Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Substitusi Tepung Tempe dan Daun Kelor (Moringa Oleifera) dalam Pembuatan Cookies Mocaf Sebagai Makanan Selingan Balita Dea Ananda Syahputri; Eka Roshifita Rizqi; Rizki Rahmawati Lestari
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.122

Abstract

Makanan selingan yang cocok untuk dikonsumsi oleh balita yaitu Cookies mocaf dengan substitusi tepung tempe dan daun kelor. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis substitusi tepung tempe dan daun kelor terhadap tingkat kesukaan dan kandungan gizi pada cookies. Jenis penelitian ini bersifat eksperimental dengan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 3 perlakuan dan 1 kontrol, dengan perbandingan tepung mocaf, tepung tempe dan daun kelor yaitu F0 (100%), F1 (82%:15%:3%), F2 (75%:20%:5%), F3 (68%:25%:7%). Pengujian dilakukan oleh 25 orang panelis agak terlatih. Analisis uji organoleptik yang digunakan adalah uji ANOVA (p<0,05) dan dilanjutkan dengan uji duncan. Pada penelitian ini diperoleh hasil pada perlakuan F2 (75%:20%:5%) yang merupakan cookies dengan tingkat kesukaan yang tinggi. substitusi tepung tempe dan daun kelor pada cookies memberikan pengaruh nyata pada rasa,warna,aroma tetapi tidak dengan tekstur cookies. Cookies terpilih mengandung protein 9,04 g, zat besi 0,73 g dan vitamin C 5,4mg/ml. 5 keping cookies mocaf dapat memberikan kontribusi terhadap kebutuhan protein, zat besi dan vitamin C pada balita berdasarkan AKG (Angka Kecukupan Gizi).
Kebiasaan Makan, Body Image dan Kejadian Gizi Kurang pada Siswi SMAN 1 Kampar Hesti Sulistia Ningsih; Widawati Widawati; Eka Roshifita Rizqi
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 5 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i5.183

Abstract

Gizi kurang merupakan salah satu masalah gizi pada remaja di Indonesia. Gizi kurang dapat terjadi karena kebiasaan makan yang tidak baik dan tidak puas terhadap body image. Tujuan penelitian menganalisis hubungan kebiasaan makan dan body image dengan kejadian gizi kurang pada siswi SMAN 1 Kampar. Rancangan penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian siswi kelas X dan XI sebanyak 398 siswi dan sampel 54 siswi dengan teknik sampel stratified random sampling. Instrumen yang digunakan timbangan berat badan, microtoice, kuesioner FFQ dan BSQ-34. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat dengan uji chi-square. Hasil analisis univariat siswi gizi kurang 27 (50,0%), kebiasaan makan tidak baik 27 (50,0%), tidak puas dengan body image 29 (53,7%). Berdasarkan uji chi-square diperoleh tidak ada hubungan antara kebiasaan makan p=0,586 (p˃0,05) dan body image p=0,585 (p˃0,05) dengan kejadian gizi kurang. Kesimpulan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan makan dan body image dengan kejadian gizi kurang pada siswi SMAN 1 Kampar. Di sarankan agar tidak melakukan diet yang salah dan dapat mengontrol kebiasaan makan dengan mementingkan nilai dan fungsi gizi bagi tubuh.
SUBSTITUSI DAGING DENGAN HATI IKAN PATIN (Pangasius hypophthalmus) PADA BAKSO IKAN SEBAGAI MAKANAN SELINGAN SUMBER Fe BAGI REMAJA Olivia Melisa; Widawati; Eka Roshifita Rizqi
Jurnal Spektrum Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): Volume 2 Nomor 2, Juli 2026
Publisher : El-Emir Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63477/(juski).v2i2.562

Abstract

Subtitution of fish meatballs from striped catfish with its liver are a processed food product that utilizes striped catfish liver as a source of iron (Fe). Commercially available meatballs are generally not formulated as iron-rich foods, whereas adolescents are a group vulnerable to anemia and require adequate iron intake to support growth and daily activities. This study aimed to determine the best formulation of striped catfish liver meatballs, analyze their nutritional content, and evaluate their feasibility as an iron-rich food. The research was carried out in 2025 using a Completely Randomized Design (CRD) with one control and three treatment formulations, namely F0 (100% striped catfish meat), F1 (90% striped catfish meat + 10% striped catfish liver), F2 (80% striped catfish meat + 20% striped catfish liver), and F3 (70% striped catfish meat + 30% striped catfish liver). Proximate analysis and iron content analysis were conducted in the laboratory, while organoleptic evaluation was carried out descriptively with 25 panelists. The results of the organoleptic test showed that formulation F1 was the best formulation, with an acceptance rate of 95%. The nutritional composition of F1 meatballs per 100 grams consisted of 45.22% moisture, 0.90% ash, 19.51% protein, 5.20% fat, 29.02% carbohydrates, 0.35% calcium, and 19.5 mg of iron. The iron content was categorized as high and met the criteria for an iron-rich food according to BPOM regulations (2022). In addition to having good nutritional quality and acceptability, F1 meatballs were also more economical than the control. This study recommends further development of striped catfish–based processed food products to enhance local food diversification and add value to the fisheries industry, as well as further research on other micronutrients such as vitamin A, phosphorus, and zinc (Zn), and formulation innovations through the addition of spices or natural ingredients to improve flavor, aroma, and product competitiveness.