Budidaya ikan bandeng di Kelurahan Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, masih menghadapi keterbatasan dalam pemantauan kualitas air karena sebagian besar petambak mengandalkan pengamatan visual dan pengalaman. Kondisi tersebut berisiko menyebabkan perubahan kualitas air terlambat terdeteksi, sehingga diperlukan teknologi sederhana yang mampu menyediakan data secara lebih objektif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan alat monitoring kualitas air berbasis mikrokontroler serta meningkatkan pemahaman petambak dalam membaca dan menggunakan hasil pengukuran. Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, analisis kebutuhan, perancangan dan pengujian alat, sosialisasi, pelatihan, monitoring, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Parameter yang diamati meliputi pH, total dissolved solids, suhu, turbidity, serta pertumbuhan ikan berdasarkan panjang dan bobot. Hasil uji fungsionalitas menunjukkan bahwa sensor total dissolved solids, suhu, dan turbidity menghasilkan pembacaan yang relatif mendekati alat ukur pembanding, sedangkan sensor pH masih memerlukan kalibrasi. Pemahaman mitra meningkat dari 60,75% menjadi 97,25% dengan nilai N-gain 0,93. Monitoring pada dua kolam sampel menunjukkan ikan tetap bertahan, dengan pertumbuhan pada Kolam A lebih baik daripada Kolam B. Hasil ini menunjukkan bahwa alat monitoring berbasis mikrokontroler berpotensi mendukung pengelolaan kualitas air tambak secara lebih terukur, responsif, dan berbasis data.