Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Frekuensi Baby Massage terhadap Kualitas Tidur Bayi Usia 3-6 Bulan Rabiah Umanailo; Rosida Hi. Saraha
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol 9, No 2 (2021): JKP Desember 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v9i2.367

Abstract

Latar belakang : upaya kesehatan yang dilakukan sejak anak masih dalam kandungan sampai dengan lima tahun pertama kehidupannya ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup anak agar mencapai tumbuh kembang optimal. Salah satu bentuk stimulus yang dapat memberikan respon terhadap pertumbuhan dan perkembangan yaitu Baby Massage, pijatan yang dilakukan akan menurunkan gelombang alpha dan meningkatkan gelombang beta serta tetha sehingga membuat bayi tertidur lelap. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi baby massage terhadap kualitas tidur bayi usia 3-6 bulan. Metode : rancangan penelitian yang digunakan yaitu quasi eksperimen dengan desain one group pretest posttest. Hasil : dari 10 responden (bayi usia 3-6 bulan), 5 responden dengan frekuensi massage kurang (1-2 kali/1 bulan) memiliki kualitas tidur buruk sebanyak 3 orang dan kualitas tidur baik sebanyak 2 orang. Sedangkan 5 responden yang memiliki frekuensi massage baik (3-4 kali/1 bulan) seluruhnya memiliki kualitas tidur baik dengan nilai p= 0,038
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keberhasilan ASI Eksklusif Rosida Hi. Saraha; Rabiah Umanailo
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol 8, No 1 (2020): JKP Juni 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v8i1.128

Abstract

Dalam usia enam bulan pertama, saat bayi berada dalam kondisi yang paling rentan. ASI eksklusif akan sangat membantu mencegah diare dan penyakit infeksi lainnya, serta memberikan awal terbaik bagi kehidupannya. Pemberian ASI eksklusif kepada bayi bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar anak sebagai hak anak tetapi juga sangat bermanfaat untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia dan membina hubungan kasih sayang antara anak dan ibunya. Manfaat ASI eksklusif sangatlah besar namun sampai saat ini cakupan ASI eksklusif di Kota Ternate masih dibawah target. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keberhasilan ASI eksklusif meliputi dukungan keluarga, status pekerjaan, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan dan tingkat pengetahuan di wilayah kerja Puskesmas Kalumata Kota Ternate. Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Hasil pada penelitian ini menunjukan bahwa dari 54 responden (ibu yang memiliki bayi usia
HUBUNGAN AKSES MEDIA MASSA DENGAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DISMA NEGERI 5 KOTA TERNATE TAHUN 2016 Rosida Hi Saraha
Jurnal Kesehatan Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Mei 2016
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.325 KB) | DOI: 10.32763/juke.v9i1.100

Abstract

Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi merupakan hal yang penting yang perlu diketahui oleh para remaja namun kenyataannya masih banyak remaja yang belum mengetahui mengenai kesehatan reproduksinya dengan baik padahal pengetahuan tersebut dapat diperoleh dari berbagai sumber yang salah satunya ialah media massa. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan akses media massa dengan pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja serta menganalisis hubungan jenis media massa dengan pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja. Metode penelitian observasional dengan rancangan penelitian cross sectional dimana pengambilan sampel secara simple random sampling atau randomisasi sederhana pada siswa kelas XI SMA Negeri 5 yang memenuhi kriteria inklusi dan tidak termasuk dalam kriteria eksklusi dan didapatkan besar sampel yang dibutuhkan sebanyak 45 responden. Responden diberikan angket dan mengisi sendiri angket tersebut dibawah pengawasan peneliti. Uji statistik menggunakan uji chi-square dengan derajat kemaknaan p < 0,05.Hasil penelitian ini membuktikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara akses media massa dengan pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja (p = 0,110) serta terdapat hubungan yang signifikan antara jenis media massa dengan pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja (p = 0,002).Simpulan terdapat hubungan akses media massa dengan pengetahuan kesehatan reproduksi dan terdapat hubungan jenis media massa dengan pengetahuan kesehatan reproduksi. Kata kunci: , ,
Hubungan Budaya Pijat,Rorano dan Bakera Terhadap Perubahan Masa Nifas di Kota Ternate Provinsi Maluku Utara Siti Hubaya Matjino; Rosida Hi Saraha; Supriyanti R Usman
Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/h8227z45

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan penyakit yang progresif sehingga menyebabkan berbagai komplikasi baik akut maupun kronis jika tidak dikelola dengan baik akan dapat mengakibatkan terjadinya berbagai penyulit menahun, seperti penyakit serebrovaskular, penyakit jantung koroner, penyakit pembuluh darah tungkai, gangguan pada mata, ginjal dan syaraf. Metode: Desain penelitian ini adalah quasi eksperimental, yaitu dengan bentuk rancangan pre and post test with control group. Partisipan dalam penelitian ini diseleksi menggunakan teknik menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel 66 orang. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah penerapan hipnoterapi dan kelompok intervensi menunjukkan perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol (pValue: 0,0005 : 0,05), sedangkan karakteristik responden meliputi jenis kelamin, umur, status perkawianan, lama sakit dan pendidikan tidak berhubungan dengan kualitas hidup penderita diabetes mellitus. Kesimpulan: Penerapan hipnoterapi dapat meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes dengan 4 kali sesi pertemuan yang dilakukan oleh terapis yang terlatih sebagai rekomendasi dari penelitian ini