Agus Fathoni Prasetyo
Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH SOSIAL DAN BUDAYA TERHADAP PEMAHAMAN MASYARAKAT TENTANG PENDIDIKAN ANAK DI DESA KARANG ASEM JENU Agus Fathoni Prasetyo; Dwi Aminatus Sa'adah
Alzam: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 6 No 1 (2026): Alzam: Journal Of Islamic Early Childhood Education
Publisher : Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/0qg5w057

Abstract

Children’s education constitutes a fundamental pillar in the development of high-quality human capital. This study examines the influence of social and cultural factors on community perceptions of children’s education in Karangasem Village, Jenu District. Employing a quantitative survey design, data were collected from 40 respondents, including adolescents, parents, and educators, through structured questionnaires covering demographic characteristics, family support, cultural values, and educational perceptions. The findings reveal that social factors—particularly family support and community interactions—alongside cultural dimensions such as local traditions and patriarchal norms, significantly shape community understandings of the value of education, especially for girls. Despite an increasing awareness of the importance of formal education, persistent challenges remain, including economic limitations, inadequate educational infrastructure, and deeply rooted traditional beliefs that constrain access to higher education.This study argues that improving educational outcomes in rural contexts requires a multidimensional and context-sensitive approach. It highlights the necessity of collaborative engagement among governmental institutions, civil society organizations, and local communities to address structural and cultural barriers. Strategic interventions—such as expanding educational access, strengthening community awareness, and enhancing parental capacity—are essential to fostering inclusive and sustainable educational development. Ultimately, this study contributes to the sociology of education by demonstrating how social and cultural structures interact in shaping educational aspirations and opportunities in rural communities, while offering practical insights for policy and community-based interventions.
HAMBATAN DAN STRATEGI IMPLEMENTASI PROGRAM LITERASI DI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI 1 TUBAN Hikmatul Immayanti; Irma Eka Syura; Ana Iftitakhur Rohma; Agus Fathoni Prasetyo
Jurnal Tarbiyatuna: Jurnal Kajian Pendidikan, Pemikiran dan Pengembangan Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/tarbiyatuna.v6i1.3882

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis terkait hambatan dan strategi dariimplementasi program literasi yang ada di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Tuban.Madrasah ini dipilih sebagai tempat penelitian karena termasuk salah satu pioner bagimadrasah Ibtidaiyah lain baik swasta maupun negeri khusunya di wilayah Tuban JawaTimur. oleh karena itu peneliti bermaksud menyajikan hasil penelitian ini agar dapatmenjadi inspirasi bagi madrasah lain diluar sana dalam bidang literasi. Penelitian inimenggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif,subjek dalam penelitian ini Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Tuban, sedangkan objekpenelitian adalah Program literasi di Mdrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Tuban, Teknikpengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitianini menunjukkan bahwa hambatan yang ada dalam menjalankan program literasi dimadrasah seperti lahan perpustakaan yang sempit dan kurangnya minat baca siswa dapatmembuat madrasah tersebut berinovasi dan mengambil strategi yang tepat denganmemaksimalkan sumber daya yang ada seperti menyediakan perpustakaan online,membuat pojok baca di setiap kelas, menjadwal setiap kelas untuk berkunjung keperpustakaan, dan menyelenggarakan kegitan literasi seperti menulis puisi bersama.