Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Hubungan Dukungan Keluarga Pemberian Kompres Hangat Terhadap Penurunan Nyeri Rheumathoid Artritis Desa Sumberbendo Kediri Sutiyah Heni; Endah Luqmanasari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 6 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rheumatoid Arthritis (RA) adalah penyakit autoimun yang sering kali mempengaruhi kualitas hidup pasien. Prevalensi Rheumatoid Arthritis (RA) di Indonesia mencapai 11,9% berdasarkan diagnosis dan 24,7% berdasarkan gejala. Keluarga memainkan peran penting dalam mendukung penderita RA, baik dari aspek emosional maupun fisik, yang dapat mempengaruhi kepatuhan pasien terhadap pengobatan. Kompres hangat adalah salah satu metode non-farmakologis yang efektif untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan kualitas hidup penderita RA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Dukungan Keluarga Pemberian Kompres Hangat Terhadap Penurunan Nyeri Pada Rheumatoid Artitis Desa Sumberbendo Kediri. Menggunakan metode kuantitatif dengan desain Cross-Sectional. Populasi sebanyak 175 orang, penentuan menggunakan purposive sampling, sehingga sampel sebanyak 64 responden. Dilakukan pada bulan Maret 2024 Di Desa Sumberbendo Kabupaten Kediri. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Metode analisa data yang digunakan yaitu Chi_Square. Dukungan keluarga yang kurang baik dengan pemberian kompres hangat sebesar 57,8% dan penurunan nyeri 46,9%, Dukungan keluarga yang cukup baik dengan pemberian kompres hangat sebesar 21,9% dan penurunan nyeri 15,6%, sedangkan Dukungan keluarga yang baik dengan pemberian kompres hangat sebesar 20,3% dan penurunan nyeri 37,5%. Hasil uji statistik menyatakan bahwa ada hubungan dukungan keluarga dengan pemberian kompres hangat terhadap penurunan nyeri pada pasien RA Di Desa Sumberbendo Kabupaten Kediri (nilai p = 0,003) dan ada hubungan dukungan keluarga dengan pemberian kompres hangat terhadap penurunan nyeri pada pasien RA Di Desa Sumberbendo Kabupaten Kediri (nilai p = 0,005)
Motivasi Lansia Mengikuti Posyandu Desa Sumberbendo Kecamatan Pare Desa Sumberbendo Kabupaten Kediri Sutiyah Heni; Endah Luqmanasari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i1.1582

Abstract

Lanjut usia merupakan usia yang sudah memasuki masa rentan, perlu mendapatkan perhatian lebih terhadap kesehatannya, agar tetap sehat dan memiliki usia harapan hidup yang yang panjang tidak bergantung pada keluarga dan dapat hidup secara mandiri. Namun, masih banyak lansia yang kurang memperhatikan kesehatannya. Beberapa hal yang dapat diduga menjadi penyebabnya yaitu kurangnya motivasi lansia untuk mengecek dan mengontrol kesehatan secara rutin dan mengatur pola hidup sehat. Oleh karena itu diperlukan kegiatan kegiatan pemeriksaan secara rutin yang dapat bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia melalui progam posyandu lansia. Tujuan untuk mengetahui bagaimana motivasi lansia dalam mengikuti posyandu lansia di desa sumberbendo. Desain penelitian deskrptif, populasi lansia di posyandu lansia Desa Sumberbendo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri sebanyak 180 responden dan sampel 72 responden, dengan teknik purposive sampling. Instrumen dengan kuesioner. Penelitian pada tanggal 2 – 23 April 2024 dengan variabel motivasi lansia di posyandu lansia lansia desa Sumberbendo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri, data analisa dengan persentase, diinterpretasikan secara kuantitatif. Hasil Penelitian dari 72 responden sebagian besar dari responden memiliki motivasi baik 48 responden (67%) dan hampir setengah dari responden memiliki motivasi cukup 24 responden (33%). Motivasi lansia dalam mengikuti posyandu dipengaruhi oleh faktor jenis kelamin, usia, tinggal bersama siapa dan informasi yang di dapat. Diharapkan lansia untuk dapat mempertahankan dalam mengikuti posyandu lansia dan mencari informasi tentang perkembangan kesehatan lansia melalui kegiatan posyandu lansia untuk meningkatkan motivasi lansia dalam mengikuti posyandu lansia. Diharapkan juga perangkat desa setempat serta petugas petugas kesehatan lebih giat dalam memberikan motivasi serta penjelasan tentang pentingnya mengikuti posyandu lansia.
Self Control Of Nomophobia During The Covid-19 Pandemic Setiawan, Lilik; Heni, Sutiyah
Journal of Applied Nursing and Health Vol. 5 No. 1 (2023): Journal of Applied Nursing and Health
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/janh.v5i1.137

Abstract

The Covid-19 pandemic has had an impact on education which is now being carried out online (distance learning with the systemonline) withsmartphone. as a resultsmartphone excessively gives the effect of anxiety or fear when not in contact withsmartphone or so callednomophobia. In anticipation of usesmartphone excess, self-control is needed that is inherent in a person. Research objectives to find outSelf Control ToNomophobia during the Covid-19 Pandemic for Students of the D3 Nursing Study Program STIKES Karya Husada Kediri. Descriptive research design, population of 170 respondents, sample of 63 respondents, techniquepurposive sampling, instrument with a questionnaire sheet, the research was carried out on 1-28 February 2022. The research variable wasSelf Control against Nomophobiaduring the Covid-19 Pandemic. Data were analyzed using a range of values ​​and interpreted quantitatively. The results of the research from 63 respondents showed that the majority of respondents 70% hadself control medium category and almost half of the respondents 30% haveself control the highest. Self control influenced by the factors of residence, duration of smartphone playing and preferred learning techniques as well as gender. It is expected that respondents who haveself control being to improveself control to anticipate usesmartphone excessively by way of usingsmartphone wisely and limit themselves in the use and respondents who haveself control high to maintainself control possessed to limit oneself in the effects of usesmartphone.