Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Terapi Kombinasi Musik Instrumental Alam Dan Aromaterapi Peppermint Terhadap Intensitas Nyeri Selama Prosedur Pengambilan Darah (AFTAP) Pada Pendonor Darah Pertama Kali Di UDD PMI Kota Malang Endriana Ella Kusuma; Nurul Anjarwati; Nadhifah Rahmawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i4.2173

Abstract

Prosedur pengambilan darah (Aftap) sering menimbulkan rasa nyeri, terutama pada pendonor darah pertama kali. Nyeri tersebut dapat menimbulkan kecemasan dan memengaruhi motivasi untuk mendonorkan darah kembali. Upaya nonfarmakologis seperti terapi musik instrumental alam dan aromaterapi peppermint diketahui mampu memberikan efek relaksasi serta menurunkan persepsi nyeri. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian terapi kombinasi musik instrumental alam dan aromaterapi peppermint terhadap intensitas nyeri selama prosedur Aftap pada pendonor darah pertama kali di UDD PMI Kota Malang. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi-eksperimental dengan pendekatan posttest dengan kelompok kontrol. Sampel dibagi menjadi kelompok perlakuan yang mendapatkan terapi kombinasi musik instrumental alam dan aromaterapi peppermint, serta kelompok kontrol tanpa intervensi, dengan jumlah kelompok kontrol 36 orang. Pengukuran intensitas nyeri dilakukan menggunakan Visual Analogue Scale (VAS), sedangkan analisis data menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan terdapat penurunan signifikan pada intensitas nyeri setelah diberikan terapi kombinasi dengan nilai p < 0,05. Sementara kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan bermakna. Disimpulkan bahwa terapi kombinasi musik instrumental alam dan aromaterapi peppermint efektif menurunkan intensitas nyeri selama prosedur Aftap dan dapat dijadikan alternatif intervensi nonfarmakologis yang sederhana, aman, serta mudah diterapkan.
Pengaruh Kombinasi Inhalasi Aromaterapi Bergamot dan Mawar Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pasien Hipertensi Di RS Prima Husada Malang Meilinda Dwi Trisutanti; Eny Rahmawati; Nadhifah Rahmawati; Putu Sintya Arlinda Arsa
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i4.2177

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang telah banyak mengakibatkan terjadinya kematian. Prevalensi kejadiannya yang signifikan dan terus meningkat dari tahun ke tahun menjadikannya sebagai salah satu penyakit krdiovaskuler paling umum di masyarakat. Pengendalian hipertensi diperlukan untuk mencegah terjadinya berbagai komplikasi. Salah satunya terapi nonfarmakologi yang biasa digunakan adalah aromaterapi seperti halnya bergamot dan mawar. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experiment two group pretest-posttest dengan 64 responden yang dibagi dua kelompok: eksperimen (diberikan intervensi kombinasi inhalasi aromaterapi mawar dan bergamot) dan kontrol (diberikan intervensi amlodipine dan candesartan). Data tekanan darah diukur menggunakan tensimeter digital dan dianalisis dengan uji Wilcoxon Sign Rank Test dan Mann-Whitney (α=0.05). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar kelompok eksperimen memiliki tekanan darah stadium 2 (sistolik 81.3%; diastolik 75%) sebelum pemberian intervensi, dan mayoritas menjadi normal (sistolik 59.4%; diastolik 71.9%) setelah pemberian intervensi. Selanjutnya, sebagian besar responden kelompok kontrol memiliki tekanan darah stadium 2 (sistolik 78.1%; diastolik 59.4%) sebelum pemberian intervensi, dan hampir setengahnya memiliki tekanan darah stadium 2 (masing-masing 43.8%) setelah pemberian intervensi. Uji statistik menunjukkan kombinasi aromaterapi berpengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik (p=0.005; p=0.003), demikian pula terapi farmakologi (p=0.000; p=0.000). Terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok setelah intervensi (p=0.000) dimana terapi yang diberikan pada kelompok eksperimen lebih efektif dalam menurunkan tekanan darah dibandingkan dengan terapi yang diberikan pada kelompok kontrol. Penelitian ini meinscayakan penggunaan terapi farmakologi (amlodipine dan candesartan) sebagai terapi utama dan nonfarmakologi (kombinasi inhalasi aromaterapi mawar dan bergamot) sebagai terapi tambahan bagi masyarakat yang menderita hipertensi untuk menurunkan tekanan darah tidak normal.