Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Motivasi Lansia Mengikuti Posyandu Desa Sumberbendo Kecamatan Pare Desa Sumberbendo Kabupaten Kediri Sutiyah Heni; Endah Luqmanasari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i1.1582

Abstract

Lanjut usia merupakan usia yang sudah memasuki masa rentan, perlu mendapatkan perhatian lebih terhadap kesehatannya, agar tetap sehat dan memiliki usia harapan hidup yang yang panjang tidak bergantung pada keluarga dan dapat hidup secara mandiri. Namun, masih banyak lansia yang kurang memperhatikan kesehatannya. Beberapa hal yang dapat diduga menjadi penyebabnya yaitu kurangnya motivasi lansia untuk mengecek dan mengontrol kesehatan secara rutin dan mengatur pola hidup sehat. Oleh karena itu diperlukan kegiatan kegiatan pemeriksaan secara rutin yang dapat bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia melalui progam posyandu lansia. Tujuan untuk mengetahui bagaimana motivasi lansia dalam mengikuti posyandu lansia di desa sumberbendo. Desain penelitian deskrptif, populasi lansia di posyandu lansia Desa Sumberbendo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri sebanyak 180 responden dan sampel 72 responden, dengan teknik purposive sampling. Instrumen dengan kuesioner. Penelitian pada tanggal 2 – 23 April 2024 dengan variabel motivasi lansia di posyandu lansia lansia desa Sumberbendo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri, data analisa dengan persentase, diinterpretasikan secara kuantitatif. Hasil Penelitian dari 72 responden sebagian besar dari responden memiliki motivasi baik 48 responden (67%) dan hampir setengah dari responden memiliki motivasi cukup 24 responden (33%). Motivasi lansia dalam mengikuti posyandu dipengaruhi oleh faktor jenis kelamin, usia, tinggal bersama siapa dan informasi yang di dapat. Diharapkan lansia untuk dapat mempertahankan dalam mengikuti posyandu lansia dan mencari informasi tentang perkembangan kesehatan lansia melalui kegiatan posyandu lansia untuk meningkatkan motivasi lansia dalam mengikuti posyandu lansia. Diharapkan juga perangkat desa setempat serta petugas petugas kesehatan lebih giat dalam memberikan motivasi serta penjelasan tentang pentingnya mengikuti posyandu lansia.
Self Control Of Nomophobia During The Covid-19 Pandemic Setiawan, Lilik; Heni, Sutiyah
Journal of Applied Nursing and Health Vol. 5 No. 1 (2023): Journal of Applied Nursing and Health
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/janh.v5i1.137

Abstract

The Covid-19 pandemic has had an impact on education which is now being carried out online (distance learning with the systemonline) withsmartphone. as a resultsmartphone excessively gives the effect of anxiety or fear when not in contact withsmartphone or so callednomophobia. In anticipation of usesmartphone excess, self-control is needed that is inherent in a person. Research objectives to find outSelf Control ToNomophobia during the Covid-19 Pandemic for Students of the D3 Nursing Study Program STIKES Karya Husada Kediri. Descriptive research design, population of 170 respondents, sample of 63 respondents, techniquepurposive sampling, instrument with a questionnaire sheet, the research was carried out on 1-28 February 2022. The research variable wasSelf Control against Nomophobiaduring the Covid-19 Pandemic. Data were analyzed using a range of values ​​and interpreted quantitatively. The results of the research from 63 respondents showed that the majority of respondents 70% hadself control medium category and almost half of the respondents 30% haveself control the highest. Self control influenced by the factors of residence, duration of smartphone playing and preferred learning techniques as well as gender. It is expected that respondents who haveself control being to improveself control to anticipate usesmartphone excessively by way of usingsmartphone wisely and limit themselves in the use and respondents who haveself control high to maintainself control possessed to limit oneself in the effects of usesmartphone.
Efektivitas Edukasi dan Latihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) Untuk Meningkatkan Ketrampilan Ekstrakurikuler PMR Di SMK Ahmad Yani Gurah Heni, Sutiyah
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 11 No 2 (2025): JAKHKJ September 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v11i2.529

Abstract

First Aid in Accidents (P3K) is very important to implement, as quick and precise actions can save lives, prevent further injuries, and accelerate the healing process of victims. Having knowledge about First Aid in Accidents enables individuals to provide critical initial assistance before professional medical help arrives and can reduce the risk of serious complications. Education and training in First Aid in Accidents (P3K) are among the interventions to enhance the knowledge and skills of members of the Red Cross Youth (PMR) in schools. Training on First Aid in Accidents (P3K) is conducted for students participating in extracurricular activities of the Red Cross Youth (PMR) at school. The aim is to determine the effectiveness of First Aid in Accidents (P3K) training for improving extracurricular skills of PMR At SMK Ahmad Yani Gurah. This research design is quasi-experimental with one group pre-test and post-test, involving a sample size of 31. The sampling technique used is total sampling. The research instrument employs a questionnaire and checklist. Data analysis is conducted using the paired t-test. The results indicate that the p-value is 0.001 (<0.005), thus Ha is accepted, indicating that providing education and training in P3K can improve first aid skills among student members of PMR at school.
Pemberian Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) Anggota Pmr Di SMK Ahmad Yani Gurah Kediri Sutiyah Heni; Lilik Setiawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 7 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i7.2255

Abstract

Latar belakang: Anggota Palang Merah Remaja (PMR) memiliki peran strategis sebagai penolong pertama di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, kesiapan dan tingkat pengetahuan yang mumpuni mengenai Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) sangat krusial. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program pelatihan P3K dalam meningkatkan pemahaman teori dan keterampilan praktis anggota PMR. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan rancangan one-group pretest-posttest. Subjek penelitian anggota PMR sejumlah 80 peserta yang diberikan intervensi berupa pelatihan intensif P3K, mencakup materi penanganan luka, pembidaian, evakuasi korban, serta resusitasi jantung paru (RJP). Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 4 - 30 Mei 2026 di SMK Ahmad Yani Gurah Kediri. Evaluasi tingkat pengetahuan dilakukan sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) intervensi menggunakan instrumen kuesioner yang telah divalidasi. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji komparatif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada tingkat pengetahuan peserta setelah diberikan pelatihan. Nilai rata-rata pretest peserta sebelum intervensi berada pada kategori rendah, yaitu sebesar 44,22. Namun, setelah mengikuti program pelatihan, nilai rata-rata posttest meningkat secara signifikan menjadi 85,75. Hasil analisis menunjukkan bahwa intervensi edukasi P3K efektif dalam mendongkrak pemahaman peserta secara substantif. Kesimpulan: Pelatihan P3K terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapan anggota PMR. Peningkatan nilai yang signifikan ini diharapkan dapat memperkuat peran aktif anggota PMR sebagai unit respons cepat dalam menangani insiden kecelakaan di lingkungan sekolah dan sekitarnya. Program edukasi serupa disarankan untuk dilakukan secara berkala demi menjaga retensi pengetahuan peserta. Kata Kunci: P3K, Palang Merah Remaja (PMR), Pelatihan, Pretest, Posttest.
Efektivitas Pemberian Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) Untuk Peningkatan Ketrampilan Ekstrakurikuler PMR Pada Siswa Sutiyah Heni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 7 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i7.2254

Abstract

Palang Merah Remaja (PMR) merupakan salah satu wadah ekstrakurikuler di sekolah yang berfokus pada kemanusiaan dan kesehatan. Anggota PMR dituntut memiliki keterampilan praktis yang matang dalam Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) agar mampu bertindak sebagai penolong pertama saat terjadi insiden di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian pelatihan P3K terstruktur dalam meningkatkan keterampilan teknis siswa yang mengikuti ekstrakurikuler PMR. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental (one-group pretest-posttest design). Penelitian dilaksanakan pada tanggal 4–30 Mei 2026 bertempat di SMK Ahmad Yani Gurah Kediri. Sasaran penelitian adalah siswa yang aktif dalam ekstrakurikuler PMR di sekolah tersebut. Intervensi yang diberikan berupa pelatihan P3K intensif yang mengombinasikan penyampaian materi teoretis dan metode simulasi praktik langsung (seperti pembalutan luka, pembidaian, dan evakuasi korban). Keterampilan peserta diukur sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) pelatihan menggunakan lembar observasi penilaian keterampilan terstandar. Hasil: Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan keterampilan yang sangat signifikan pada anggota PMR setelah diberikan pelatihan. Nilai rata-rata keterampilan peserta pada saat pretest (sebelum pelatihan) tergolong rendah, yaitu sebesar 41,22. Setelah mengikuti program pelatihan P3K, nilai rata-rata keterampilan peserta pada saat posttest melonjak tajam menjadi 85,75. Hasil uji statistik mengonfirmasi bahwa pelatihan P3K secara signifikan efektif meningkatkan keterampilan praktis peserta. Kesimpulan: Pemberian pelatihan P3K berbasis praktik terbukti sangat efektif dalam meningkatkan keterampilan anggota ekstrakurikuler PMR di SMK Ahmad Yani Gurah Kediri. Peningkatan capaian ini menegaskan pentingnya metode pelatihan berkala berbasis simulasi terstruktur untuk menjaga kesiapan fisik dan mental siswa sebagai kader kesehatan di lingkungan sekolah. Kata Kunci: Efektivitas, Pelatihan P3K, Keterampilan, PMR, SMK Ahmad Yani Gurah Kediri.
Motivasi Lansia Tentang Penerapan Pola Hidup Sehat Di Posyandu Lansia Desa Sumberbendo Kabupaten Kediri Sutiyah Heni; Diana Nur Indah Sari
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 6 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v6i1.239

Abstract

Latar Belakang: Lanjut usia mengalami penurunan fisik yang menyebabkan lansia rentan terkena gangguan kesehatan. Namun demikian, masih banyak lansia yang tidak menjaga kesehatannya. Beberapa hal yang diduga menjadi penyebabnya adalah kurangnya motivasi lansia dalam menerapkan pola hidup sehat. Penerapan pola hidup sehat dapat mencegah timbulnya berbagai penyakit dengan pola hidup sehat merupakan upaya untuk menerapkan kebiasaan dalam menciptakan hidup yang sehat dan menghindari kebiasaan buruk yang dapat mengganggu kesehatan. Tujuan: untuk mengetahui bagaimana motivasi lansia tentang penerapan pola hidup sehat di Desa Sumberbendo Kabupaten Kediri. Metode: Desain penelitian deskriptif, populasi 2327 responden dan sampel 59 responden, dengan teknik Accidental Sampling. Instrumen dengan kuesioner. Penelitian pada tanggal 21 - 30 Maret 2023 dengan variabel motivasi lansia tentang penerapan pola hidup sehat, data dianalisa dengan persentase, diinterpretasi secara kuantitatif. Hasil: Sebagian besar dari responden memiliki motivasi kuat (68%) dan hampir setengah dari responden memiliki motivasi sedang (32%). Motivasi lansia tentang penerapan pola hidup sehat dipengaruhi oleh faktor jenis kelamin, usia, tinggal bersama siapa dan informasi. Kesimpulan: Diharapkan lansia aktif mengikuti posyandu lansia dan mencari informasi terkait penerapan pola hidup sehat untuk meningkatkan motivasi lansia dalam menerapkan pola hidup sehat.
Motivasi Lansia dalam Mengikuti Terapi Kesehatan Senam Ling Tien Kung Di Balai Desa Sumberbendo Kediri Sutiyah Heni; Ira Nur Lailia Fedri Yuniana
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i1.369

Abstract

Latar Belakang: Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami penurunan kesehatan fisik dan psikologis. Terapi kesehatan Ling Tien Kung salah satu cara yang dapat membantu meningkatkan kebugaran dan kualitas hidup lansia. Tingkat partisipasi lansia dalam terapi ini sangat dipengaruhi oleh tingkat motivasi yang dimiliki masing-masing lansia. Tujuan: untuk mengetahui motivasi lansia dalam mengikuti terapi kesehatan Ling Tien Kung di Balai Desa Sumberbendo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. Metode: Desain penelitian deskriptif, populasi dan sampel 39 responden, dengan teknik total sampling. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 27 Maret sampai 30 April 2025, variabel Motivasi Lansia Dalam Mengikuti Terapi Kesehatan Ling Tien Kung di Balai Desa Sumberbendo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri, instrumen dengan wawancara dan kuesioner data dianalisis dengan persentase, dan diinterpretasi dengan kuantitatif. Hasil: Sebagian besar dari responden mempunyai motivasi kuat 74% dan hampir setengah dari responden mempunyai motivasi sedang 26%. Motivasi kuat dipengaruhi oleh jenis kelamin, pendidikan terakhir, tinggal bersama siapa, mendapatkan informasi, sedangkan motivasi sedang dipengaruhi oleh usia. Kesimpulan: Diharapkan lansia yang memiliki motivasi kuat untuk tetap mempertahankan motivasinya dalam mengikuti terapi kesehatan Ling Tien Kung dan kepada keluarga lansia yang memiliki motivasi sedang dapat memberi dukungan dengan mengantar, mengingatkan jadwal terapi dan memberi apresiasi dan bagi instruktur terapi bisa memberi edukasi tentang manfaat terapi.