Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFISIENSI TRANSFER DAYA LISTRIK NIRKABEL Eko Budi Wahyono; Nurhasanah Nurhasanah
Jurnal Sains & Teknologi Fakultas Teknik Universitas Darma Persada Vol. 9 No. 1 (2019): Jurnal Sains & Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Darma Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70746/jstunsada.v9i1.59

Abstract

Teknologi adalah metode yang terus berkembang transfer daya yang selama ini kita kenal adalah transfer daya dengan kabel yang mana telah terbukti efisien dengan efisiensi(x) 95 %, bagaimana dengan teknologi nirkabel dengan metode kopling induktif berapa efisiensinya. Seperti pada system pengirim dan penerima radio agar terdapat aliran informasi maka harus terjadi resonansi, demikian juga pada kopling induktif agar ada pengiriman arus listrik yang maksimal harus terjadi resonansi antara pengirim dan penerima. Hal inilah yang akan diteliti sehingga dapat menjawab berapa efisiensi Transfer Daya Nirkabel dengan kopling Induktif. Pada saluran transmisi kabel atenuasi dipengaruhi oleh resistansi per meter, sedang pada kopling induktif dipengaruhi oleh frekuensi osilator, medan dekat medan jauh dan permeabilitas udara sebut saja atenuasi(k) maka nilai k berkisar (0 < k < 1). Transmisi Daya Nirkabel menggunakan kopling induktif, adalah salah satu cara efektif untuk mentransfer daya antar titik tanpa menggunakan sistem kabel konvensional. Transmisi daya nirkabel efektif di area di mana sistem kabel tidak dapat dijangkau atau tidak mungkin dijangkau. Daya ditransfer menggunakan kopling induktif, induksi resonansi atau transmisi gelombang elektromagnetik tergantung pada apakah jaraknya pendek, kisaran menengah atau kisaran tinggi. Efisiensi yang didapat berkisar (20 < x < 60 %), yang sangat dipengaruhi oleh desain perangkat yang meliputi jarak, resonansi penerima dengan pengirim, dan adanya pengarah/pemandu gelombang.
STUDI ANALISIS PENGHEMATAN ENERGI LISTRIK DI PT TEMPO SCAN PASIFIK Eko Budi Wahyono; Rizcky Cahya Marinda
Jurnal Sains & Teknologi Fakultas Teknik Universitas Darma Persada Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Sains & Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Darma Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70746/jstunsada.v10i1.72

Abstract

Industri merupakan pengguna energy listrik yang cukup besar, karena sifatnya yang memproduksi barang dalam jumlah besar. Kemajuan suatu industry tidak lepas dari kebijakan dalam memanfaatkan energy listrik/Konservasi Energi dalam mendukung proses produksi. Berdasarkan standar IKE maka dapat dtetapkan bahwa satu perusahaan kebijakan konsumsi energinya boros atau hemat, berdasarkan pengamatan ternyata pada PT TEMPO SCAN PASIFIK mengkonsumsi 268 kWh/m2 melebihi standar IKE ASEAN-USAID yang 240 kWh/m2 dan masuk kategori boros. Hal tersebut disebabkan beban pada system pendingin ruangan (HVAC) cukup besar, secara keseluruhan AC 59,3%, Mesin 25,5%, Penerangan 4,2%, office 3,7%, dan TR 1,9%. Untuk system penerangan dirasa cukup hemat terlihat dari Kuat pencahayaan per ruangan berkisar (214-282) LUX, yang masih dibawah standar SNI yang (300) LUX. Dengan demikian secara keseluruhan pemborosan energy terjadi pada bulan maksimum produksi yakni bulan Juni-Desember, sebab pada bulan tersebut shif kerja lebih banyak yang normalnya 2 shif menjadi 3 shif