Muhammad Ridho
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Qawaid Fiqhiyyah Dalam Menjawab Problematika Investasi Syariah Kontemporer Muhammad Ridho; Nurhalita Wulandari; Abdul Rahman
An-Nisbah: Jurnal Perbankan Syariah Vol. 7 No. 1 (2026): An-Nisbah: Jurnal Perbankan Syariah
Publisher : Program Studi Perbankan Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/nisbah.v7i1.4652

Abstract

Perkembangan investasi syariah modern seperti pasar modal syariah, fintech syariah, dan aset digital menghadirkan berbagai permasalahan baru. Beberapa masalah yang sering muncul antara lain perubahan Daftar Efek Syariah (DES), praktik spekulatif dalam transaksi, risiko gagal bayar pada fintech syariah, serta ketidakjelasan hukum terhadap instrumen investasi digital tertentu. Kondisi ini menimbulkan keraguan bagi investor Muslim dalam memastikan kesesuaian investasi dengan prinsip syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh Qawaid Fiqhiyyah dalam menghadapi berbagai masalah yang muncul pada investasi syariah modern. Perkembangan instrumen keuangan seperti pasar modal syariah, fintech syariah, dan aset kripto tidak hanya membuka peluang baru bagi investor Muslim, tetapi juga menghadirkan tantangan seperti perubahan Daftar Efek Syariah (DES), praktik spekulatif, risiko gagal bayar pada fintech, hingga ketidakjelasan hukum terhadap instrumen digital tertentu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka dengan mengkaji literatur fiqh muamalah, fatwa DSN-MUI, serta regulasi OJK yang terkait dengan pasar modal syariah dan fintech. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Qawaid Fiqhiyyah, seperti al-yaqīn lā yuzālu bi al-syakk, aldharar yuzāl, al-‘ādah muhakkamah, al-masyaqqah tajlibu al-taysīr, dan sadd aldzarā’i, memiliki peran penting dalam memberikan solusi dan batasan terhadap berbagai isu tersebut. Penelitian ini menegaskan bahwa hukum Islam bersifat fleksibel dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi keuangan selama tetap menjaga nilai keadilan, kejelasan akad, dan perlindungan terhadap masyarakat.
Impact of Infrastructure and Entrepreneurial Ecosystems on MSME Growth in Medan: An Islamic Economics Perspective Muhammad Ridho; Isnaini Harahap; Nurbaiti
Al-Muamalat Vol. 12 No. 2 (2025): July
Publisher : Department of Sharia Economic Law, Faculty Sharia and Law, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/am.v12i2.49667

Abstract

This study investigates the impact of infrastructure development and the entrepreneurial environment on the growth of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Medan City, with a focus on integrating Islamic economic principles. Using a quantitative correlational design, the research examines the causal relationships between infrastructure (X1), the entrepreneurial environment (X2), and MSME growth (Y). Data were collected through a structured questionnaire from 100 MSME owners, and analyzed using multiple linear regression. Findings indicate that both infrastructure and the entrepreneurial environment significantly influence MSME growth; however, the entrepreneurial environment emerged as a more dominant factor, with a significant positive effect. Infrastructure development showed a positive but statistically insignificant impact on MSME growth. The study suggests that while physical infrastructure plays a role, a supportive and ethical entrepreneurial environment, grounded in Islamic principles such as justice, fairness, and sustainability, is crucial for fostering sustainable MSME growth. This study also emphasizes the importance of integrating Islamic economic values to create a competitive and equitable business ecosystem in Medan, aligning with the objectives of maqāṣid al-sharīʿah.