Imma Redha Nugraheni
Program Studi Meteorologi, Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sosialisasi Peningkatan Literasi Meteorologi Klimatologi Geofisika dan Pemasangan Alat Peringatan Dini Tanah Longsor di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah Sayful Amri; Imma Redha Nugraheni; Hanifullah Hafidz Arrizal; Giarno Giarno; Suko Prayitno Adi; Munawar Munawar; Marzuki Sinambela
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v7i3.2779

Abstract

Indonesia merupakan wilayah yang rawan bencana geo-hidrometeorologi. Sinergitas antara Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG) dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dengan mitra terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan relawan kebencanaan perlu ditingkatkan, karena sering kali inovasi BMKG dalam memberikan pelayanan Meteorologi Klimatologi Geofisika (MKG) tidak serta merta mampu dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Kabupaten Kendal merupakan wilayah yang rawan bencana geo-hidrometeorologi, salah satunya adalah tanah longsor. Oleh karena itu, pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dan aparatur terkait bencana geo-hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Kendal dan sekitarnya, serta mampu mengakses seluruh layanan MKG di salah satu platform mobile InfoBMKG. Selain itu, aparatur terkait juga diharapkan melatih kembali para tokoh masyarakat di wilayah tanggung jawabnya, sehingga terbentuk desa atau masyarakat tangguh bencana di wilayah Kendal dan sekitarnya. Metode yang digunakan dalam PKM ini adalah pendidikan masyarakat dan pelatihan. Adapun evaluasi PKM ini menggunakan pretest dan posttest untuk mengukur keberhasilan dari PKM ini untuk meningkatkan pemahaman peserta PKM. Hasil posttest dan pretest menunjukkan bahwa 90% peserta mengalami peningkatan nilai, bahkan nilainnya lebih besar 80. Data ini mengindikasikan bahwa setelah mengikuti sosialisasi ini, peserta semakin meningkat pengetahuan dan skill terkait bencana geo-hidrometeorologi. Pemasangan alat peringatan dini tanah longsor ini dipasang di Desa Pagertoyo, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal diharapkan menjadi alat peringatan dini tanah longsor di wilayah Kabupaten Kendal, sehingga dapat meminimalisir korban jiwa jika terjadi tanah longsor di wilayah tersebut.
Analisis Spasio-Temporal Hubungan Vegetasi, Land Surface Temperature, dan Urban Heat Island di Jakarta Sebelum, Saat, dan Setelah Pandemi COVID-19 Muhammad Subhan An-Nizami; Nur Fitri Rahmadani; Ahmad Ijmal Alfarossi; Imma Redha Nugraheni
Jurnal Geosains dan Remote Sensing Vol 7 No 1 (2026): JGRS May Edition
Publisher : Department of Geophysical Engineering, Faculty of Engineering, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jgrs.ft.unila.436

Abstract

Urban Heat Island (UHI) merupakan salah satu permasalahan lingkungan utama di wilayah metropolitan seperti Jakarta yang dipengaruhi oleh urbanisasi dan perubahan tutupan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika spasio-temporal UHI di Jakarta sebelum (September 2019), saat (September 2020), dan setelah (September 2023) pandemi COVID-19. Penelitian menggunakan citra Landsat-8 OLI/TIRS Collection 2 Level-1 yang diolah dengan perangkat lunak Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk memperoleh parameter Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), Land Surface Temperature (LST), dan distribusi UHI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah Jakarta didominasi oleh area non-vegetasi pada seluruh periode pengamatan. Pada September 2020 terjadi peningkatan luas vegetasi dibandingkan tahun 2019, yang diikuti oleh penurunan suhu maksimum permukaan dan berkurangnya luas area UHI intensitas tinggi (UHI 2). Namun, pada September 2023 area non-vegetasi kembali meningkat disertai peningkatan area UHI 2 dibandingkan tahun 2020. Analisis korelasi NDVI dan LST menunjukkan hubungan negatif pada seluruh periode pengamatan, yang mengindikasikan bahwa wilayah dengan vegetasi lebih tinggi cenderung memiliki suhu permukaan lebih rendah. Selain itu, intensitas UHI pada wilayah suburban menunjukkan variasi spasial yang berbeda dibandingkan wilayah urban, dengan intensitas yang cenderung lebih rendah pada kawasan dengan tutupan vegetasi lebih tinggi. Meskipun analisis dilakukan pada periode pengamatan terbatas untuk meminimalkan pengaruh musiman, variabilitas kondisi meteorologis antar tahun masih dapat memengaruhi dinamika NDVI dan LST yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika UHI di Jakarta dipengaruhi oleh perubahan tutupan vegetasi, distribusi suhu permukaan, dan karakteristik kawasan perkotaan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan strategi mitigasi UHI melalui optimalisasi ruang terbuka hijau dan pengelolaan lingkungan perkotaan yang berkelanjutan.