serta membuat generalisasi dari hasil yang diperoleh melalui sampel. Penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang sangat signifikan dan positif antara persepsi wisatawan terhadap e-WOM di media sosial dengan tingkat kepuasan pengunjung Malioboro. Mayoritas responden (86.31%) aktif membaca ulasan di media sosial sebelum berkunjung, dan sebagian besar (88.42%) mengakui bahwa ulasan tersebut memengaruhi ekspektasi mereka; electronic word of mouth (e-WOM) di media sosial terbukti memiliki pengaruh yang signifikan dan substansial terhadap tingkat kepuasan pengunjung Malioboro. Hasil analisis regresi menunjukkan nilai signifikansi 0.000 dan Adjusted R2 sebesar 0.503, yang berarti 50.3% variasi dalam kepuasan pengunjung dapat dijelaskan oleh e-WOM; faktor-faktor dalam e-WOM yang memengaruhi kepuasan pengunjung beberapa faktor kunci dalam e-WOM yang secara signifikan memengaruhi kepuasan pengunjung Malioboro meliputi: kredibilitas dan keakuratan informasi, kualitas konten visual, volume dan konsistensi ulasan positif dan kemudahan akses dan relevansi informasi.