Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pemanfaatan Fermentasi Tepung Azolla (Azolla microphylla) dalam Pakan Buatan untuk Meningkatkan Pertumbuhan Benih Ikan Nila Merah (Oreochromis niloticus) Radiatul Husnaini; Indra Suharman; Adelina Adelina
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 9 No. 1 (2021): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari – Maret 2020. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi pengaruh penggunaan tepung A. microphylla terfermentasi dalam pakan buatan terhadap kecernaan pakan, efisiensi pakan dan pertumbuhan benih ikan nila merah, serta persentase fermentasi tepung A. microphylla terbaik dalam pakan untuk meningkatkan efisiensi pakan dan pertumbuhan benih ikan nila merah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan 5 Perlakuan dan 3 kali ulangan. Adapun perlakuan pada penelitian ini adalah P0 (0%FTA), P1 (25%FTA), P2 (50%FTA), P3 (75% FTA), P4 (100%FTA) dalam pakan. Pakan uji yang sebanyak 10% dari bobot biomassa yang diberikan 3 kali sehari yaitu pada pukul 07.00, 12.00 dan 17.00 WIB. Benih ikan nila merah yang digunakan berukuran 5,50±0,71 cm dengan bobot rata-rata 1,27±0,08g dan padat tebar 25 ekor/m3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung daun azola dapat meningkatkan pertumbuhan dan sintasan ikan nila merah. Penggunaan 25% tepung daun A.microphylla terfermentasi (P1) memberikan hasil terbaik terhadap nilai kecernaan pakan 75,96%, kecernaan protein 76,59%, efisiensi pakan 62,07%, retensi protein 85,36%, laju pertumbuhan spesifik 4,31% dan biaya pakan uji Rp. 8,310.
Pemanfaatan Tepung Kayu Apu (Pistia stratiotes L) Terfermentasi dalam Pakan Buatan terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Baung (Hemibagrus nemurus) Geri Gunawan; Adelina Adelina; Indra Suharman
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 9 No. 1 (2021): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Ikan baung (Hemibagrus nemurus) merupakan ikan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung kayu apu terfermentasi terhadap pertumbuhan benih ikan baung, untuk mengetahui persentase pemberian fermentasi tepung kayu apu terbaik untuk benih ikan Baung. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan, perlakuannya yaitu P0 (Tepung kedelai 100 %, Tepung kayu apu terfermentasi 0%), P1 (TK 95 %, TKAT 5%), P2 (TK 90 %, TKAT 10 %), P3 (TK 85%, TKAT 15%), dan P4 (TK 80%, TKAT 20%). Ikan yang digunakan berukuran panjang 5,00±1,00 cm dan bobot 1,50±0,50 g, dengan padat tebar 20 ekor/m3. Ikan dipelihara selama 56% dengan frekuensi pemberian pakan sebanyak tiga kali sehari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian substitusi tepung kayu apu terfermentasi mampu memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan ikan baung. Dosis tepung kayu apu terfermentasi sebanyak 15% memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan ikan baung yaitu laju pertumbuhan spesifik (LPS), efisiensi pakan (EP), dan kelulushidupan masing-masing sebesar 3,93%, 46,47% dan 96,7%.
Pemanfaatan Tepung Bulu Ayam Difermentasi Menggunakan Rumen Sapi untuk Pertumbuhan Benih Ikan Baung (Hemibagrus nemurus) Muhammad Fakhrusy Syakirin; Adelina Adelina; Indra Suharman
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 3 (2024): November
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.12.3.p.384-392

Abstract

Budidaya ikan baung berkembang pesat begitu juga kebutuhan pakan semakin meningkat. Tingginya biaya penyediaan pakan menyebabkan tinggi pula biaya oprasional untuk menyediakan pakan tersebut. Untuk menekan biaya pembuatan pakan dapat digunakan bahan-bahan lokal, seperti bulu ayam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase tepung limbah bulu ayam fermentasi dalam pakan terhadap pertumbuhan benih ikan baung. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2022 s/d Januari 2023 di Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan pada penelitian ini adalah penggunaan tepung bulu ayam yang difermentasi pada pakan sebanyak 0%, 7,5%, 15%, 22,5%, dan 30%. Pakan uji diberikan sebanyak 5% dari bobot biomassa ikan, frekuensi pemberian pakan 3 kali sehari. Pemberian pakan dilakukan selama 56 hari dan menghitung nilai kecernaan pakan. Perlakuan terbaik adalah pakan yang menggunakan tepung bulu ayam 30% menghasilkan kecernaan pakan 55,36%, kecernaan protein 83,64%, efisiensi pakan 57,68%, retensi protein 23,4%, laju pertumbuhan spesifik 2,35% dan kelangsungan hidup ikan 94,7%. Hasil pengukuran kualitas air selama penelitian adalah suhu rata-rata 26-29ºC, pH berkisar 6,5-6,8, dan oksigen terlarut 6,6- 6,8 mg/L
Utilization of Alocasia macrorrhiza Fermented Using Kombucha in Feed for the Growth of Asian Redtail Catfish (Hemibagrus nemurus) Panuturi Julianto Siboro; Adelina Adelina; Indra Suharman
Jurnal Akuakultur SEBATIN Vol. 4 No. 2 (2023): November
Publisher : Department of Aquaculture, Faculty of Fisheries and Marine Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jas.4.2.87-99

Abstract

The research was conducted at fish nutrition laboratory and the reservoir of the Faculty of Fisheries and Marine Science, University of Riau which was carried out from July to September 2021. This study aims to find out the effect of the use of sente leaf flour (Alocasia macrorrhiza) fermented with kombucha in feed on the growth of Asian Redtail Catfish (Hemibagrus nemurus). This study used a Completely Randomized Design (CRD) with 5 levels of treatment and 3 repetitions so that 15 experimental units were needed. Asian Redtail Catfish are used weigh 1.24 ± 0.02 g. The test fish used is inserted into the cage with a stocking solid of 25 heads / m3. The treatment used in this study is in the form of the use of fermented cente leaf flour in feed by 0, 5, 10, 15, 20%. Test feed is given as much as 10% of the biomass weight with the frequency of feeding 3 times a day, feeding is carried out for 56 days. To measure the digestibility of fish feed is given feed containing Cr2O3 as much as 0.5% of the amount of feed. Test fish measuring 1.24 ± 0.02 g are put into the aquarium with a stocking solid of 10 heads / cm3. After feeding, fish feces are collected and dried to measure their Cr2O3 and protein levels. The results showed sente leaf flour fermented using kombucha was able to replace soy flour by 20% in fish feed and gave the best results, namely feed digestibility 66.22%, protein digestibility 81.08%, feed efficiency 43.84%, protein retention 24.81%, specific growth rate 3.36% and 96.67% survival.
Use of Rubber Trees (Havea brasiliensis) Tube Fermentated by using Rumen Cow in feed for Growth of Asian Redtail Catfish (Hemibagrus nemurus) Roy Andre Parsaoran Manurung; Adelina Adelina; Indra Suharman
Jurnal Akuakultur SEBATIN Vol. 4 No. 1 (2023): May
Publisher : Department of Aquaculture, Faculty of Fisheries and Marine Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jas.4.1.33-47

Abstract

This research was conducted at the Fish Nutrition Laboratory and Experimental Reservoir of the Faculty of Fisheries and Marine, University of Riau which was carried out from June to August 2021. This study aims to determine the effect of the use of rubber seed flour which is fermented using cow rumen fluid for the growth of tropical catfish (Hemibagrus nemurus) fry. This study used a Complete Randomized Design (RAL) with 5 levels of treatment and 3 repeats. The tropical catfish fry used had an average weight of 0.67 ± 0.07 g. Test fish were put into the cage am with a stocking density of 25 heads. The test feed used is in the form of pellet with a protein content of 37.71-38.92%. The treatment in this study was in the form of the use of fermented rubber seed flour in the feed by 0.5, 10, 15, 20%. Test feed is given as much as 10% of the weight of biomass with a frequency of feeding 3 times a day, feeding is carried out for 56 days. To measure the digestibility of fish feed, feed is given containing Cr2O3 as much as 0.5% of the amount of feed. Test fish weighing 0.67 ± 0.07 g are introduced into the aquarium with a stocking density of 10 heads. After feeding, fish feces are collected and dried to measure cr 2O3 levels and their proteins. The results of this study showed that the best treatment was found in P2, the use of 35% fermented rubber seed flour which resulted in 77.27% feed digestibility, 82.64% protein digestibility, 53.59% feed efficiency, 30.53% protein retention, 4.14% specific growth rate and 98.66% dilution.