Antoni Tsaputra
Pendidikan Luar Biasa, Universitas Negeri Padang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EFEKTIVITAS MEDIA RUMBI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA KATA PADA SISWA DISABILITAS INTELEKTUAL Anugrah Ilahi Putra Harahap; Johandri Taufan; Antoni Tsaputra; Setia Budi
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2026): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sakabahasa.v3i1.1644

Abstract

A student with intellectual disabilities who has not been able to read nouns that are often encountered around students with a KV-KV pattern. This study aims to analyze the effectiveness of RUMBI media to improve word reading skills in students with intellectual disabilities. This study uses a quantitative approach with the methods used during the study, namely A-B-A and Single Subject Research (SSR). Data analysis used is visual graphic analysis. Three repetitions of stage A1 were completed, producing results of 20%, 20%, and 20%. Seven times the intervention stage (B) was carried out with the following results: 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90% and 100%. Baseline (A2) is the final stage which was carried out three times with scores of 80%, 80% and 80%. Children's motivation and interest in learning can also be increased by providing intervention through RUMBI media. This leads to the conclusion that the use of RUMBI media is effective in improving the ability to read nouns with a KV-KV pattern for children with mild intellectual disabilities in grade V at SLB Negeri 1 Solok.   Seorang siswa disabilitas intelektual yang belum mampu membaca kata benda yang sering di jumpai disekitar siswa dengan pola KV-KV. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media RUMBI untuk meningkatkan kemampuan membaca kata pada siswa disabilitas intelektual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode yang digunakan pada saat penelitian yaitu A-B-A dan Single Subject Research (SSR). Analisis data yang digunakan yaitu analisis visual grafik. Tiga pengulangan tahap A1 diselesaikan, menghasilkan hasil 20%, 20%, dan 20%. Tujuh kali tahap intervensi (B) dilakukan dengan hasil sebagai berikut: 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90% dan 100%. Baseline (A2) merupakan tahap akhir yang dilakukan sebanyak tiga kali dengan skor 80%, 80% dan 80%. Motivasi dan minat belajar anak juga dapat ditingkatkan dengan memberikan intervensi melalui media RUMBI. Hal ini mengarah pada kesimpulan bahwa penggunaan media RUMBI efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca kata benda dengan pola KV-KV bagi anak disabilitas intelektual ringan kelas V di SLB Negeri 1 Solok.
PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF RURI DALAM PEMBELAJARAN MENGURUTKAN BILANGAN PADA DISABILITAS INTELEKTUAL Siti Anke Ighawa Armia; Johandri Taufan; Antoni Tsaputra; Gaby Arnez
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2026): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sakabahasa.v3i1.1795

Abstract

This study aims to develop interactive media, Ruang Urut Seri (RURI), and to examine its feasibility and practicality as a learning medium for ordering numbers 1 to 10 for students with intellectual disabilities. The gap between the Phase C National Curriculum target requiring students to order numbers up to 100, and the actual condition of students who could only order two numbers within the range 1–10, motivated this study. Numbers 1–10 were chosen because mastery of this range is a prerequisite before students can progress to wider number ranges. RURI was developed using Articulate Storyline 3 through the Research and Development (R&D) method applying Borg and Gall’s model modified into seven stages. The media was validated by a media expert and an intellectual disabilities expert, then trialed with one teacher and two students with mild intellectual disabilities at SLB Peduli Anak Bangsa. Validation results yielded an average of 89.55% (Very Valid), comprising media validation 87.5% and content validation 91.6%. The practicality trial achieved an average of 90.93% (Very Practical). RURI is considered feasible and practical for supporting number ordering learning 1–10 among students with intellectual disabilities, though its effectiveness in improving learning outcomes has yet to be examined. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media interaktif Ruang Urut Seri (RURI) dan menguji kelayakan serta kepraktisannya sebagai media pembelajaran mengurutkan bilangan 1 sampai dengan 10 bagi peserta didik disabilitas intelektual. Kesenjangan antara capaian pembelajaran Fase C yang menargetkan kemampuan mengurutkan bilangan 1–100 dengan kondisi nyata peserta didik yang baru mampu mengurutkan dua bilangan dalam rentang 1–10 melatarbelakangi penelitian ini. Bilangan 1–10 dipilih karena merupakan kemampuan prasyarat sebelum peserta didik dapat beralih ke rentang bilangan yang lebih luas. RURI dikembangkan menggunakan software Articulate Storyline 3 melalui metode Research and Development (R&D) model Borg and Gall yang dimodifikasi menjadi tujuh tahap. Media divalidasi oleh ahli media dan ahli bidang disabilitas intelektual, serta diujicobakan kepada satu guru dan dua peserta didik disabilitas intelektual ringan di SLB Peduli Anak Bangsa. Hasil validasi mencapai rata-rata 89,55% (Sangat Valid), terdiri dari validasi media 87,5% dan validasi materi 91,6%. Hasil uji coba kepraktisan mencapai rata-rata 90,93% (Sangat Praktis). Media RURI dinilai layak dan praktis digunakan untuk mendukung pembelajaran mengurutkan bilangan 1–10 bagi peserta didik disabilitas intelektual, namun belum menguji efektivitasnya terhadap peningkatan hasil belajar.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENGURANGAN MELALUI MEDIA INTELLIGENCE STICK BAGI MURID DENGAN DISABILITAS INTELEKTUAL RINGAN Agita Hendini; Mega Iswari; Antoni Tsaputra; Yosa Yulia Nasri
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2026): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sakabahasa.v3i1.2166

Abstract

This study aimed to improve the subtraction skills of a sixth-grade student with a mild intellectual disability at SLBN 1 Payakumbuh in solving two-digit subtraction problems requiring the borrowing technique, utilizing "intelligence sticks" as a learning aid. The study was motivated by the student's limited ability to solve subtraction problems involving numbers up to 50 that required borrowing. A Single-Subject Research (SSR) method with an A-B design was employed; the baseline condition spanned three sessions, while the intervention condition lasted seven sessions. Data were subsequently analyzed using visual graphic analysis. The results demonstrated an improvement in the student's subtraction skills following the intervention with intelligence sticks, rising from a stable baseline of 42% to 88% by the end of the intervention phase. These findings indicate that students with mild intellectual disabilities benefit from learning experiences that are concrete, visual, repetitive, and participatory. Intelligence sticks can be considered an appropriate learning tool to support the teaching of subtraction with borrowing for students with mild intellectual disabilities. However, as this study involved only a single student, the findings cannot be generalized to the entire population of students with mild intellectual disabilities.   Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan pengurangan murid kelas VI dengan disabilitas intelektual ringan di SLBN 1 Payakumbuh dalam menyelesaikan soal pengurangan dua angka yang melibatkan teknik meminjam melalui penerapan media pembelajaran berupa intelligence stick (tongkat kecerdasan). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal pengurangan angka hingga 50 yang memerlukan teknik meminjam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian single subject research (SSR) dengan desain A-B. kondisi baseline dilaksanakan selama tiga sesi, sedangkan kondisi intervensi dilaksanakan selama tujuh sesi. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan analisis visual grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pengurangan murid meningkat setelah intervensi menggunakan intelligence stick, dari kondisi baseline yang stabil di angka 42% menjadi 88% pada akhir fase intervensi. Hasil ini mengindikasikan bahwa murid dengan disabilitas intelektual ringan memperoleh manfaat dari pengalaman belajar yang bersifat konkret, visual, repetitive, dan partisipatif. Intelligence stick dapat dianggap sebagai alat bantu pembelajaran yang tepat untuk mendukung materi pengurangan dengan teknik meminjam bagi murid dengan disabilitas intelektual ringan. Namun, dikarenakan penelitian ini hanya melibatkan satu murid, akibatnya temuan penelitian ini tidak dapat digeneralisasikan ke seluruh populasi siswa dengan disabilitas intelektual ringan.