Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Nazam Aceh in Translating the Qur'an: A Review of the Vernacularization of the Qur'an in Tafsir Pasé Binti Yunus, Zulia Rahmi
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 17, No 1 (2023): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v17i1.18957

Abstract

This article aims to uncover the vernacularization activities of the Qur'an in the Aceh region. One of the efforts made by Indonesian scholars, including Acehnese scholars, in spreading Islamic teachings is the vernacularization (localization) of the meaning of the Qur'an so that its usefulness can be felt by all circles, as done by T. H. Thalhas et al. in the book of Tafsir Pasé. Through the descriptive-analytical method, it was found that Tafsir Pasé was the first interpretation to use the medium of nazam to interpret the meaning of the Qur'an in the Acehnese language. All the surahs on Juz 'Ammah and the letter Al-Fatihah are presented with the original text, Arabic, then accompanied by translations into Indonesian and Nazam Aceh. The vernacularization of verses of the Qur'an through Nazam Aceh on Tafsir Pasé focuses more on tarjamah tafsiriyyah, i.e., free translation, which is not too tied to the meaning of the original Arabic language. However, it refers to explaining the intention of words in Acehnese without limiting the original wording or consideration of language structure.  Nazam Aceh dalam Menerjemahkan Al-Qur'an: Tinjauan Vernakularisasi Al-Qur'an dalam Tafsir Pasé. Artikel ini bertujuan untuk mengungkap aktivitas vernakularisasi al-Qur’an di wilayah Aceh. Salah satu usaha yang dilakukan oleh ulama-ulama Nusantara termasuk ulama Aceh dalam menyebarkan ajaran Islam yaitu melalui vernakularisasi (pem-bahasa-an lokal) makna al-Qur’an sehingga dapat dirasakan kemanfaatannya oleh semua kalangan, seperti yang dilakukan oleh Drs. T. H Thalhas dkk pada kitab Tafsir Pasé . Metode yang digunakan adalah deskriptif-analitik ditemukan bahwa, Tafsir Pasé merupakan tafsir pertama yang menggunakan media nazam untuk menafsirkan makna al-Qur’an ke dalam bahasa Aceh. Semua surah - surah pada Juz ‘Ammah beserta surat Al-Fatihah dipaparkan teks asli yaitu bahasa Arab, kemudian disertai penerjemahan Bahasa Indonesia dan juga nadzham Aceh.Vernakularisasi ayat-ayat al-Qur’an melalui nazam Aceh pada Tafsir Pasé lebih fokus kepada tarjamah tafsiriyyah yaitu terjemah bebas tidak terlalu terikat dengan makna bahasa aslinya bahasa Arab. Akan tetapi mengacu kepada penjelasan arti kata dalam Bahasa Aceh tanpa membatasi susunan kata-kata asli atau pertimbangan struktur bahasa.
Efektivitas Zakat Produktif Serta Dampaknya Terhadap Peningkatan Pendapatan Mustahik Nasrul, Azwan; Materan, Materan; binti Yunus, Zulia Rahmi
Ghaly: Journal of Islamic Economic Law Vol 3 No 1 (2025): Ghaly: Journal of Islamic Economic Law
Publisher : Islamic Economic Law Study Program, Faculty of Sharia Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda Islamic State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/ghaly.v3i1.9230

Abstract

Penelitian ini menganalisis efektivitas program zakat produktif yang dikelola oleh BAZNAS Kota Samarinda dalam meningkatkan kesejahteraan mustahik. Zakat produktif bertujuan memberdayakan mustahik agar mandiri secara ekonomi, tetapi implementasinya menghadapi berbagai tantangan. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, mengumpulkan data melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program zakat produktif belum sepenuhnya efektif dalam meningkatkan pendapatan mustahik. Hambatan utama yang ditemukan adalah kurangnya monitoring dan pendampingan usaha, serta keterbatasan sumber daya manusia dalam pengelolaan program. Sebagian mustahik mengalami peningkatan pendapatan, tetapi sebagian lainnya tidak menunjukkan perubahan yang signifikan akibat minimnya evaluasi dan dukungan pasca-pemberian zakat.Temuan ini mengindikasikan perlunya perbaikan dalam sistem monitoring, pendampingan usaha, serta optimalisasi sumber daya manusia. Implementasi sistem pelaporan berbasis digital dan peningkatan kapasitas pengelola zakat dapat membantu meningkatkan efektivitas program. Studi ini memberikan kontribusi bagi pengelola zakat dalam meningkatkan keberlanjutan zakat produktif sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi mustahik.
STUDI LIVING QUR’AN DALAM TRADISI PEMBACAAN SURAT AR-RUM AYAT 21 SEBELUM MELAKUKAN AKAD NIKAH DI KEC. COT GIREK, ACEH UTARA Binti Yunus, Zulia Rahmi
Liwaul Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah dan Masyarakat Islam Vol. 11 No. 1 (2021): Liwaul Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah dan Masyarakat Islam
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One form of applying the Qur’an in social life is reading one or several certain verses when performing a ritual. Such as reading the letter ar-Rum verse 21 which is usually done before the marriage contract in the district Cot Girek North Aceh. This study uses field research methods through observation and interviews with the aim of observing the phenomenon of the living al-Qur’an that occurs in society. This study came to the conclusion that the tradition of reading the letter ar-Rum verse 21 has long been carried out by the people of Cot Girek until now. Because they believe that reading the Letter ar-Rum verse 21 can bring blessing to the household and as a means of friendship for the two families of the bride and groom.