Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Relationship between Educational Technology Integration, Classroom Management, and Student-Centred Learning on Teaching Effectiveness and Student Learning Outcomes in Indonesian Irwanto Irwanto
West Science Social and Humanities Studies Vol. 2 No. 08 (2024): West Science Social and Humanities Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsshs.v2i08.1177

Abstract

This study investigates the relationship between educational technology integration, classroom management, and student-centred learning on teaching effectiveness and student learning outcomes in Indonesian schools. Utilizing a quantitative analysis approach, data were collected from 285 teachers through a structured questionnaire employing a Likert scale ranging from 1 to 5. The data were analyzed using Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS 3) to test the proposed hypotheses. The findings indicate that all the examined relationships are both positive and significant. Specifically, integrating educational technology is shown to enhance teaching effectiveness and improve student learning outcomes. Additionally, effective classroom management positively influences teaching effectiveness and fosters a student-centred learning environment, which in turn leads to better student learning outcomes. These results highlight the critical role of technology integration, effective classroom management, and student-centred learning in boosting teaching effectiveness and student achievement in Indonesian schools. The study offers valuable insights for educators, policymakers, and stakeholders looking to enhance educational practices through the strategic implementation of these components.
Peran Komunikasi Dakwah dalam Meningkatkan Jiwa Kewirausahaan Generasi Muda Muslim Sri Muliana; Irwanto Irwanto; Suci Muthia Sihombing; Suci Rahmitha; Bayu Surya; Aldi Kurniawan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran komunikasi dakwah dalam meningkatkan jiwa kewirausahaan generasi muda Muslim di Indonesia. Komunikasi dakwah yang efektif memiliki potensi besar dalam membentuk karakter entrepreneurial yang sejalan dengan nilai- nilai Islam. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menganalisis bagaimana pesan-pesan dakwah dapat mengintegrasikan prinsip-prinsip kewirausahaan seperti inovasi, kemandirian, dan tanggung jawab sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi dakwah yang menekankan pada etos kerja Islam, kejujuran dalam berbisnis, dan semangat produktivitas dapat secara signifikan memotivasi generasi muda Muslim untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan. Strategi komunikasi dakwah yang melibatkan media digital, forum diskusi, dan mentoring terbukti efektif dalam menanamkan nilai-nilai entrepreneurial. Penelitian ini Generasi muda Muslim di Indonesia menghadapi tantangan kompleks dan multidimensional di era globalisasi dan revolusi industri 4.0. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2023, tingkat pengangguran terbuka pada kelompok usia muda (15-24 tahun) mencapai 14,92%, jauh lebih tinggi dibandingkan tingkat pengangguran nasional yang sebesar 5,32%. Fenomena ini menunjukkan adanya kesenjangan antara ketersediaan lapangan kerja dengan jumlah angkatan kerja muda, sekaligus mencerminkan rendahnya minat dan kesiapan generasi muda untuk berwirausaha. merekomendasikan pengembangan program dakwah yang terintegrasi dengan pelatihan kewirausahaan untuk memaksimalkan potensi ekonomi umat.
Efektivitas Dakwah Digital di Kalangan Remaja Muslim Irwanto Irwanto
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3371

Abstract

Transformasi digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola komunikasi dakwah, terutama di kalangan remaja Muslim yang hidup di era arus informasi serba cepat dan terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas dakwah digital dalam membentuk pemahaman, sikap, dan perilaku keberagamaan remaja Muslim. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka, data dikumpulkan dari berbagai jurnal ilmiah terindeks yang relevan dengan tema dakwah digital dan perkembangan keagamaan generasi muda. Analisis dilakukan melalui telaah sistematis untuk mengidentifikasi pola, kecenderungan, dan implikasi dari penggunaan media digital dalam aktivitas dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah digital berperan penting dalam memperluas akses informasi keagamaan, memperkuat interaksi antara dai dan mad'u, serta menumbuhkan literasi agama yang kontekstual dengan kehidupan remaja. Namun, efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh kualitas konten, kompetensi komunikator dakwah, serta kemampuan remaja dalam melakukan filter informasi di tengah banjir konten digital. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kompetensi digital bagi para dai dan pengembangan konten kreatif yang sejalan dengan nilai-nilai Islam moderat, agar dakwah digital dapat menjadi sarana strategis pembinaan keberagamaan remaja secara berkelanjutan.
Social communication from the perspective of religious and scientific moderation: Building harmonious dialogue in the digital era Irwanto Irwanto
Priviet Social Sciences Journal Vol. 5 No. 9 (2025): September 2025
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v5i9.1066

Abstract

Social communication has changed entirely because of the advancement of digital technology, especially in the context of religious life.  With an emphasis on initiatives to foster peaceful discourse in the digital age, this study explores social communication from the perspectives of religious moderation and science.  Using a literature review approach, this study examined scholarly works, research reports, and current scientific sources on social communication tactics, digital literacy, and religious moderation.  The results show that religiously moderated communication can be a useful tool for reducing polarization, lowering the risk of online extremism, and promoting tolerance and respect for diversity. From a scientific standpoint, digital literacy plays a vital role in strengthening the public's critical ability toward the flow of information, allowing them to filter extremist propaganda, hate speech, and hoaxes. Additionally, communication tactics that combine scientific methods with religious principles can make messages more inclusive and logical, while also enhancing their validity. To create a healthy, moderate, and long-lasting social communication ecosystem, this study also highlights the significance of multi-stakeholder collaboration among religious leaders, academics, educators, digital media managers, and the government. Therefore, this study claims that integrating scientific and religious moderation is essential for fostering peaceful socio-religious discourse in the digital age.