Hasil belajar kebugaran jasmani, khususnya pada materi lari sprint, masih menjadi tantangan dalam pembelajaran PJOK di sekolah dasar. Berdasarkan observasi awal di UPT SDN 060866 Kecamatan Medan Timur, hanya 8 dari 21 siswa (38%) kelas IV-A yang memenuhi Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran, sementara 13 siswa lainnya (62%) belum mencapai standar yang ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan tradisional terhadap hasil belajar kebugaran jasmani, khususnya kemampuan lari sprint, pada siswa kelas IV-A UPT SDN 060866 Kecamatan Medan Timur. Penelitian menggunakan metode pre-eksperimental dengan desain one group pretest-posttest yang melibatkan 21 siswa sebagai sampel yang ditetapkan melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen penilaian lari sprint yang mencakup lima aspek teknik gerakan dengan skor 1–4, dikombinasikan dengan nilai waktu tempuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa meningkat dari 4,86 pada pretest menjadi 5,01 pada posttest, dengan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 dan t-hitung sebesar 77,776 yang melampaui t-tabel 2,086. N-Gain Score yang diperoleh sebesar 0,5 atau 50% dengan kategori efektivitas sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa permainan tradisional berpengaruh signifikan dan positif terhadap peningkatan kemampuan lari sprint serta kebugaran jasmani siswa dalam pembelajaran PJOK di sekolah dasar.