Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

The Effect of the Dose of Herbal Supplements in Feed on the Growth and Survival Rate of Asian Redtail Catfish (Hemibagrus nemurus) Ahmad Nurul Fikri; Usman M Tang; Mulyadi Mulyadi
Jurnal Akuakultur SEBATIN Vol. 4 No. 2 (2023): November
Publisher : Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jas4.2.42-56

Abstract

This research aim to determine the optimal dose of additional herbal supplements in feed toward the growth performance and survival rate of red tilapia (Oreochromis niloticus) by using recirculation system. This research was conducted on November 01-December 10, 2021 at Laboratory of aquaculture technology, Marine and Fisheries Faculty, University of Riau. This research was using experimental method by completely random design (RAL) one factor with three replications. The treatments were: A: 0 mL/kg of feed (control), B: 50 mL/kg of feed, C: 75 mL/kg of feed, and D: 100 mL/kg of feed. The herbal supplements were consisted of turmeric, and ginger with Bacillus sp. and yeast (Rhizopus oligosporus). The results showed that a different doses of additional herbal supplements affecting the growth performance and the survival rate of catfish using recirculation system. In addition, it also affected the absolute weight growth, absolute length growth, feed efficiency and feed conversion ratio.The optimal dose was at 100 mL/kg of feed as it showed significantly different results compared to control. So that while being applied in terms of economy, 100 mL/kg was the most efficient dose, by giving the specific growth rate was 1,55%, survival rate was 98,3%, absolute weight growth was 8,67 g, absolute length was 6,23 cm, feed efficiency was 79,53% and feed conversion ratio was 1,26.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Lada Hitam dengan Dosis Berbeda Melalui Perendaman terhadap Maskulinisasi Ikan Guppy (Poecilia reticulata) Muhammad Fauzan Azima; Usman M Tang; Mulyadi Mulyadi
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 11 No. 3 (2023): November
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Ikan guppy (Poecilia reticulata) merupakan ikan hias yang mempunyai nilai komersil tinggi baik untuk pasar dalam negeri maupun luar negeri. Berdasarkan morfologinya, ikan guppy jantan memiliki bentuk tubuh lebih ramping dengan corak warna tubuh dan sirip lebih cemerlang dari pada guppy betina, sehingga permintaan komoditas ikan guppy jantan lebih banyak dari pada guppy betina. Salah satu upaya untuk memenuhi tingginya permintaan dengan melakukan maskulinisasi ikan guppy dengan ekstrak lada hitam. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2023. Bertempat di Laboratorium Teknologi Budidaya Fakultas Perikanan dan kelautan Universitas Riau. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen, dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan 5 taraf perlakuan dan 4 kali ulangan. Taraf perlakuan tersebut adalah dosis 0 mg/L, dosis 4 mg/L, dosis 5 mg/L, dosis 6 mg/L, dan dosis 7 mg/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman menggunakan ekstrak lada hitam pada induk ikan guppy dengan dosis berbeda memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap persentase jantan ikan guppy. Dosis ekstrak lada hitam terbaik diperoleh pada dosis 4 mg/L.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Purwoceng (Pimpinella alpina) dengan Metode Perendaman terhadap Maskulinisasi Ikan Guppy (Poecilia reticulata) Rara Desfila Sentosa; Usman M Tang; Niken Ayu Pamukas
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 11 No. 3 (2023): November
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Ikan guppy (Poecilia reticulata) merupakan salah satu komoditas ikan hias yang mempunyai nilai ekonomi cukup baik dikelasnya. Ikan guppy banyak diminati terutama ikan guppy jantan karena mempunyai bentuk tubuh yang lebih ramping dengan pola warna tubuh dan sirip yang lebih menarik dibandingkan ikan guppy betina. Salah satu upaya untuk mendapatkan persentase ikan guppy jantan yang lebih tinggi adalah dengan pemberian ekstrak purwoceng untuk maskulinisasi ikan guppy. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret – Mei 2023 di Laboratorium Teknologi Budidaya, Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Kadar ekstrak purwoceng yang digunakan adalah P0 (dosis 0 mg/L), P1 (dosis 4 mg/L), P2 (dosis 5 mg/L), P3 (dosis 6 mg/L), dan P4 (dosis 7 mg/L) dengan lama perendaman 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman ikan guppy bunting menggunakan ekstrak purwoceng memberikan pengaruh nyata (P<0.05) terhadap persentase kelamin jantan. Persentase jenis kelamin jantan pada perlakuan kontrol sebesar 30.75%, perlakuan dosis 4 mg/L sebesar 45.55%, perlakuan dosis 5 mg/L sebesar 50.38%, perlakuan dosis 6 mg/L sebesar 68.23%, dan persentase pada dosis 7 mg/L sebesar 58.62%. Kualitas air pada media pemeliharaan berada pada kisaran yang layak untuk budidaya ikan guppy. Perlakuan terbaik diperoleh pada pemberian ekstrak purwoceng dosis 6 mg/L yaitu sebesar 68.23%.
Efektivitas Penggunaan Larutan Daun Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Respons Stres pada Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus) dalam Transportasi Nurhasan Nurhasan; Usman M Tang; Henni Syawal
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 11 No. 3 (2023): November
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Budidaya ikan nila mempunyai prospek yang cukup baik untuk dikembangkan merupakan salah satu jenis ikan air tawar. Salah satu usaha untuk memenuhi permintaan konsumen terhadap benih ikan nila adalah mengupayakan suatu teknik penanganan yang lebih khusus, agar didapatkan tingkat kematian benih ikan serendah mungkin selama proses transportasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas larutan daun pepaya dan dosis yang terbaik dalam transportasi. Metode penelitian menggunakan eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah larutan daun pepaya dengan dosis yang berbeda, yaitu 1.25, 2.50 dan 3.75 ml/L dimasukkan ke dalam kantong plastik berisi 8 L air. Perlakuan kontrol tidak diberi larutan daun pepaya. Benih ikan nila yang dimasukkan ke dalam kantong plastik masing-masing 20 ekor/kantong. Benih ikan nila ditrasportasikan selama lima jam menggunakan alat transportasi darat (mobil). Parameter yang diukur adalah konsentrasi kortisol serum, tingkat kelangsungan hidup dan analisis fitokimia daun pepaya (Carica papaya L.), yaitu alkaloid, saponin dan flavonoid. Kandungan fitokimia dari daun pepaya terdiri atas senyawa alkaloid, saponin dan flavonoid. Penggunaan larutan daun papaya dengan dosis yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata terhadap respons stres dan kelangsungan hidup pada benih ikan nila selama transportasi. Dosis larutan daun pepaya 3.75 mL/L air memberikan hasil yang terbaik dengan tingkat kadar kortisol 0.059±0.09 µg/dL dan tingkat kelangsungan hidup 100%. Larutan daun pepaya mampu menekan amonia dalam air dan menentukan tingkah laku ikan selama transportasi.
Pengaruh Pemberian Probiotik terhadap Laju Pertumbuhan dan Kelulushidupan Belut (Monopterus albus) pada Sistem Bioflok Ardian Putra Firdani; Niken Ayu Pamukas; Usman M Tang
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 9 No. 2 (2021): Juli
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Belut (Monopterus albus) adalah komoditas perikanan air tawar yang bernilai ekonomi cukup tinggi, permintaan pasar yang tinggi namun ketersediaannya di alam mulai sulit ditemukan maka perlu melakukan peningkatan produksinya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah intensifikasi budidaya belut dengan sistem bioflok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan dosis probiotik terbaik yang ditambahkan ke media pemeliharaan, dalam meningkatkan volume flok, pertumbuhan dan kelulushidupan belut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni hingga Juli 2020, bertempat di UPT Kolam Percobaan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau. Hewan uji yang digunakan adalah belut yang berukuran 10-15 cm dengan lama pemeliharaan 40 hari. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yang terdiri dari lima taraf perlakuan dengan tiga kali ulangan sehingga diperlukan 15 unit percobaan Taraf perlakuan yang digunakan pada penelitian ini sebagai berikut: P0 (Tanpa diberi probiotik boster sel multi 0 ml/L air), P1 (Dosis probiotik boster sel multi 0,6 mL/L air), P2 (0,9 mL/L air), P3 (1,2 mL/L air) dan P4 (1,5 mL/L air). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian probiotik pada media pemeliharaan belut memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan belut. Dosis 0,9 mL/L memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan bobot multak, laju pertumbuhan spesifik, panjang mutlak, tingkat kelulushidupan masing masing sebesar 18,91 g, 3,59%, 15,53 cm, dan 75,55%. Selanjutnya kualitas air selama penelitian masih dapat ditoleransi oleh belut, seperti suhu berkisar antara 26-30oC, pH 5-7, DO 6,0-7,4 mg/L, dan NH3 0,00001-0,0005 mg/L.
Pengaruh Pemberian Recombinant Epinephelus lanceolatus Growth Hormone (rElGH) terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Gabus (Channa striata) Putri Rahmadani; Usman M Tang; Mulyadi Mulyadi
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 1 (2025): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.1.p.1-10

Abstract

Ikan gabus (Channa striata) merupakan ikan penghuni perairan rawa yang bernilai ekonomis. Kebutuhan terhadap ikan gabus semakin meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. Dengan meningkatnya permintaan terhadap ikan, maka diperlukan teknik budidaya untuk meningkatkan pertumbuhannya dengan waktu yang dipersingkat. Penggunaan  rElGH dalam kegiatan budidaya terbukti dapat meningkatkan meningkatkan kinerja pertumbuhan dan kelulushidupan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis rElGH untuk menghasilkan pertumbuhan ikan gabus yang terbaik. Penelitian ini dilaksanakan selama 60 hari, yaitu dari bulan Desember 2023 s/d Februari 2024, di Laboratorium Teknologi Budidaya, Fakultas perikanan dan Kelautan Universitas Riau. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 taraf perlakuan dan 4 kali ulangan, sehingga diperlukan 20 unit percobaan. Dosis penambahan rElGH yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: P0) tanpa penambahan rEIGH (Kontrol); P1) 3 mg/kg pakan ; P2) 5 mg/kg pakan; P3) 7 mg/kg pakan; P4) 9 mg/kg pakan. Perlakuan terbaik diperoleh pada dosis rElGH 7 mg/kg pakan, yang menghasilkan pertumbuhan bobot mutlak sebesar 3,89 g, panjang mutlak 3,29 cm, laju pertumbuhan spesifik 1,98%, efisiensi pemanfaatan pakan 77.84%, kecernaan pakan 63,00%, dan kelulushidupan 98.75%.
The Effect of the Dose of Herbal Supplements In Feed on The Growth And Survival Rate of Asian Redtail Catfish (Hemibagrus nemurus) Ahmad Nurul Fikri; Usman M Tang; Mulyadi Mulyadi
Jurnal Akuakultur SEBATIN Vol. 4 No. 2 (2023): November
Publisher : Department of Aquaculture, Faculty of Fisheries and Marine Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jas.4.2.42-56

Abstract

This research aim to determine the optimal dose of additional herbal supplements in feed toward the growth performance and survival rate of red tilapia (Oreochromis niloticus) by using recirculation system. This research was conducted on November 01-December 10, 2021 at Laboratory of aquaculture technology, Marine and Fisheries Faculty, University of Riau. This research was using experimental method by completely random design (RAL) one factor with three replications. The treatments were: A: 0 mL/kg of feed (control), B: 50 mL/kg of feed, C: 75 mL/kg of feed, and D: 100 mL/kg of feed. The herbal supplements were consisted of turmeric, and ginger with Bacillus sp. and yeast (Rhizopus oligosporus). The results showed that a different doses of additional herbal supplements affecting the growth performance and the survival rate of catfish using recirculation system. In addition, it also affected the absolute weight growth, absolute length growth, feed efficiency and feed conversion ratio.The optimal dose was at 100 mL/kg of feed as it showed significantly different results compared to control. So that while being applied in terms of economy, 100 mL/kg was the most efficient dose, by giving the specific growth rate was 1,55%, survival rate was 98,3%, absolute weight growth was 8,67 g, absolute length was 6,23 cm, feed efficiency was 79,53% and feed conversion ratio was 1,26.
Effect of Addition of Probiotics with Different Doses in Commercial Feeds on Growth and Life Passage of Baung Fish (Hemibagrus nemurus) in Aquaponic Recirculation Systems Rijen Rio; Usman M Tang; Niken Ayu Pamukas
Jurnal Akuakultur SEBATIN Vol. 4 No. 1 (2023): May
Publisher : Department of Aquaculture, Faculty of Fisheries and Marine Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jas.4.1.1-11

Abstract

This research was carried out in April 2022 - May 2022 which took place at the Aquaculture Technology Hatchery. The purpose of the study was to determine the best probiotic bioflocculant dose in feed to increase growth and survival of baung fish. This study used a completely randomized design (CRD) consisting of 4 treatments and 3 replications. The treatment in this study was the addition of probiotic bioflocculants to commercial feed, namely P0 control (without adding probiotics), P1 (5 ml/kg feed), P2 (10 ml/kg feed), P3 (15 ml/kg feed). The results showed that the addition of a probiotic bioflocculant 15 ml/kg of feed was the best result which resulted in an absolute weight growth of 4.04 g, an absolute length growth of 3.17 cm, a specific growth rate of 2.65%, and a survival rate of 97.61%. Water quality parameters during the study were temperature 26-27 0C, pH 6-7 ppm, DO 4.12-5.57 mg/L.