Dessy Isfianadewi
Fakultas Bisnis Dan Ekonomika, Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Pendekatan Six Sigma Dmaic dan Strategi Perbaikan Berkesinambungan di Seed Production Unit (SPU) Untuk Mencapai Target Germination Rate dalam Produksi Benih Kelapa Sawit di PT Dami Mas Sejahtera Diah Ayu Pramesthi Ngejowantah; Dessy Isfianadewi
Cakrawala Repositori IMWI Vol. 7 No. 3 (2024): Cakrawala Repositori IMWI
Publisher : Institut Manajemen Wiyata Indonesia & Asosiasi Peneliti Manajemen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52851/cakrawala.v7i3.698

Abstract

PT Dami Mas Sejahtera adalah perusahaan penghasil produk benih kelapa sawit terkemuka di Indonesia. Berlokasi di Riau, perusahaan ini menjadi salah satu produsen penghasil benih kelapa unggulan dengan varietas DxP (Dura x Pisifera) Dami Mas. Berdasarkan observasi dan pengamatan di lapangan, penulis mengamati dan menjumpai adanya penumpukan stok produk benih afkir atau cacat yang disusun di sudut ruangan secara bertumpuk menggunakan plastik polybag dan menunggu antrian untuk dimusnahkan dengan cara digiling. Selain itu dari hasil pengumpulan data yang dilakukan secara langsung di lapangan, didapati ternyata PT Dami Mas Sejahtera kerap kali tidak mencapai target sasaran mutu tercapainya germination rate ≥ 80% sehingga menyebabkan banyaknya jumlah benih yang afkir atau benih yang telah dianggap tidak layak dan tidak viabel untuk ditanam dan diproses lebih lanjut. Maka dari itu penelitian ini ditujukan guna mengetahui penerapan pendekatan six sigma DMAIC dengan acuan pedoman ISO:9001 2015 untuk mengidentifikasi adanya faktor-faktor yang dapat mempengaruhi germination rate, kemudian peneliti mengupayakan usulan untuk meningkatkan jumlah produksi menggunakan implementasi perbaikan berkesinambungan dengan mengaplikasikan alat five-M checklist untuk pemecahan masalah dan kaizen five-step plan untuk memberikan usulan saran perbaikan. Setelah diididentifikasi, ditemukan bahwa jenis afkir atau cacat yang paling mendominasi adalah sisa tak berkecambah (STB) yang menempati persentase terbesar yakni 67,29% dari total afkir atau cacat keseluruhan 19.640.461. Selain itu berdasarkan hasil analisis, faktor penyebab variasi yang memiliki dampak paling besar adalah dari sisi bahan (material) khususnya terkait kualitas bahan baku/materialnya karena bahan baku kerap kali belum memenuhi syarat dan ditemukannya material yang kualitasnya menurun akibat proses produksi sebelumnya.