Gilang Nur Rosyid
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMBERDAYAAN PETAMBAK BANDENG MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI MONITORING KUALITAS AIR BERBASIS MIKROKONTROLER Anggie Maulia; Sabda Dwi Arvinda; Syuja Rifka Khairyansyah; Muhamad Aldi Firdaus; Della Saskia Amelia; Muhammad Subhan Aditya; Nur Fajri Fa’iz; Gilang Nur Rosyid; Paul Manurung; Siswo Wardoyo
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.60153

Abstract

Budidaya ikan bandeng di Kelurahan Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, masih menghadapi keterbatasan dalam pemantauan kualitas air karena sebagian besar petambak mengandalkan pengamatan visual dan pengalaman. Kondisi tersebut berisiko menyebabkan perubahan kualitas air terlambat terdeteksi, sehingga diperlukan teknologi sederhana yang mampu menyediakan data secara lebih objektif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan alat monitoring kualitas air berbasis mikrokontroler serta meningkatkan pemahaman petambak dalam membaca dan menggunakan hasil pengukuran. Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, analisis kebutuhan, perancangan dan pengujian alat, sosialisasi, pelatihan, monitoring, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Parameter yang diamati meliputi pH, total dissolved solids, suhu, turbidity, serta pertumbuhan ikan berdasarkan panjang dan bobot. Hasil uji fungsionalitas menunjukkan bahwa sensor total dissolved solids, suhu, dan turbidity menghasilkan pembacaan yang relatif mendekati alat ukur pembanding, sedangkan sensor pH masih memerlukan kalibrasi. Pemahaman mitra meningkat dari 60,75% menjadi 97,25% dengan nilai N-gain 0,93. Monitoring pada dua kolam sampel menunjukkan ikan tetap bertahan, dengan pertumbuhan pada Kolam A lebih baik daripada Kolam B. Hasil ini menunjukkan bahwa alat monitoring berbasis mikrokontroler berpotensi mendukung pengelolaan kualitas air tambak secara lebih terukur, responsif, dan berbasis data.