Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Arsitektur Jaringan Menggunakan Topologi Tree Nur Fajri Fa’iz; Danna Rayana Irfawan; Aulivia Widya Putri; Syarif Hidayatullah
Merkurius : Jurnal Riset Sistem Informasi dan Teknik Informatika Vol. 2 No. 3 (2024): Mei: Merkurius: Jurnal Riset Sistem Informasi dan Teknik Informatika
Publisher : Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/merkurius.v2i3.112

Abstract

Architecture using tree topology has become a popular approach in managing computer networks. Tree topology combines elements of star and bus topologies, resulting in an efficient and scalable network for a variety of purposes. This paper discusses the basic concepts of architecture using tree topology, including hierarchical structures and design advantages. First, the tree topology consists of a parent node (root node) which leads to a number of branch nodes (branch nodes). Each branch node can then connect to other nodes, forming a multilevel hierarchy. In computer networks, this topology is often used to connect a number of LANs (Local Area Networks) into a larger network. The main advantages of tree topology are scalability and management efficiency. The network can be expanded by adding new branch nodes without affecting the rest of the network. Additionally, network monitoring and maintenance becomes more organized due to a clear hierarchical structure. However, tree topology also has disadvantages. If the parent node fails, then all parts of the network connected to that node can be affected. Additionally, complex implementations may require more sophisticated hardware and software. In the modern computing era, tree topologies are used in a variety of contexts, ranging from corporate network infrastructure to online content distribution. Its ability to provide an organized and extensible structure makes it an attractive choice in designing efficient and reliable network architectures.
PEMBERDAYAAN PETAMBAK BANDENG MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI MONITORING KUALITAS AIR BERBASIS MIKROKONTROLER Anggie Maulia; Sabda Dwi Arvinda; Syuja Rifka Khairyansyah; Muhamad Aldi Firdaus; Della Saskia Amelia; Muhammad Subhan Aditya; Nur Fajri Fa’iz; Gilang Nur Rosyid; Paul Manurung; Siswo Wardoyo
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.60153

Abstract

Budidaya ikan bandeng di Kelurahan Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, masih menghadapi keterbatasan dalam pemantauan kualitas air karena sebagian besar petambak mengandalkan pengamatan visual dan pengalaman. Kondisi tersebut berisiko menyebabkan perubahan kualitas air terlambat terdeteksi, sehingga diperlukan teknologi sederhana yang mampu menyediakan data secara lebih objektif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan alat monitoring kualitas air berbasis mikrokontroler serta meningkatkan pemahaman petambak dalam membaca dan menggunakan hasil pengukuran. Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, analisis kebutuhan, perancangan dan pengujian alat, sosialisasi, pelatihan, monitoring, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Parameter yang diamati meliputi pH, total dissolved solids, suhu, turbidity, serta pertumbuhan ikan berdasarkan panjang dan bobot. Hasil uji fungsionalitas menunjukkan bahwa sensor total dissolved solids, suhu, dan turbidity menghasilkan pembacaan yang relatif mendekati alat ukur pembanding, sedangkan sensor pH masih memerlukan kalibrasi. Pemahaman mitra meningkat dari 60,75% menjadi 97,25% dengan nilai N-gain 0,93. Monitoring pada dua kolam sampel menunjukkan ikan tetap bertahan, dengan pertumbuhan pada Kolam A lebih baik daripada Kolam B. Hasil ini menunjukkan bahwa alat monitoring berbasis mikrokontroler berpotensi mendukung pengelolaan kualitas air tambak secara lebih terukur, responsif, dan berbasis data.