Arifin Ahmad
PGSD, Universitas Pasundan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Model RADEC (Read, Answer, Discuss, Explain, and Create) Berbantuan Media Padlet terhadap Keterampilan Menulis Puisi Siswa di Sekolah Dasar Khanisa Raihan Maharani; Arifin Ahmad; Feby Inggriyani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini didasari oleh isu yang dijumpai di kelas IV SDN Cibeureum 01, yakni rendahnya keahlian siswa dalam menulis puisi. Tujuan dari penelitian ini guna menumbuhkan keterampilan menulis puisi siswa kelas IV dengan mengaplikasikan model pembelajaran RADEC (Read, Answer, Discuss, Explain, and Create) yang didukung oleh media padlet. Metode penelitian yang dimanfaatkan ialah pendekatan kuantitatif berdesain eksperimen semu (quasi-experiment) serta tipe desain kelompok kontrol yang tidak setara (nonequivalent control group design). Populasi penelitian terdiri dari semua siswa kelas IV di SDN Cibeureum 01, disamping itu, sampel yang dipilih yakni kelas IV-A sebagai grup eksperimen serta kelas IV-B sebagai grup kontrol. Prosedur pengambilan sampel yang dipakai yakni purposive sampling. Data dikumpulkan melalui hasil pretest, posttest, dan lembar observasi, lalu dianalisis memakai uji normalitas, uji homogenitas, uji hipotesis, uji N-Gain, dan uji effect size. Perolehan penelitian membuktikan bahwasanya model pembelajaran RADEC (Read, Answer, Discuss, Explain, and Create) menciptakan sebuah ketidaksamaan pada keahlian menulis puisi dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Pada kelas IV-A, skor rerata pretest yakni 58,33 serta skor rerata posttest yakni 78,57. Sebaliknya, di kelas IV-B, skor rerata pretest yakni 52,14 serta skor rerata posttest yakni 60,71. Kemudian, perolehan penelitian membutikkan bahwasanya model RADEC memberikan pertumbuhan kapabilitas menulis puisi yang signifikan, dengan nilai N-Gain pada kelas IV-A sebanyak 76,89 yang diklasifikasikan tinggi, sementara kelas IV-B hanya 0,16 yang diklasifikasikan rendah. Selain itu, model RADEC membuktikan dampak yang besar dengan nilai effect size sebanyak 1,28, yang termasuk pada klasifikasi tinggi.
Pengaruh Model Kooperatif Tipe Talking Stick terhadap Keterampilan Berbicara Peserta Didik di Sekolah Dasar Rachmawati Vitri Wulansari; Arifin Ahmad; Feby Inggriyani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen. Peneliti mendapati permasalahan mengenai keterampilan berbicara yang masih 23% dari KKM, peserta didik lebih pasif, kurang percaya diri, dan ragu ketika berbicara, guru belum melakukan eksplor lebih terhadap upaya peningkatan keterampilan berbicara. Maka dari itu, maksud dari penelitian ini ialah untuk mengidentifikasi pengaruh model kooperatif tipe talking stick terhadap keterampilan berbicara. Populasi dalam penelitian ini yaitu peserta didik kelas V SDN 057 Bina Harapan. Pengambilan sampel dengan purposive sampling pada dua kelas yaitu V-B 28 orang dan V-C 28 seluruhnya berjumlah 56 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata keterampilan berbicara sebelum dilakukan perlakuan (pretest) yaitu 51,14 pada kelas eksperimen (V-C) dan 48,82 pada kelas kontrol (V-B). Sedangkan hasil setelah diberikan perlakuan (posttest) yaitu 86,29 pada kelas eksperimen dan 71,21 pada kelas kontrol. Dengan demikian, dari hasil uji effect size telah membuktikan adanya pengaruh model kooperatif tipe talking stick terhadap keterampilan berbicara sebesar 1,75 dan dapat dikategorikan pengaruh yang “tinggi” berdasarkan interpretasi kriteria effect size tersebut.