Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen. Peneliti mendapati permasalahan mengenai keterampilan berbicara yang masih 23% dari KKM, peserta didik lebih pasif, kurang percaya diri, dan ragu ketika berbicara, guru belum melakukan eksplor lebih terhadap upaya peningkatan keterampilan berbicara. Maka dari itu, maksud dari penelitian ini ialah untuk mengidentifikasi pengaruh model kooperatif tipe talking stick terhadap keterampilan berbicara. Populasi dalam penelitian ini yaitu peserta didik kelas V SDN 057 Bina Harapan. Pengambilan sampel dengan purposive sampling pada dua kelas yaitu V-B 28 orang dan V-C 28 seluruhnya berjumlah 56 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata keterampilan berbicara sebelum dilakukan perlakuan (pretest) yaitu 51,14 pada kelas eksperimen (V-C) dan 48,82 pada kelas kontrol (V-B). Sedangkan hasil setelah diberikan perlakuan (posttest) yaitu 86,29 pada kelas eksperimen dan 71,21 pada kelas kontrol. Dengan demikian, dari hasil uji effect size telah membuktikan adanya pengaruh model kooperatif tipe talking stick terhadap keterampilan berbicara sebesar 1,75 dan dapat dikategorikan pengaruh yang “tinggi” berdasarkan interpretasi kriteria effect size tersebut.
Copyrights © 2024