Nova Azzahra Ramadhani
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsistensi Nilai-nilai Keluarga dan Konflik : Analisis pada Anak Fatherles dengan Pendekatan Struktural Fungsionalisme Zuhanidz Larasati Suhari; Nova Azzahra Ramadhani; Ana Umar Istighfari; Syafira Wyldania Aisya Putri; Refti Handini Listyani
JURNAL KELUARGA SEHAT SEJAHTERA Vol 22, No 1 (2024): JURNAL KELUARGA SEHAT SEJAHTERA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jkss.v22i1.58596

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam tentang bagaimana nilai-nilai keluarga dapat dipertahankan atau bahkan berubah di tengah konflik yang muncul akibat kondisi fatherless, dengan menggunakan pendekatan struktural fungsionalisme. Fokus penelitian ini adalah bagaimana ketidakhadiran figur ayah mempengaruhi struktur keluarga dan fungsi sosial yang terkait dengan perkembangan anak. Dengan pendekatan struktural fungsionalisme akan membantu menjelaskan bagaimana konsistensi nilai-nilai keluarga berpengaruh terhadap konflik dan kesejahteraan anak-anak fatherles. Artikel ini menggunakan Metode penelitian analisis kualitatif, dengan teknis pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang tidak memiliki ayah cenderung mengalami ketidakseimbangan dalam menerapkan nilai-nilai keluarga seperti disiplin, tanggung jawab, dan dukungan emosional. Hal ini disebabkan oleh peran ganda yang harus dijalankan oleh ibu dan kurangnya figur otoritatif yang biasanya diemban oleh ayah. Konflik yang muncul dalam keluarga tanpa ayah sering kali dikaitkan dengan peran ganda ini, di mana ibu harus bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan finansial mereka dan juga menjadi satu-satunya sumber otoritas dan dukungan emosional bagi anak-anaknya.
Analisis Wacana Kritis atas Opini Publik terhadap Kinerja Pemerintah dalam Survei Kawula17 2025 Nova Azzahra Ramadhani; Mochamad Arif Affandi; Fransiscus Xaverius Sri Sadewo
Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol. 4 No. 4 (2026): Takuana (January-March)
Publisher : MAN 4 Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56113/takuana.v4i4.315

Abstract

Public opinion surveys are widely used as indicators of governmental legitimacy. However, quantitative approaches often fail to capture the complex meanings embedded in public responses. This study highlights the importance of discourse analysis in interpreting survey data, particularly amid declining public trust in the Indonesian government during Q2 2025. This research applies Norman Fairclough’s Critical Discourse Analysis (CDA) to secondary data from the Kawula17 Q2 2025 Survey. The analysis follows three dimensions: textual, discursive practice, and social practice, focusing on issues of corruption, economy, and gender legislation (RUU PPRT). Public opinion emerges as a discursive construction marked by ambivalence, symbolic resistance, and critique of power relations. Expressions like “death penalty for corruptors” and “the little people are suffering” reflect tensions between state narratives and citizens’ lived realities. Public opinion is not neutral; it is shaped by social structures and dominant ideologies. CDA offers a critical lens to reinterpret political surveys as socially embedded texts.