Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tinjauan Sistematis Dampak Perubahan Iklim terhadap Kejadian Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Asia Tenggara : Analisis Artikel Tahun 2016-2025 Farah Fauziah Rahmasari; Fitri Kurniasari; Adang Bachtiar; Cicilya Candi
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v4i3.5441

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a significant public health issue in Southeast Asia, with its transmission closely linked to climatic factors such as temperature, rainfall, and humidity. Climate change has intensified these factors, leading to increased mosquito breeding, faster virus replication, and broader geographic spread. This systematic review aims to examine the impact of climate change on DHF incidence in Southeast Asia. Using Sytematic Review methods with PRISMA guidelines flow, articles published from 2016 to 2025 were identified from PubMed, Scopus, ScienceDirect, ProQuest, and SageJournal databases. Fourteen relevant studies meeting inclusion criteria were analyzed in this research.The findings indicate that temperatures, increased rainfall, and high humidity significantly contribute to higher DHF transmission by supporting mosquito survival and virus development. Seasonal outbreaks are often observed during rainy seasons, and extreme climate events such as El Niño and La Niña further influence case surges. Based on Systematic Review from various arcticles, climate change significantly affects Dengue Hemorrhagic Fever patterns in the Southeast Asia. Climatic factors such as temperature, rainfall, humidity, and extreme climate phenomena like El Niño and La Niña have been shown to accelerate the life cycle of Aedes aegypti mosquitoes, increase the virus transmission capacity, and expand the geographic distribution of dengue-endemic areas. Climate change, both seasonal and long-term, has the potential to exacerbate the burden of dengue fever in this region, particularly in tropical and subtropical areas that are vulnerable to climate impacts.
Tinjauan Sistematis: Analisis Dampak Paparan Polusi Udara Ambien Dengan Risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Egin Cipta Wiguna; Fitri Kurniasari; Hilmi Friska
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026): OKTOBER 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.64088

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global. Pencemaran udara ambien semakin diakui sebagai salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kejadian ISPA melalui gangguan mekanisme pertahanan saluran pernapasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara paparan pencemaran udara ambien dan kejadian ISPA melalui tinjauan sistematis. Tinjauan sistematis dilakukan berdasarkan pedoman PRISMA. Artikel yang diterbitkan pada 2022–2026 ditelusuri melalui basis data PubMed, ScienceDirect, ProQuest, dan Sage Journals menggunakan kata kunci yang relevan. Seleksi artikel meliputi penghapusan duplikasi, penyaringan judul dan abstrak, serta penilaian kelayakan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Sebanyak sepuluh studi dimasukkan dalam analisis akhir. Temuan menunjukkan adanya hubungan positif antara pencemaran udara ambien dan kejadian infeksi saluran pernapasan. Paparan jangka pendek terhadap PM₂.₅, PM₁₀, NO₂, dan SO₂ berkaitan dengan peningkatan kunjungan rumah sakit, rawat inap, dan kunjungan instalasi gawat darurat akibat penyakit pernapasan. Paparan jangka panjang juga dikaitkan dengan peningkatan risiko ISPA, terutama pada anak-anak. Pencemaran udara ambien berpotensi meningkatkan kejadian ISPA. Pengelolaan kualitas udara dan pengendalian pencemaran diperlukan untuk melindungi kesehatan pernapasan, khususnya pada kelompok rentan