Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Edukasi Pembuatan Bubur Tempe Untuk Penanganan Diare Balita Pada Ibu-Ibu Di Dukuh Tugu Hafizhah Nur Istiqomah; Hafizh Budhi Irfano; Nur Rohmanni Yuliana; Oktaviani Layli Kristinawati; Dyah Rahmawatie Budi Utami
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 2 No. 10 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diare merupakan penyakit yang menjadi masalah kesehatan di negara berkembang termasuk di Indonesia. Mayoritas penderita diare adalah anak berusia di bawah lima tahun (balita) dengan frekuensi diare lebih dari 3 kali dalam sehari. Dari hasil wawancara, diketahui pengetahuan ibu-ibu kurang terhadap penanganan diare, khususnya dengan menggunakan bubur tempe. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu-ibu terkait penanganan diare pada balita dengan menggunakan bubur tempe. Mitra pengabdian dengan Ibu-Ibu Dukuh Tugu, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali Metode pengabdian dengan pemberdayaan masyarakat melalui metode edukasi dan demonstrasi. Hasil pengabdian menunjukkan pengetahuan ibu-ibu meningkat 85%.
Pengaruh Peer Teaching terhadap Kemampuan Penanganan Syncope Siswa Kelas VII MTSS Al-Ihsan Hafizhah Nur Istiqomah; Ika Silvitasari
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49575

Abstract

Syncope merupakan kondisi hilangnya kesadaran sementara akibat penurunan aliran darah ke otak dan dapat berakibat fatal jika berlangsung lebih dari 10 menit. Menurut Barrow Neurological Institute (2020), syncope memengaruhi sekitar 1 juta orang di Amerika setiap tahunnya dan sering terjadi pada siswa di sekolah. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas dan penurunan kondisi kesehatan. Oleh karena itu, siswa perlu dibekali dengan keterampilan menangani syncope secara tepat. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah peer teaching, karena mendorong keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peer teaching terhadap keterampilan penanganan syncope pada siswa kelas VII di MTSS Al-Ihsan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode pra-eksperimental menggunakan desain one group pre-test post-test. Hasil dari penelitian ini sebelum intervensi seluruh responden (100%) menunjukkan keterampilan penanganan syncope yang rendah dan setelah intervensi 93% responden menunjukkan tingkat keterampilan yang tinggi. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan (p=0,000), yang mengindikasikan bahwa peer teaching secara signifikan meningkatkan keterampilan penanganan syncope. Penelitian ini menunjukkan bahwa peer teaching memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan penanganan syncope pada siswa kelas VII di MTSS Al-Ihsan.
Terapi Bermain Puzzle Untuk Menurunkan Kecemasan Akibat Hospitalisasi Di Bangsal Flamboyan RSUD Ir. Soekarno Kab. Sukoharjo Hafizhah Nur Istiqomah; Hanif Nur Fauzan; Ayu Rahmawati; Aisyah Yaumul Furqan; Hyasintha Aryanti; Afrah Hasna Fadhilah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i2.2147

Abstract

Hospitalisasi pada anak merupakan kondisi yang dapat menimbulkan kecemasan akibat perubahan lingkungan, prosedur medis, serta keterpisahan dari orang tua dan aktivitas sehari-hari. Kecemasan yang tidak ditangani berpotensi menyebabkan penolakan tindakan perawatan, memperpanjang masa rawat inap, serta menghambat proses penyembuhan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menurunkan tingkat kecemasan anak akibat hospitalisasi melalui terapi bermain puzzle. Kegiatan dilaksanakan selama satu hari dengan desain pretest–posttest tanpa kelompok kontrol pada tiga pasien anak usia 4–8 tahun di Bangsal Flamboyan RSUD Ir. Soekarno Kabupaten Sukoharjo. Pengukuran tingkat kecemasan menggunakan Children’s Emotional Manifestation Scale (CEMS) yang menilai ekspresi wajah, vokalisasi, aktivitas, interaksi, dan tingkat kerja sama anak. Intervensi berupa terapi bermain puzzle edukatif dengan aktivitas menyusun potongan huruf menjadi nama buah, hewan, dan benda sesuai gambar yang familiar bagi anak. Kegiatan dilakukan selama 60 menit dengan pendampingan fasilitator dan tingkat kesulitan ringan hingga sedang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan setelah intervensi, dari kategori kecemasan berat dan sedang (100%) menjadi kecemasan ringan (33%) dan tidak ada kecemasan (67%). Terapi bermain puzzle dapat direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis yang aman, menyenangkan, dan mudah diterapkan untuk membantu anak beradaptasi selama hospitalisasi
Efektivitas Media Booklet terhadap Self-Efficacy Lansia dalam Kesiapsiagaan Bencana Banjir di Wilayah Rawan Banjir Sungai Bengawan Solo Ika Silvitasari; Didik Iman Margatot; Eni Setyowati; Hafizhah Nur Istiqomah
ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) Vol 6 No 1 (2025): JULI
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/asjn.v6i1.2120

Abstract

Latar Belakang: Banjir merupakan bencana yang paling sering terjadi di Indonesia. Wilayah Ngoresan, yang berbatasan langsung dengan Sungai Bengawan Solo, termasuk daerah rawan banjir. Saat musim hujan, air sungai sering meluap dan menggenangi permukiman. Studi pendahuluan menunjukkan bahwa lansia di wilayah ini cenderung pasif saat banjir, hanya menunggu bantuan, dan bergantung pada keluarga untuk memenuhi kebutuhan evakuasi. Keterbatasan fisik dan rendahnya pengetahuan kebencanaan menjadi faktor yang menghambat kesiapsiagaan. Tujuan: Mengetahui pengaruh media booklet kesiapsiagaan bencana banjir terhadap self-efficacy lansia. Metode: Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan rancangan pre-test dan post-test without control group. Sampel berjumlah 30 lansia yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan General Self-Efficacy Scale versi Indonesia. Penelitian dilaksanakan pada 15 April–29 Mei 2025 di wilayah kerja Puskesmas Ngoresan. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon. Hasil: Uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan media booklet terhadap peningkatan self-efficacy lansia. Kesimpulan: Media booklet efektif sebagai sarana edukasi kesiapsiagaan bencana banjir bagi lansia di wilayah rawan banjir Sungai Bengawan Solo.