Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Implementasi Kombinasi Posisi Semi Fowler Dengan Posisi Lateral Kanan Terhadap Perubahan Hemodinamik Pada Pasien Congestive Heart Failure Dirumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar Yesa Kathy Patricia Simanjuntak; Lismawati Lismawati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2511

Abstract

CHF merupakan kondisi dimana otot jantung tidak dapat memompa cukup aliran darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh. menurut WHO (2024) sebanyak 17,9 juta kematian disebabkan oleh penyakit CHF. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kombinasi posisi semi fowler dengan posisi lateral kanan terhadap perubahan hemodinamik pada pasien CHF. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dilakukan di Ruang ICU Rs Vita Insani Pematangsiantar pada klien 1 tanggal 28-30 April 2025 dan klien 2 tanggal 06-08 Mei 2025. Instrumen yang digunakan yaitu pengkajian gawat darurat, SOP, lembar observasi dan lembar informed consent. Setelah 3 hari tindakan didapat adanya hasil penurunan Tekanan darah, laju pernafasan, Map dan peningkatan SpO2 yaitu Tn. J TD 177/88 mmHg, HR 102x/m, RR 29x/m, Map 117 mmHg, SpO2 96% dan pada Tn. D TD 156/85 mmHg, HR 109x/m, RR 28x/m, Map 103 mmHg, SpO2 94%. Tindakan Kombinasi Posisi Semi Fowler Dengan Posisi Lateral Kanan efektif terhadap Perubahan Hemodinamik. Tindakan ini dapat menjadi intervensi keperawatan bagi perawat di Ruang ICU
Penerapan Perawatan Luka Ganggren untuk Menurunkan  Resiko Infeksi pada Kasus Diabetes Melitus Tipe II di Rumah Sakit Tentara Tingkat IV 01.07.01 Pematangsiantar Ria Enjeli Br. Sinaga; Lismawati Lismawati
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.58

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit kronis yang membutuhkan supervise medis berkelanjutan dan edukasi perawatan mandiri pada pasien yang sering terjadi pada orang dewasa. Diabetes melitus biasanya ketergantungan pada tipe usia pasien, kebutuhan dan asuhan keperawatan pasien dapat sangat berbeda. Metode desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif melalui pendekatan kasus. Jumlah sampel penelitian sebanyak dua orang perawatan luka ganggren di Rumah Sakit Tentara Tingkat IV 01.07.01 Pematangsiantar. Hasil dari pengkajian klien mengeluh nyeri pada luka di kaki kiri pada klien I dan klien II mengeluh nyeri pada luka di kaki sebelah kiri Intevensi dan Implementasi yang diterapkan yaitu Perawatan Luka. Evaluasi didapatkan bahwa Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 hari rawat dengan perawatan membersihakan dengan Nacl 0,9%. menyatakan bahwa tindakan perawatan membersihakan dengan Nacl 0,9% mampu menurunkan tingkat resiko infeksi pada pasien dengan Diabetes Melitus Tipe II. Kesimpulan Implementasi Penerapan Perawatan Luka Ganggren Untuk Menurunkan Resiko Infeksi pada Klien Diabetes Melitus Tipe II. Saran hendaknya perawat dapat memebrikan penerapan perawatan luka ganggre untuk menurunkan resiko infeksi pada klien Diabetes Melitus Tipe II.
Pemberian Posisi Semi Fowler untuk Menurunkan Sesak Nafas pada Kasus Tuberculosis Paru di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar Cut Dwi Octaviona Fasya; Lismawati Lismawati
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.61

Abstract

Tuberculosis paru adalah penyakit infeksi bakteri yang dapat menular melalui drplet (air liur). Bakteri yang ditularkan disebut juga dengan Mycobacterium Tuberculosis. Gejala yang biasa muncul pada penderita Tuberkulosis Paru yaitu sesak nafas, batuk berdahak disertai adanya darah, demam saat malam hari saja, dan peningkatan frekuensi pernapasan. Tindakan non farmakologi yang dilakukan untuk pasien Tuberkulosis Paru yaitu Pemberian Posisi Semi Fowler. Desain penelitian ini menggunakan metode study kasus, metode sampling yang digunakan adalah purpose sampling. Sampel yang diambil sebanyak 2 responden, penelitian ini diambil melalui wawancara dan pemeriksaan fisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan tindakan keperawatan pemberian posisi semi fowler selama 3 hari kepada Tn. A dan Tn. B didapatkan adanya penurunan frekuensi pernapasan pada Tn. A 28 x/menit menjadi 21 x/menit sedangkan pada Tn. B 27 x/menit menjadi 21 x/menit. Kesimpulan tindakan nonfarmakologis pemberian posisi semi fowler efektif untuk menurunkan sesak napas pada penderita Tuberkulosis Paru.
Implementasi Pemberian Teknik Relaksasi Benson untuk Menurunkan Nyeri pada Pasien Post Sectio caesarea di Rumah Sakit Tentara Tk Iv 01.07.01 Pematangsiantar Anjeli Hutabarat; Lismawati Lismawati
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.62

Abstract

Sectio caesarea merupakan prosedur pembedahan untuk melahirkan janin melalui sayatan dinding perut (abdomen) dan dinding rahim (uterus). Tujuan penelitian yaitu untuk mengurangi nyeri post sectio caesarea dengan implementasi pemberian teknik relaksasi benson. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif melalui pendekatan studi kasus. Sampel penelitian sebanyak 2 orang ibu post sectio caesarea dengan kunjungan di ruangan Dahlia Rumah Sakit Tentara TK IV.01.07.01 Pematangsiantar. penelitian pada Ny. A dilakukan pada tanggal 25 april 2024 dan pada Ny. E dilakukan tanggal 25 april 2024. Intrumen penelitian yang digunakan yaitu lember observasi, SOP teknik relaksasi benson, informed consent, dan skala numeric. Hasil penelitian setelah dilakukan pemberian terapi teknik relaksasi benson selama 3 hari menunjukan terdapat peneurunan skala nyeri yaitu pada Ny. A skala nyeri menurun dari 6 menjadi 1 dan pada Ny. E skala nyeri menurun dari 5 menjadi 1. Kesimpulan pemberian teknik relaksasi benson yang dilakukan pada ibu post sectio caesarea efektif untuk menurunkan skala nyeri. Saran teknik relaksasi benson diharapkan dapat dijadikan sebagai intervensi mandiri keperawatan dalam menurunkan skala nyeri pada ibu post sectio caesarea.
Posisi Semi Fowler untuk Meningkatkan Keefektifan Pola Nafas pada Pasien Congestive Heart Failure (CHF) Heny Indriyani Sihombing; Lismawati Lismawati
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.67

Abstract

Congestive Heart Failure (CHF) atau diebut dengan gagal jantung kongestif dimana jantung tidak dapat untuk memompa cukup darah ke organ tubuh manusia serta ke jaringan yang lainnya. Gejala yang biasa muncul pada pendertita Congestive Heart Failure (CHF) yaitu sesak nafas, lemas dan mudah lelah, pergelangan kaki atau perut membengkak akibat penumpukan cairan, peningkatan frekuensi pernapasan. Tindakan non farmakologi yang dilakukan untuk pasien Congestive Heart Failure (CHF) yaitu pemberian posisi semi fowler. Tujuan penelitian ini bagaimana posisi semi fowler dapat meningkatkan keefektifan pola nafas pada pasien Congestive Heart Failure. Metode: Desain penelitian ini menggunakan metode study kasus dengan 2 responden melalui wawancara dan pemeriksaan fisik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan tindakan keperawatan pemberian posisi semi fowler selama 3 hari kepada Ny. N dan Tn. A didapatkan adanya penurunan frekuensi pernapasan pada Ny. N 27x/menit menjadi 20 x/menit sedangkan pada Tn. A 24 x/menit menjadi 20 x/menit. Kesimpulan: Tindakan pemberian posisi semi fowler untuk meningkatkan keefektifan pola nafas pada penderita Congestive Heart Failure (CHF)